Agak Laen, Pasangan Ini Buat Surat Perjanjian di Atas Materai Supaya Hubungan Tetap Langgeng: Ngomong Putus Denda Rp 900 Ribu
- Instagram @jakarta.keras - ChatGPT
Salah satu poin yang paling mencuri perhatian adalah aturan nomor 10.
Pasangan ini menetapkan denda Rp900 ribu bagi siapa pun yang mengucapkan kata "pisah", "putus", atau "udah".
Nominal tersebut bahkan menjadi denda tertinggi dibandingkan seluruh pelanggaran lainnya.
Jika dihitung, aturan itu tampaknya dibuat untuk membuat keduanya berpikir dua kali sebelum mengucapkan kata putus ketika sedang terbawa emosi.
Pasalnya, dalam sebuah pertengkaran, ucapan seperti "kita putus saja" terkadang terlontar tanpa benar-benar menjadi keputusan untuk mengakhiri hubungan. Dengan adanya aturan tersebut, mereka seolah membuat konsekuensi khusus agar kata putus tidak digunakan sembarangan.
Namun, tentu saja, surat tersebut tampak lebih sebagai kesepakatan personal pasangan daripada aturan hukum yang mengatur kehidupan mereka.
Bukan hanya masalah perselingkuhan atau kebohongan yang diatur. Aktivitas sehari-hari dalam komunikasi digital juga masuk ke dalam daftar pelanggaran.
Salah satunya adalah ketika pasangan online tetapi tidak membalas chat. Untuk pelanggaran tersebut, denda yang ditetapkan mencapai Rp350 ribu.
Sementara jika pesan hanya dibaca tanpa mendapatkan balasan, dendanya sebesar Rp270 ribu.
Aturan ini cukup menggambarkan realitas hubungan anak muda di era media sosial. Status online, centang pesan, hingga lamanya seseorang memberikan respons terkadang memang bisa menjadi sumber pertengkaran dalam hubungan.
Pasangan ini bahkan memasukkan persoalan tersebut secara khusus ke dalam "kontrak" mereka.
Masalah komunikasi lainnya juga tidak luput dari perhatian Putra dan Bulan.
Jika salah satu menghilang tanpa izin, dendanya Rp200 ribu. Sementara jika mereka bertengkar kemudian salah satunya justru menghilang, nominal dendanya melonjak menjadi Rp500 ribu.
Ada pula aturan mengenai tidak memberikan kabar selama 12 jam dengan denda Rp170 ribu.
Sekilas aturan tersebut terlihat lucu, tetapi di sisi lain menunjukkan bahwa keduanya berusaha membuat batasan mengenai komunikasi dalam hubungan.
Daripada membiarkan masalah berlarut-larut, mereka membuat konsekuensi yang disepakati bersama agar masing-masing memiliki tanggung jawab untuk memberi kabar.
Hal lain yang membuat surat tersebut semakin unik adalah adanya aturan mengenai kebiasaan pribadi.
Load more