News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Fahira Mira Viral Usai Klaim Divonis Usus Buntu di 3 RS Indonesia, Berobat ke Penang Malah Beda Diagnosis

Fahira Mira viral setelah klaim divonis usus buntu di 3 RS Indonesia, lalu mendapat hasil berbeda di Penang. Simak kronologi dari awal hingga klarifikasinya.
Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:37 WIB
Fahira Mira
Sumber :
  • Instagram @fahiramira

tvOnenews.com - Fahira Mira menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman kesehatannya terkait diagnosis usus buntu. Influencer tersebut mengaku mendapat diagnosis radang usus buntu dari tiga rumah sakit di Indonesia dan disarankan menjalani operasi, tetapi pemeriksaan CT scan di Penang, Malaysia, menunjukkan hasil berbeda.

Kisah Fahira Mira kemudian viral di media sosial dan memicu perdebatan mengenai perbedaan hasil pemeriksaan medis. Dalam unggahannya, ia menyebut hasil USG menunjukkan ukuran appendix mencapai 8,1 milimeter sehingga dirinya merasa khawatir dan memilih mencari pemeriksaan lanjutan di Malaysia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polemik usus buntu tersebut semakin ramai setelah Fahira mengunggah konten yang menggunakan fitur kolaborasi dengan salah satu rumah sakit di Penang. Narasinya kemudian mendapat perhatian publik, termasuk kritik dari warganet, tenaga medis, organisasi Nalar Rawat, hingga Kementerian Kesehatan RI.

Fahira Mira Sebut Divonis Usus Buntu di Tiga Rumah Sakit

fahira mira
Unggahan Fahira Mira. (Sumber: Instagram @fahiramira)

Dalam unggahannya, Fahira menceritakan dirinya mengalami sejumlah gejala, seperti demam tinggi, sakit parah di bagian kanan perut, serta muntah. Ia kemudian memeriksakan kondisi tersebut ke tiga rumah sakit berbeda di Indonesia.

Menurut Fahira, ketiga rumah sakit tersebut menyatakan dirinya mengalami usus buntu dan menyarankan agar segera menjalani operasi. Ia juga menyoroti hasil pemeriksaan USG yang menunjukkan ukuran appendix mencapai 8,1 milimeter.

Fahira mengaku semakin khawatir karena memahami bahwa usus buntu yang pecah dapat menimbulkan kondisi serius. Karena itu, ia kemudian memutuskan mencari rumah sakit di Penang, Malaysia, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Periksa ke Penang dan Diminta CT Scan

Setibanya di Island Hospital, Penang, Fahira mengatakan dokter yang menanganinya justru tidak langsung yakin dengan hasil USG yang sebelumnya ia bawa dari Indonesia. Dokter tersebut kemudian menyarankan pemeriksaan CT scan untuk memastikan kondisi appendix secara lebih akurat.

Hasil pemeriksaan CT scan kemudian membuat Fahira terkejut. Berdasarkan penjelasan yang ia sampaikan dalam unggahannya, appendix disebut tampak normal dan tidak menunjukkan tanda peradangan.

Fahira pun menyebut masalah yang dialaminya ternyata berkaitan dengan usus besar, bukan usus buntu. Ia kemudian mengatakan akan fokus menjalani pemeriksaan terhadap usus besarnya hingga proses penyembuhan selesai.

Unggahan Fahira Mira Picu Polemik

Konten tersebut kemudian mendapat perhatian luas. Sebagian warganet mempertanyakan perbedaan hasil pemeriksaan yang disampaikan Fahira, termasuk mengenai ukuran appendix 8,1 milimeter yang disebutnya sebagai tanda radang.

Polemik semakin berkembang setelah sejumlah tenaga medis dan pengguna media sosial membahas data yang ditampilkan dalam unggahan tersebut. Perbedaan hasil pemeriksaan pada waktu dan metode yang berbeda kemudian menjadi salah satu persoalan yang diperdebatkan.

Di tengah kegaduhan tersebut, muncul pula kekhawatiran bahwa narasi pengalaman pribadi Fahira dapat membentuk persepsi negatif terhadap dokter dan fasilitas kesehatan di Indonesia secara umum.

Nalar Rawat Minta Fahira Mira Beri Klarifikasi

nalar rawat
Unggahan Nalar Rawat. (Sumber: Instagram @nalarrawat)

Pada 11 Agustus 2026, Nalar Rawat mengunggah pernyataan terkait polemik tersebut melalui akun Instagram mereka. Organisasi tersebut menegaskan bahwa keputusan pasien mencari second opinion merupakan hak yang harus dihormati.

Namun, Nalar Rawat mempertanyakan cara pengalaman klinis yang kompleks tersebut disampaikan kepada publik. Menurut mereka, perbedaan hasil pemeriksaan pada waktu berbeda tidak otomatis membuktikan bahwa pertimbangan medis sebelumnya keliru.

Nalar Rawat juga menilai penilaian terhadap dugaan appendicitis perlu mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari gejala, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium, pencitraan, terapi yang telah diberikan, hingga jarak waktu antara pemeriksaan.

Lima Hal yang Diminta Nalar Rawat

Melalui unggahannya, Nalar Rawat meminta klarifikasi mengenai sejumlah hal. Pertama, apakah tiga fasilitas kesehatan di Indonesia benar memberikan diagnosis definitif appendicitis atau diagnosis tersebut masih berupa dugaan atau suspek.

Kedua, mereka mempertanyakan apakah rekomendasi operasi memang sudah diputuskan secara definitif. Ketiga, Nalar Rawat meminta penjelasan mengenai data medis dan timeline pemeriksaan yang menjadi dasar narasi Fahira kepada publik.

Keempat, mereka meminta informasi mengenai terapi yang diterima Fahira sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan. Kelima, Nalar Rawat mempertanyakan apakah terdapat hubungan endorsement, sponsorship, barter layanan, paid partnership, reimbursement, fasilitas perjalanan, atau bentuk kerja sama lainnya dengan Island Hospital maupun pihak yang mewakilinya.

Fahira Mira Beri Klarifikasi

fahira mira
Klarifikasi Fahira Mira. (Sumber: Instagram @fahiramira)

Pada 11 Agustus 2026, Fahira kembali memberikan klarifikasi mengenai hasil pemeriksaan yang menjadi bagian dari polemik. Ia menjelaskan bahwa USG sebelumnya menunjukkan appendix berukuran 8,1 milimeter dan dirinya disarankan menjalani operasi.

Dalam klarifikasinya, Fahira mengatakan dirinya akhirnya memilih menjalani operasi di Penang. Namun, sebelum tindakan tersebut dilakukan, dokter di sana menyarankan pemeriksaan CT scan untuk memastikan kondisi appendix.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“USG menunjukkan appendix 8,1 mm dan aku disarankan operasi. Aku akhirnya memilih untuk operasi di Penang. Setelah CT scan di Penang, ternyata hasilnya menunjukkan appendix tampak normal dan tidak ada tanda peradangan,” tulis Fahira dalam klarifikasinya.

Kasus Fahira Mira akhirnya menjadi perbincangan bukan hanya mengenai diagnosis usus buntu, tetapi juga tentang pentingnya menyampaikan pengalaman kesehatan secara lengkap dan berimbang. Di sisi lain, hak pasien untuk mencari second opinion tetap menjadi bagian penting dalam menentukan keputusan terkait kondisi kesehatannya.
(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Puan Ungkap Terima Surpres Prabowo soal Calon Gubernur BI dan Deputi Senior

Puan Ungkap Terima Surpres Prabowo soal Calon Gubernur BI dan Deputi Senior

Selain Destry Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur BI, Puan mengungkap Presiden Prabowo juga mengusulkan calon Deputi Gubernur Senior, yaitu Aida S. Budiman.
Mendagri Tito Karnavian Dorong Forkopimda Sumatera Solid Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Daerah

Mendagri Tito Karnavian Dorong Forkopimda Sumatera Solid Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Daerah

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya penguatan sinergi bagi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di seluruh Sumatera. 
Golkar Buka Peluang Dukung Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah, Sebut untuk Hindari Konflik dengan Kepala Daerah

Golkar Buka Peluang Dukung Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah, Sebut untuk Hindari Konflik dengan Kepala Daerah

Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji menilai bahwa pelaksanaan Pilkada tanpa wakil kepala daerah diusulkan guna menghindari konflik dengan kepala daerah.
Gagal Menang Moto2 Inggris 2026 Gara-gara Selebrasi terlalu Cepat, Manu Gonzalez Buka Suara Ungkap Biang Keroknya

Gagal Menang Moto2 Inggris 2026 Gara-gara Selebrasi terlalu Cepat, Manu Gonzalez Buka Suara Ungkap Biang Keroknya

Manu Gonzalez harus menerima kenyataan pahit di Moto2 Inggris 2026 setelah selebrasi terlalu dini membuat peluangnya merebut kemenangan sirna.
Denis Kolinger Kirim Sinyal Bahaya, Persija Punya Satu Target Besar Musim 2026-2027

Denis Kolinger Kirim Sinyal Bahaya, Persija Punya Satu Target Besar Musim 2026-2027

Denis Kolinger menegaskan ambisi Persija Jakarta usai finis ketiga di Piala Presiden 2026. TC di Thailand menjadi momentum mengejar target juara musim ini.
Nyesek Banget! Viral Guru Honorer Bergaji Rp500 Ribu Lijan Sinaga di Labura Terancam 12 Tahun Dipenjara

Nyesek Banget! Viral Guru Honorer Bergaji Rp500 Ribu Lijan Sinaga di Labura Terancam 12 Tahun Dipenjara

Guru honorer diupah Rp500 ribu, Lijan Sinaga di Labura, Sumatera Utara (Sumut) potensi 12 tahun dipenjara usai menegur siswi dan dituduh "guru cabul" viral.

Trending

Istana Kaget Ada Siswa Sekolah Rakyat Lolos Seleksi Calon Paskibraka Nasional, Ini Sosoknya

Istana Kaget Ada Siswa Sekolah Rakyat Lolos Seleksi Calon Paskibraka Nasional, Ini Sosoknya

Siswa Sekolah Rakyat berhasil menembus seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional yang akan bertugas dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau

FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau

Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya membuat klarifikasi soal laporannya yang menyebabkan klub dihukum. FIFA sempat menjatuhkan hukuman kepada Maung Bandung, namun akhirnya mencabutnya.
Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar panggung hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi mikro.
Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Menilik profil singkat Bilal Hasan, petarung MMA Indonesia yang baru saja meraih kontrak UFC usai tampil gemilang di Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 pada Rabu (12/8/2026) pagi WIB.
Lansia Korban Penipuan Iming-Iming Tebus Aset Rp3 Miliar di Tangsel Sempat Terjebak Satu Jam di Kamar Mandi, Kunci Dibawa Pelaku

Lansia Korban Penipuan Iming-Iming Tebus Aset Rp3 Miliar di Tangsel Sempat Terjebak Satu Jam di Kamar Mandi, Kunci Dibawa Pelaku

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan dua pria berinisial A (38) dan EJ (45) yang melakukan penipuan menggunakan modus tebus aset Rp3 miliar terhadap wanita lansia di Tangerang.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT