Siapa Ahmad Zaki Ali? Relawan yang Meninggal Dunia Saat Menyalurkan Bantuan Gempa di NTT
- Instagram @ahmadzaki_ali
Ketika itu, sejumlah warga yang kehilangan kemampuan untuk mempertahankan usaha mendapatkan bantuan modal agar dapat kembali memenuhi kebutuhan hidup.
Jejak tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Zaki tidak hanya dilakukan ketika terjadi bencana besar, tetapi juga menyasar persoalan sosial yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
Kiprah Ahmad Zaki juga menjangkau luar Indonesia.
Pada 2025, ia terlibat dalam misi penyaluran bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina yang terdampak konflik. Zaki menjadi salah satu relawan yang memimpin keberangkatan tim menuju Yordania untuk menyalurkan bantuan kepada pengungsi Gaza.
Bantuan yang dihimpun bersama sejumlah lembaga kemanusiaan tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, pakaian hangat, selimut, hingga dukungan psikososial.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan panjang Zaki dalam kegiatan kemanusiaan lintas wilayah.
Selain Gerak Bareng, nama Ahmad Zaki juga pernah dikaitkan dengan komunitas Punk Muslim.
Komunitas tersebut dibangun untuk melakukan pendekatan dakwah dan pendampingan kepada anak-anak punk serta kelompok masyarakat yang berada di lingkungan marginal.
Salah satu program yang pernah dijalankan Ahmad Zaki adalah layanan penghapusan tato bagi masyarakat yang ingin memulai proses perubahan kehidupan.
Program tersebut kemudian berkembang ke sejumlah kota di Pulau Jawa dan Bali. Dalam salah satu kegiatan di Bandung pada 2017, program penghapusan tato bahkan disebut diikuti sekitar 200 peserta.
Program ini menjadi contoh bagaimana kegiatan sosial yang digagas Zaki berusaha menjangkau kelompok yang membutuhkan pendampingan secara langsung.
Sebelum meninggal dunia, Ahmad Zaki telah berada di NTT selama beberapa hari untuk membantu penanganan pascagempa.
Ia sempat membagikan aktivitasnya melalui media sosial, termasuk perkembangan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Dalam salah satu unggahan terakhirnya, Zaki menyebut sebagian besar amanah donasi dari masyarakat telah disalurkan kepada ratusan keluarga.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa situasi di lapangan masih membutuhkan perhatian. Gempa susulan disebut masih terjadi dan persediaan logistik mulai menipis.
“Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi,” tulis Zaki dalam unggahan terakhirnya, sebagaimana dikutip sejumlah media.
Load more