News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Habib Bahar bin Smith Geruduk Pabrik Miras di Bogor: Kalau Nggak Tutup, Saya Bakar!

Habib Bahar bin Smith geruduk pabrik miras di Bogor dan desak penutupan. Simak aksi, ultimatum, serta kesepakatan penghentian produksi selama tujuh hari.
Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:19 WIB
Habib Bahar bin Smith desak penutupan Pabrik Miras di Bogor
Sumber :
  • Instagram @kabupatenbogor.id - istimewa

tvOnenews.com – Habib Bahar bin Smith ikut turun dalam aksi unjuk rasa yang digelar ratusan massa dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di depan pabrik PT Inti Tirta Sari Makmur, Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (18/8/2026).

Aksi tersebut menuntut penghentian produksi minuman beralkohol di pabrik yang berlokasi di Jalan Lanbau tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Massa yang terdiri atas sejumlah ormas, termasuk FPI, BPPKB, serta majelis taklim, datang menyuarakan penolakan terhadap peredaran minuman keras.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, PT Inti Tirta Sari Makmur tercatat sebagai perusahaan industri manufaktur di Kabupaten Bogor dengan produk utama berupa minuman beralkohol.

Kehadiran Habib Bahar membuat aksi berlangsung lebih tegang. Dalam orasinya, ia meminta pihak perusahaan tidak sekadar menghentikan kegiatan produksi untuk sementara, tetapi mengambil langkah untuk menutup operasional pabrik.

Aksi di Citeureup tersebut tidak berdiri sendiri. Desakan penghentian produksi minuman beralkohol muncul setelah polemik yang terjadi dalam acara The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Sebelumnya, sebuah video dari festival musik tersebut viral di media sosial.

Dalam video itu, terdapat aktivitas tantangan menghafal ayat Al-Qur'an yang dikaitkan dengan hadiah berupa minuman beralkohol.

Peristiwa tersebut kemudian menuai kecaman karena dinilai tidak pantas menjadikan ayat suci sebagai bagian dari tantangan untuk memperoleh minuman keras.

Kasus tersebut juga telah masuk ke ranah hukum. Polda Metro Jaya menetapkan empat orang sebagai tersangka dengan inisial RES, AK, I, dan M.

Polisi menyebut beberapa tersangka diduga terlibat dalam tantangan melafalkan Surah Al-Ikhlas dan Surah Ad-Dhuha dengan imbalan minuman beralkohol.

Dalam penyidikan, polisi juga melibatkan sejumlah ahli, termasuk ahli agama Islam dari MUI dan Kementerian Agama, ahli bahasa, ahli hukum pidana, serta ahli digital forensik.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami peristiwa dan menentukan aspek hukum yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Sebelumnya, Tim Hukum Muslim juga telah melaporkan lima pihak ke Polda Metro Jaya, termasuk penyelenggara acara, produsen minuman keras, dua MC, serta seorang perempuan yang diduga mengikuti tantangan tersebut.

Polemik inilah yang kemudian menjadi salah satu latar belakang massa mendatangi pabrik di Citeureup.

Di hadapan massa dan perwakilan perusahaan, Habib Bahar menyampaikan penolakan keras terhadap keberadaan produksi minuman keras.

Ia menilai penghentian produksi tidak seharusnya ditunda apabila tujuan utamanya adalah mencegah dampak negatif minuman keras terhadap masyarakat, khususnya anak muda.

"Tutup sekarang juga!"

"Nggak ada, apa kau pakai-pakai waktu, berantas kezaliman nggak pakai-pakai waktu. Untuk berhentiin kezaliman, berhentiin maksiat, untuk berhentiin produksi (miras) nggak pakai waktu," ujar Habib Bahar bin Smith dilansir dari video yang diunggah akun Instagram @kabupatenbogor.id.

Habib Bahar bin Smith saat Geruduk Pabrik Miras di Bogor
Habib Bahar bin Smith saat Geruduk Pabrik Miras di Bogor
Sumber :
  • Instagram @kabupatenbogor.id

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Habib Bahar menginginkan penghentian operasional dilakukan segera, bukan hanya sebagai keputusan sementara.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti dampak peredaran minuman keras terhadap masa depan generasi muda.

Menurutnya, upaya membatasi peredaran miras merupakan bagian dari usaha menjaga masyarakat, terutama anak-anak dan pemuda di Kabupaten Bogor.

Perwakilan perusahaan kemudian menemui massa untuk melakukan dialog. Pihak PT Inti Tirta Sari Makmur menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat peristiwa yang menjadi polemik.

Ahmad selaku direksi perusahaan mengatakan pihaknya tidak membenarkan tindakan yang terjadi dalam acara tersebut. Ia juga menyebut proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat telah berjalan.

"Empat tersangka sudah ditetapkan di Polda Metro Jaya. Mari kita semua menghormati dan mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung sampai tuntas," ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, perusahaan akan ikut mengawal proses hukum agar seluruh kronologi kejadian dapat diketahui secara jelas, termasuk bagaimana tindakan tersebut bisa terjadi.

Dalam dialog itu, pihak perusahaan kemudian menyampaikan bahwa produksi di pabrik akan dihentikan sementara selama tujuh hari.

"Produksi mulai hari ini berhenti. Putusan tutup tidaknya 7 hari pabrik," ucap salah satu perwakilan pabrik.

Kesepakatan tersebut menjadi hasil utama pertemuan antara massa dan pihak perusahaan.

Selama tujuh hari penghentian produksi, perusahaan akan membahas berbagai masukan dari habaib, kiai, serta tokoh masyarakat sebelum menentukan keputusan berikutnya.

Meski perusahaan menyatakan produksi dihentikan sementara, Habib Bahar tampak belum menerima keputusan tersebut.

Ia menegaskan tuntutan massa bukan sekadar penghentian produksi selama tujuh hari, melainkan penutupan pabrik.

"Ya udah kalau nggak tutup, bakar. Selesai."

"Nggak usah banyak-banyak bicara. Kelamaan tunggu 7 hari," seru Habib Bahar bin Smith.

Pernyataan tersebut kemudian kembali disampaikan dengan nada tegas.

"Jadi ini intinya wajib tutup. Kalau nggak tutup saya bakar. Betul saya bakar, habis saya bakar saya menyerahkan diri ke Polda Jabar,"

Ancaman tersebut disampaikan Habib Bahar dalam konteks tuntutannya agar pabrik berhenti beroperasi.

Ia juga mengatakan dirinya siap berada di garis depan apabila persoalan tersebut berkembang menjadi konflik.

"Saya bilang perang, saya bukan di belakang, saya di depan. Itu saya. Intinya begitu aja, nanti saya kirim surat ke pemerintah Kabupaten Bogor untuk wajib tutup demi generasi anak-anak muda kita ke depan, demi generasi anak-anak bangsa khususnya bogor," jelasnya.

Untuk sementara, hasil dialog membuat aktivitas produksi di pabrik dihentikan selama tujuh hari. Namun, status penutupan permanen belum menjadi keputusan akhir.

Pihak perusahaan masih akan melakukan pembahasan dengan berbagai tokoh masyarakat selama masa penghentian tersebut.

Dengan demikian, tujuh hari menjadi masa evaluasi sebelum perusahaan menentukan langkah selanjutnya.

Karena itu, aksi di Citeureup kini berkembang menjadi dua persoalan yang berjalan beriringan.

Pertama, proses hukum atas dugaan penistaan agama dalam kegiatan The Sounds Project. Kedua, tuntutan massa di Bogor agar produksi minuman beralkohol dihentikan secara permanen.

Untuk saat ini, kesepakatan yang tercapai baru berupa penghentian produksi selama tujuh hari.

Sementara tuntutan penutupan permanen masih menunggu hasil pembahasan antara pihak perusahaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah terkait.

(tsy)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil UFC 332: Payton Talbott Hantam Deiveson Figueiredo Sampai TKO di Ronde Pertama

Hasil UFC 332: Payton Talbott Hantam Deiveson Figueiredo Sampai TKO di Ronde Pertama

Hasil UFC 332, di mana Payton Talbott berhasil meraih kemenangan usai menghajar Deiveson Figueiredo hingga TKO pada ronde pertama.
Timnas Inggris Cetak Dua Rekor usai Bantai Kroasia 7-0 di UEFA Nations League

