Masih Ingat Perempuan Lombok Dihina Penjahit di Bali dan Dikira Orang Jawa? Video Sidang Disebut Mirip Intimidasi Viral
- Polsek Abiansemal
Suasana seperti ini langsung menimbulkan reaksi keras dari publik. Penonton merasa proses sidang mediasi tidak sepenuhnya netral.
Publik menilai sidang mediasi tersebut bukan memberikan ruang setara untuk kedua pihak. Korban terlihat yang mulanya mendapat hinaan justru tampak terpojokkan usai adanya desakan damai.
Sementara, korban berusaha berbicara dengan nada santai. Warganet melihat persoalan tersebut sebenarnya rentan menyentuh isu yang lebih luas karena ujaran sempat dilontarkan diduga menyinggung suku dan status sosial.
Kronologi Penjahit di Bali Cekcok hingga Rasis pada Pelanggan
Sebelumnya, kasus dugaan rasisme ini viral di  media sosial. Bu Sintya, penjahit dari Sintya Tailor terekam sedang cekcok dengan perempuan asal Lombok, Hilda di Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali.
Peristiwa ini pertama kali terjadi pada awal Juli 2026. Awal mula kasus tersebut tak lepas sang pelanggan bercerita bahwa dirinya menggunakan jasa Bu Sintya.
Hilda menjelaskan, dirinya menitipkan tiga potong pakaian untuk dikecilkan pada 30 Juni 2026. Sang pelanggan mengklaim tukang jahit itu menyanggupi permintaannya agar selesai pada 1 Juli 2026.
Hingga memasuki keesokan harinya, pakaian tersebut belum digarap. Tenggat waktu penyelesaian pun mundur menjadi tanggal 2 Juli 2026.
Alih-alih selesai, permintaan pelanggan juga belum digarap sesuai ketentuan. Sang pelanggan masih cukup sabar dan tiga helai pakaiannya dapat diselesaikan pada 3 Juli 2026.
Pelanggan pun merasa dirinya telah dirugikan sehingga mendesak agar uang yang sudah dibayarkan dikembalikan. Namun, tukang jahit itu justru tidak terima dan marah kepadanya.
Sambil duduk di meja jahit, penjahit Sintya Tailor itu justru meluapkan pernyataan mengejutkan. Ia diduga merendahkan suku Jawa karena menilai sang pelanggan sebagai pendatang mencari uang di Bali.
Penjahit itu juga memperingatkan agar sang pelanggan jangan macam-macam. Bu Sintya langsung menyebut asal-usul Hilda merupakan "orang Jawa" sehingga harus bersikap baik kepada orang Bali.
Video percekcokan itu viral hingga membuat Bu Sintya klarifikasi atas kalimatnya. Ia meminta maaf hingga mengaku bahwa dirinya tersulut emosi sesaat dan bersifat spontan.
Penyebab penjahit itu emosi tak lepas bahwa sang pelanggan datang di waktu makan. Ia tidak diizinkan menyantap makanan terlebih dahulu sebelum menggarap tiga pakaian yang sudah dititipkan kepadanya.
Load more