News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Ahmad Zaki Ali? Relawan yang Meninggal Dunia Saat Menyalurkan Bantuan Gempa di NTT

Profil Ahmad Zaki Ali, relawan yang meninggal saat menyalurkan bantuan gempa NTT, menyimpan kisah panjang pengabdian. Simak jejak kemanusiaan dan sosoknya.
Senin, 24 Agustus 2026 - 11:51 WIB
Ahmad Zaki Ali, Relawan yang Meninggal Dunia Saat Menyalurkan Bantuan Gempa di NTT
Sumber :
  • Instagram @ahmadzaki_ali

tvOnenews.com - Kabar duka datang dari misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ahmad Zaki Ali, relawan sekaligus pendiri Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia ketika sedang menjalankan tugas menyalurkan bantuan untuk warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur.

Ahmad Zaki meninggal pada Jumat, 21 Agustus 2026, di wilayah Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu, ia bersama sejumlah relawan tengah membawa bantuan menuju masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Kepergian Ahmad Zaki menyisakan duka bagi keluarga, rekan-rekan relawan, hingga masyarakat yang mengenal kiprahnya. 

Selama bertahun-tahun, ia dikenal aktif terjun dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pendidikan, hingga pendampingan masyarakat.

Kabar meninggalnya Ahmad Zaki dikonfirmasi oleh aparat kepolisian setempat. Berdasarkan keterangan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, Ahmad Zaki berangkat bersama tiga rekannya dari Posko Relawan Gerak Bareng di halaman Masjid Nurul Huda, Reo, sekitar pukul 14.00 WITA.

Mereka menuju Desa Satar Padut untuk mendistribusikan bantuan menggunakan kendaraan roda empat. Ahmad Zaki berada di balik kemudi kendaraan tersebut.

Dalam perjalanan, kondisi Ahmad Zaki tiba-tiba menurun. Ia sempat menghentikan kendaraan dan meminta rekannya membantu melepas jaket serta helm yang dikenakannya.

Tidak lama kemudian, Ahmad Zaki kehilangan kesadaran.

Rekan-rekannya segera membawa pria tersebut ke Posko Medis Damer untuk mendapatkan pertolongan. Namun setelah diperiksa oleh tenaga medis, Ahmad Zaki dinyatakan telah meninggal dunia.

Sejumlah pemberitaan menyebut dugaan kelelahan sebagai penyebabnya. Namun, keterangan mengenai penyebab medis secara pasti perlu dibedakan dari dugaan awal di lapangan. 

Laporan RRI juga menyebut penyebab kematian belum dipastikan secara rinci.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Ahmad Zaki sempat disemayamkan di Masjid Nurul Huda, Reo.

Proses pemulangan kemudian dilakukan dengan bantuan tim SAR. Jenazah dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dari wilayah terdampak menuju Labuan Bajo sebelum diterbangkan ke Jakarta.

Setibanya di Jakarta, jenazah Ahmad Zaki dibawa ke rumah duka di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia kemudian dimakamkan di TPU Sukabumi Selatan.

Prosesi pemakaman dihadiri keluarga, sahabat, sesama relawan, serta sejumlah komunitas yang mengenal kiprah Ahmad Zaki di bidang kemanusiaan.

Siapa Ahmad Zaki Ali?

Ahmad Zaki Ali dikenal sebagai salah satu sosok di balik berdirinya Gerak Bareng, sebuah komunitas atau lembaga sosial yang bergerak dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Di lingkungan Gerak Bareng, Zaki tidak hanya dikenal sebagai pendiri.

Ia juga dikenang sebagai guru, ustaz, sahabat, dan sosok yang aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Gerak Bareng menjalankan kegiatan di sejumlah bidang, mulai dari bantuan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah hingga pemberdayaan ekonomi.

Menariknya, kiprah Zaki dalam kegiatan sosial telah tercatat sejak bertahun-tahun lalu.

Republika pada 2016 pernah memberitakan keterlibatannya dalam gerakan kemanusiaan setelah kebakaran besar melanda kawasan Simprug, Jakarta Barat.

Saat itu, Ahmad Zaki bersama sejumlah relawan ikut menggalang dana melalui media sosial untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal.

Dari penggalangan tersebut, disebutkan sekitar 50 rumah permanen berhasil dibangun bagi para pengungsi.

Pengalaman tersebut kemudian ikut menjadi salah satu titik berkembangnya Gerak Bareng.

Salah satu pendekatan yang digunakan Ahmad Zaki dalam mengembangkan kegiatan sosial adalah penggalangan dana berbasis komunitas atau crowdfunding.

Dalam wawancaranya dengan Republika pada 2016, Zaki menjelaskan bahwa Gerak Bareng menggalang donasi melalui media sosial dan jejaring relawan tanpa bergantung pada proposal formal kepada lembaga tertentu.

Bagi Zaki, membantu masyarakat tidak berhenti ketika bantuan diberikan.