Timnas Inggris Cetak Dua Rekor usai Bantai Kroasia 7-0 di UEFA Nations League

Timnas Inggris berhasil mencetak dua rekor usai kemenangan telak 7-0 atas Kroasia di UEFA Nations League. The Three Lions tampil dominan dalam lawatan ke Rijeka.
Masih Ingat Kasus Pemilik Toko Roti Dipolisikan Buntut Dugaan Penipuan Produk Berlabel Gluten Free?, Kasusnya Naik ke Penyidikan

Masih Ingat Kasus Pemilik Toko Roti Dipolisikan Buntut Dugaan Penipuan Produk Berlabel Gluten Free?, Kasusnya Naik ke Penyidikan

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang wanita berinisial FE melaporkan pemilik toko roti terkait dugaan penipuan. Perkara tersebut saat ini sudah dalam tahap proses penyidikan.
Link Live Streaming MotoGP Jepang 2026: Siang Ini Marc Marquez Bidik Rekor, Jorge Martin Mengancam

Link Live Streaming MotoGP Jepang 2026: Siang Ini Marc Marquez Bidik Rekor, Jorge Martin Mengancam

Link live streaming MotoGP Jepang 2026 hari ini Minggu (4/10/2026). Persaingan Marc Marquez dan Jorge Martin makin memanas di Sirkuit Motegi, Rider Ducati Lenovo berpeluang mencetak sejarah namun mendapat ancaman serius dari Martinator.
FPTI Tetap Apresiasi Aditya Tri Syahria Usai Gagal Raih Medali di Asian Games 2026

FPTI Tetap Apresiasi Aditya Tri Syahria Usai Gagal Raih Medali di Asian Games 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) tetap memberikan dukungan kepada Aditya Tri Syahria yang sebelumnya gagal meraih medali pada final nomor speed putra Asian Games 2026. Atlet andalan tanah air itu gagal meraih medali karena didiskualifikasi akibat false start.
De Red FC Gagal Manfaatkan 10 Pemain Persipura, Kalah 1-3 di Kandang

De Red FC Gagal Manfaatkan 10 Pemain Persipura, Kalah 1-3 di Kandang

De Red FC kalah 1-3 dari Persipura dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jumat (2/10) malam.

Trending

Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Satu dari tiga orang tersangka pesta narkoba di Petojo, Jakarta Pusat mengaku kepada polisi kalau dirinya mantan pesepakbola liga Indonesia yakni Persija..
Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, danGeofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini beragam, karena transisi dan pengaruh El Nino. Berikut prakiraan cuaca hari ini
Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Timnas Indonesia akan menjamu Thailand di babak final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). 
Elkan Baggott hingga Mitchell Baker Bikin Pelatih Thailand Ketar-ketir, Anthony Hudson Akui Was-was Lihat Skuad Timnas Indonesia Jelang Final

Elkan Baggott hingga Mitchell Baker Bikin Pelatih Thailand Ketar-ketir, Anthony Hudson Akui Was-was Lihat Skuad Timnas Indonesia Jelang Final

Pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson mulai memetakan kekuatan Timnas Indonesia jelang final FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung Senin (5/10/2026) di GBK.
Sumardji Konfirmasi Thom Haye Terbebas dari Sanksi FIFA? Sebut Semua Pemain Timnas Indonesia Bisa Diturunkan di Laga Final FIFA ASEAN Cup

Sumardji Konfirmasi Thom Haye Terbebas dari Sanksi FIFA? Sebut Semua Pemain Timnas Indonesia Bisa Diturunkan di Laga Final FIFA ASEAN Cup

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand di partai final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). 
Komentar Media Italia soal Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia, Bawa-bawa Tragedi Kanjuruhan

Komentar Media Italia soal Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia, Bawa-bawa Tragedi Kanjuruhan

Keberhasilan fantastis Timnas Indonesia menembus partai final FIFA ASEAN Cup 2026 usai membantai Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) meny-
John Herdman Rotasi Pemain di Final FIFA ASEAN Cup Vs Thailand? Ketua BTN PSSI Sumardji Ungkap Kans Starting Eleven

John Herdman Rotasi Pemain di Final FIFA ASEAN Cup Vs Thailand? Ketua BTN PSSI Sumardji Ungkap Kans Starting Eleven

Tampil di partai final, John Herdman tentu akan menurunkan skuad terbaiknya ketika Timnas Indonesia menjamu Thailand di Stadion Utama Gelora BUng Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT