Deretan Gurita Bisnis Ruben Onsu yang Kini jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Profitnya Ada yang Capai Miliaran Per Bulan
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Jakarta, tvOnenews.com - Gurita bisnis milik Ruben Onsu kembali mencuri perhatian publik. Sorotan ini tak lepas setelah mantan suami Sarwendah itu ditetapkan sebagai tersangka.
Ruben Onsu sendiri baru-baru ini menjadi tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan jual beli produk diduga merugikan korban mencapai miliaran rupiah.
Kabar Ruben Onsu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan diungkap langsung oleh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, Kamis (20/8/2026).
"Beberapa hari lalu telah dilakukan gelar perkara, terhadap terlapor saudara RSO statusnya dialihkan sebagai tersangka. Kemudian dibuatkan surat penetapan sebagai tersangka," ujar Joko kepada wartawan.
Tak ayal, di balik kasus hukum ini, Ruben Onsu memang tidak sekadar dikenal sebagai presenter hingga aktor ternama saja, namun ia juga memiliki beberapa bidang usaha sebagai gurita bisnis terbesarnya yang bisa mendapat omset miliaran rupiah per bulan.
Daftar Gurita Bisnis Ruben Onsu
- YouTube/Raditya Dika
1. MOP Channel
Ruben Onsu mendirikan sebuah perusahaan bergerak di bidang bisnis konten digital pada Juni 2018. Ia menamakan perusahaannya yakni PT Media Onsu Perkasa.
Perusahaan Media Onsu Perkasa menaungi MOP Channel. Fokus utama produksi dari perusahaan tersebut menyajikan beragam konten hiburan, edukasi hingga tayangan informatif.
Mengacu dari akun resmi LinkedIn MOP Channel, Media Onsu Perkasa dikenal sebagai platform media digital besar di Indonesia. Seiringnya waktu, MOP Channel semakin berkembang karena memiliki beberapa platform digital, seperti YouTube hingga media sosial.
Adapun sub-channel yang menjadi pilihan dari MOP sangat beragam, mulai dari Bensurvive, Bensuara, Petualang Astral, Hijrah Milenial, Santai, Satu Hari Saja, Bisik-Bisik Tetangga, Cuap-Cuap, Tante Traktir, Check In, MOP Vlog, dan sebagainya.
Mengacu dari prediksi SocialBlade pada 2019, AdSense dari MOP Channel bisa mendapatkan Rp233 juta hingga Rp3,7 miliar per bulannya. Hingga kini, channel YouTube MOP Channel telah memiliki 8,37 subscriber.
2. ONSEA
ONSEA merupakan bidang usaha yang diluncurkan Ruben Onsu bekerja sama dengan Harvest Group Indonesia. Bisnis tersebut bergerak di bidang merek produksi minuman kesehatan dan nutrisi.
Minuman kesehatan hingga nutrisi dari ONSEA, mulai dari fiber drink, suplemen kolagen, hingga sereal lambung atau super cell food. Hal ini membuat ONSEA pernah meraih penghargaan "Fast-Growing Brand of the Year".
Hingga kini belum ada data atau angka pasti mengenai jumlah total pendapatan bersih Ruben Onsu dari merek bisnis kesehatan ONSEA. Namun, ia pernah sukses mencatatkan ribuan penjualan melalui platform digital hingga antusiasme tinggi sejak pertama kali bisnis tersebut diluncurkan.
3. PT Onsu Pangan Perkasa (OPP)
Ruben Onsu juga merambah bisnisnya di bidang F&B. Ia membuat perusahaan bernama PT Onsu Pangan Perkasa (OPP) yang bergerak menaungi merek dagang Geprek Bensu dan bberdiri pada 2017.
Geprek Bensu merupakan waralaba. Bisnis tersebut menjual ayam geprek pedas dengan harga yang mampu bersaing dengan pihak lainnya.