Gerak Bareng juga berupaya melakukan pendampingan hingga persoalan penerima manfaat dapat ditangani secara lebih menyeluruh.

Konsep tersebut kemudian berkembang dalam berbagai program sosial yang dijalankan komunitas.

Rekam jejak Ahmad Zaki dalam bidang kemanusiaan cukup panjang.

Bersama Gerak Bareng, ia pernah terlibat dalam berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi sulit. 

Program tersebut mencakup bantuan bagi korban bencana, pendampingan pasien dari keluarga kurang mampu, bantuan ekonomi, hingga penyediaan kebutuhan dasar masyarakat.

Media Indonesia juga pernah mencatat aktivitas Gerak Bareng dalam membantu warga terdampak pandemi melalui bantuan pangan dan modal usaha.

Ketika itu, sejumlah warga yang kehilangan kemampuan untuk mempertahankan usaha mendapatkan bantuan modal agar dapat kembali memenuhi kebutuhan hidup.

Jejak tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Zaki tidak hanya dilakukan ketika terjadi bencana besar, tetapi juga menyasar persoalan sosial yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Kiprah Ahmad Zaki juga menjangkau luar Indonesia.

Pada 2025, ia terlibat dalam misi penyaluran bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina yang terdampak konflik. Zaki menjadi salah satu relawan yang memimpin keberangkatan tim menuju Yordania untuk menyalurkan bantuan kepada pengungsi Gaza.

Bantuan yang dihimpun bersama sejumlah lembaga kemanusiaan tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, pakaian hangat, selimut, hingga dukungan psikososial.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan panjang Zaki dalam kegiatan kemanusiaan lintas wilayah.

Selain Gerak Bareng, nama Ahmad Zaki juga pernah dikaitkan dengan komunitas Punk Muslim.

Komunitas tersebut dibangun untuk melakukan pendekatan dakwah dan pendampingan kepada anak-anak punk serta kelompok masyarakat yang berada di lingkungan marginal.

Salah satu program yang pernah dijalankan Ahmad Zaki adalah layanan penghapusan tato bagi masyarakat yang ingin memulai proses perubahan kehidupan.

Program tersebut kemudian berkembang ke sejumlah kota di Pulau Jawa dan Bali. Dalam salah satu kegiatan di Bandung pada 2017, program penghapusan tato bahkan disebut diikuti sekitar 200 peserta.

Program ini menjadi contoh bagaimana kegiatan sosial yang digagas Zaki berusaha menjangkau kelompok yang membutuhkan pendampingan secara langsung.

Sebelum meninggal dunia, Ahmad Zaki telah berada di NTT selama beberapa hari untuk membantu penanganan pascagempa.

Ia sempat membagikan aktivitasnya melalui media sosial, termasuk perkembangan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Dalam salah satu unggahan terakhirnya, Zaki menyebut sebagian besar amanah donasi dari masyarakat telah disalurkan kepada ratusan keluarga.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa situasi di lapangan masih membutuhkan perhatian. Gempa susulan disebut masih terjadi dan persediaan logistik mulai menipis.

“Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi,” tulis Zaki dalam unggahan terakhirnya, sebagaimana dikutip sejumlah media.

Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga dan komunitas relawan, tetapi jejak pengabdian yang ditinggalkannya melalui Gerak Bareng serta berbagai aksi sosial membuat namanya tetap dikenang oleh orang-orang yang pernah merasakan manfaat dari gerakannya.

(tsy)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Mandalika, Marc Marquez Sebut Data Musim Lalu Sangat Membantunya Hadapi MotoGP Indonesia 2026

Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Mandalika, Marc Marquez Sebut Data Musim Lalu Sangat Membantunya Hadapi MotoGP Indonesia 2026

Marc Marquez membawa misi khusus pada MotoGP Indonesia 2026 dengan tekad mengakhiri rentetan hasil buruknya di Sirkuit Mandalika.
Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

PT Jasaraharja Putera membukukan laba bersih sekitar Rp234,49 miliar pada kinerja keuangan tahun 2025.
Resmi! Mitchel Bakker Gabung Klub Kasta Teratas Eropa dan Tantang Pilar Timnas Indonesia di Laga Debut

Resmi! Mitchel Bakker Gabung Klub Kasta Teratas Eropa dan Tantang Pilar Timnas Indonesia di Laga Debut

Sempat dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Mitchel Bakker resmi bergabung dengan klub kasta teratas Liga Belanda, NEC Nijmegen, setelah berpisah dengan Atalanta.

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Apa Kabar Mees Hilgers yang Lama Menepi karena Cedera ACL? Ngaku Sudah Kontak John Herdman

Apa Kabar Mees Hilgers yang Lama Menepi karena Cedera ACL? Ngaku Sudah Kontak John Herdman

Kabar segar menghampiri lini pertahanan Timnas Indonesia. Bek tangguh Mees Hilgers menyuarakan optimismenya untuk bisa kembali mengenakan jersey Merah Putih ...
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT