Tak Kuasa Menahan Sedihnya, KDM Peluk Anak Korban Begal Beri Semangat dan Bantuan Uang Sebanyak Rp60 Juta
- dok.kolase tvOnenews.com/ @kangdedimulyadi
Jakarta, tvOnenews.com- Istri dan anak korban begal bertemu dengan Gubernur Dedi Mulyadi yang disapa KDM. Videonya mengunggah reaksi sedih pemimpin Jabar tersebut.
Dengan mata berkaca-kaca, Dedi mengatakan kalau aksi begal bagian dari kasus kejahatan. Ia pun merasa sedih karena melihat anak dari korban begal tersebut menangis.
Sang anak yang awalnya disamping ibunya menangis. Tiba-tiba membuat Gubernur Jawa Barat itu ikut sedih, dan tak kuasa akhirnya memeluk sang anak.
- dok.kolase tvOnenews.com/ Instagram @dedimulyadi71
"Kisah pilu seorang istri suami meninggal karena begal," tulis Kang Dedi Mulyadi, Minggu (9/8).
"iya, ibu yang semangat kan ada anak, anak juga sekolah, jadi harus semangat," ucapnya sambil memeluk sang anak.
Istri dari korban begal itu, bernama Ratnasari. Dia mengadu pada KDM kalau sang suami tutup usia, meninggalkan dua orang anak.
Anak yang ditinggalkan almarhum pun masih kecil, satunya masih bayi umur 1 tahun, dan anak pertamanya usia 7 tahun. Berlinang air mata Ratna dan sang anak dihadapan KDM.
Dalam pertemuan itu, mereka mendapatkan 2 bantuan untuk korban begal dari Dedi Mulyadi berupa: Uang tunai Rp10 Juta dan uang tabungan deposito Rp50 juta, jika ditotal mendapatkan Rp60 juta.
"Nah inj saya kasih bantuan,.ua 10 juta buat kebutuhan saat inj, sehari-hari. Dan ini tabungan di bank BJB deposito Rp50 juta ya," ucap Dedi kepada Ratna.
"Rp 10 juta ya untuk sekarang, nah Rp 50 juta untuk deposito karena uang mah, kalau di luar ngagoler cepat habis,".sambungnya.
Sebagaimana diketahui, seorang pengendara motor tewas akibat pembegalan di Jalur Kebun Tebu Pasirbungur (Jalan Raya Sukamandi-Purwadadi), Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Minggu dini hari, 2 Agustus 2026.
Korban suami Ratnasari, itu dikabarkan dihentikan dan diserang pelaku di area perkebunan tebu yang sepi dan minim penerangan pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 04.00 WIB.
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Sebelum sadar menjadi korban begal. Rekan suami Ratna, sempat mengira pelaku adalah orang gila. Sebab tiba-tiba memukul bagian kepala.
"Jadi pas itu ‘astaghfirullahaladzim, kirain orang gila kok pukul saya’ kata Suhen. Pas saya lihat Suhen ‘Aduh kepalanya berdarah. Dasar orang gila’. Dikira orang gila,” ungkap ECR pada tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"waktu dilihat orang itu berdua, yang satu pegang golok, yang satu pegang bambu,” sambungnya.
Sehubungan dengan ini, mengingatkan pada sayembara tangkap begal berhadiah uang sudah disampaikan Gubernur Jawa Barat itu.
Menurutnya dengan pendekatan yang berbasis insentif finansial sangat relevan dengan kultur masyarakat Indonesia yang terbiasa terpacu oleh bentuk penghargaan terbuka.
"Karena begini, tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah, kalau ada ranking pertama dan diumumkan, belajarnya jadi rajin. Kemudian daerah, kalau dilombakan, juga jadi rajin," ucap mantan Bupati Purwakarta itu dalam antara.
"Logikanya sederhana. Misalnya ada maling motor, jangan digebuki sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, tidak usah digebuki sampai mati, lumayan Rp10 juta kalau diantarkan. Itu secara psikologis akan memengaruhi," kata KDM.(klw)
Load more