Awal mula berdiri Geprek Bensu sempat mempunyai 110 gerai tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mempekerjakan lebih dari 13.500 karyawan. Dari jumlah gerai tersebut, usaha ini pernah mencatatkan keuntungan sekitar Rp7 juta dalam sehari.
Sayangnya gerai Geprek Bensu semakin menurun bahkan disebut tidak beroperasi lagi. Bisnis Ruben bersama Jordi Onsu tersebut juga sempat menghadapi persoalan hukum berkaitan dengan penggunaan nama dengan brand lain yaitu I Am Geprek Bensu meski permasalahan ini sempat selesai.
4. Bisnis Kuliner Lain
Selain Geprek Bensu, Ruben juga bergerak beberapa sejumlah bisnis di bidang kuliner. Nama-nama usaha yang pernah dijalankan mantan suami Sarwendah itu, di antaranya Bensunda, Bensu Bakso, Besar Food, Bensu Drink hingga Big Ben Kopi.
Namun yang pasti dari bisnis kuliner, Ruben Onsu berhasil mencatatkan dirinya dapat meraup keuntungan miliaran rupiah per bulan. Ia bahkan pernah mengangguk terkait hal ini saat berbincang dengan Luna Maya dalam sebuah podcast.
Sayangnya sejumlah bisnis kuliner miliknya hingga kini tidak semuanya masih beroperasi. Sebab, ada yang tidak lagi menjadi fokus utama dari aktivitas bisnis dijalankan oleh Ruben Onsu.
5. Investasi Aset & Properti
Ruben Onsu jugua merambah gurita bisnisnya di bidang investasi dan aset properti. Bagian ini sebagai salah satu sumber kekayaan terbesatnya, mulai dari aset rumah mewah, kendaraan, properti, dan investasi lainnya.
Bisnis properti paling santer bernama Ruben Onsu Properti. Usaha properti tersebut menawarkan berbagai jenis rumah dengan harga bervariasi.
Aset properti pribadi juga menjadi bagian dari sumber kekayaannya. Hanya saja Ruben Onsu tidak pernah mengungkap investasi yang bergerak di bidang tersebut secara terbuka di ruang publik.
6. Bisnis Konten Digital Lain
Selain MOP Channel, Ruben Onsu juga mempunyai bisnis konten digital lain. Ia diketahui memiliki channel The Onsu Family hingga Just Ruben.
Namun untuk Onsu Family, Ruben tidak berfokus pada channel tersebut. Presenter ternama itu justru lebih mengutamakan "Just Ruben" yang sering menawarkan konten edukasi bersama ustaz, tokoh agama hingga aktivitas sehari-harinya.
Ruben Onsu Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Ruben Onsu saat ini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan status ini setelah penyidik melakukan gelar perkara.
Ruben sendiri sebelumnya berstatus sebagai terlapor dalam Laporan Polisi Nomor 310/VIII/2025/SPKT/Polres Jakarta Selatan tertanggal 22 Agustus 2025 terkait duguaan penipuan dan penggelapan yang pelapornya berinisial P.
"Yang menjadi korban adalah inisial DM. Sementara terlapor adalah inisial RSO. Yang saya pegang satu laporan ini. (nilai kerugiannya) nanti ini bagian dari materi penyidikan," terang Kasis Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi.
Duduk perkara permasalahan ini berangkat dari terlapor mempunyai usaha jual beli sebuah produk. Kemudian terlapor menawarkan korban agar menginvestasikan dana dengan perjanjian adanya keuntungan.
Hingga tiba waktu kesepakatan, kata Joko, terlapor tak kunjung memberikan keuntungan. Bahkan terlapor juga belum mengembalikan uang modal kepada korbann.
"Si korban pun melaporkan kejadian ini ke Polres Jakarta Selatan," tambahnya.
Hingga kini tim penyidik dari Satreskrim Polres Jakarta Selatan masih melakukan pendalaman dan tindak lanjut perkara ini. Pihak kepolisian akan memanggil tersangka dalam rangka pemeriksaan dijadwalkan pada minggu depan.
(hap)
Load more