Perjalanan Tantri Kotak Mantap Berhijab, Sempat Berniat Keluar Band hingga Alami Insiden 'Berdarah' dengan Cella
- Instagram/tantrisyalindri
tvOnenews.com - Tantri Syalindri Ichlasari atau yang dikenal sebagai Tantri Kotak menceritakan perjalanan spiritual yang membawanya hingga mantap mengenakan hijab. Keputusan tersebut ternyata melalui proses panjang dan sempat diwarnai konflik dengan rekan satu bandnya, Cella.
Tantri mengaku sebenarnya sudah lama memiliki keinginan untuk berhijab. Namun, saat itu ia masih merasa ragu karena tren hijab belum seperti sekarang dan dinilai belum sesuai dengan identitasnya sebagai seorang lady rocker.
"Sebenarnya kepengen pakai hijab sudah lama, cuman kan tren jilbab kan masih belum sekeren sekarang lah, beberapa tahun belakangan."
- Instagram/tantrisyalindri
Keinginannya untuk berhijab semakin kuat setelah mengalami sebuah insiden ketika tampil bersama Kotak pada 2018. Saat itu, hubungan Tantri dan Cella sedang tidak baik dan keduanya bahkan sempat terlibat pertengkaran.
Insiden tersebut terjadi ketika Kotak tampil di Serdang Bedagai. Saat sedang melakukan headbang, Tantri tidak sengaja terkena bagian leher gitar milik Cella.
"Ada insiden waktu itu gue sama Cella berantem, dan di malam itu di Serdang Bedagai, kejadiannya pas lagi manggung gue kena neck gitarnya Cella," ucap Tantri dilansir dari kanal YouTube RockAroma ID.
Benturan tersebut membuat bagian dekat kelopak mata Tantri mengalami luka hingga mengeluarkan darah. Ia bahkan menunjukkan bagian yang terluka tersebut.
"Hampir kena mata sebelah kanan, pas lagi headbang gue ke bawah, Cella naikin gitarnya, itu baru lagu kedua di Serdang Bedagai."
Meski darah mengalir cukup banyak, Tantri mengaku tidak terlalu merasakan sakit. Ia menduga adrenalin saat tampil di atas panggung membuat rasa sakit tersebut tidak begitu terasa.
"Padahal di malam itu niat gua adalah gua mau cabut dari Kotak."
Tantri mengatakan, sebelum tampil pada malam tersebut, ia memang sudah bertekad untuk meninggalkan band. Hubungannya dengan Cella ketika itu juga sedang tidak baik sehingga komunikasi di antara mereka tidak berjalan sebagaimana mestinya.
"Jadi malam itu kan gua sama Cella kondisinya lagi tidak bisa berkomunikasi dengan baik, terus pas lagi doa sebelum manggung tuh, pokoknya gua mau selesai deh habis dari event ini," tuturnya.
Namun, setelah mengucapkan doa tersebut, insiden di atas panggung justru terjadi. Tantri kemudian memaknai kejadian itu sebagai sebuah pertanda bahwa dirinya belum diperbolehkan meninggalkan Kotak.
Setelah kejadian tersebut, Tantri menjalani pengobatan dan berusaha menyelesaikan persoalannya dengan Cella. Ia kemudian meminta waktu untuk berbicara empat mata dengan rekannya tersebut.
Tantri juga menyampaikan permintaan maaf karena pada malam kejadian itu sempat memiliki keinginan untuk meninggalkan band. Menurutnya, peristiwa tersebut membuatnya menyadari bahwa keputusan untuk pergi ternyata tidak sesederhana yang ia bayangkan.
“ Tapi setelah kejadian ini aku akhirnya paham ternyata nggak semudah itu ya, ego kita tuh dikasih makan, ternyata sama yang di atas nggak dizinin, ada kejadian ini, kayaknya aku punya salah deh.”
Ia kemudian mengajak Cella untuk membicarakan persoalan mereka secara terbuka. Bagi Tantri, pembicaraan tersebut bukan untuk menentukan siapa yang salah, melainkan mencari jalan keluar bersama.
“Boleh nggak kita ngobrol berdua, unek-uneknya dikeluarin, debatable di situ, tidak untuk mencari yang salah tapi kita solusinya kan.”
Mendapat Jawaban Saat Umrah
Setelah insiden tersebut, Tantri memutuskan untuk melakukan ibadah umrah seorang diri. Keputusan itu diambil setelah dirinya merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan dan kondisi hubungan yang kurang baik dengan Cella.
"Salah satu alasan berantem itu karena terjebak rutinitas, waktu itu sempat tidak pulang lah selama tiga bulan, jadi road tour naik mobil."
Padatnya aktivitas membuat komunikasi di antara mereka semakin berkurang. Tantri pun mulai merasakan kekosongan meskipun secara materi kehidupannya berjalan dengan baik.
"Nggak ada komunikasi kan, miss com dan lain-lain, akhirnya gue kayak hampa ya, gua dikasih duit nih sama yang di atas tapi kok perasaan gua kok kosong aja. Akhirnya salah satunya aku umroh deh."
Tantri kemudian menjalani umrah seorang diri. Dalam perjalanan spiritual tersebut, ia merasa mendapatkan jawaban atas kegelisahan yang selama ini dirasakan, termasuk mengenai keinginannya untuk mengenakan hijab.
Sepulang dari umrah, Tantri mulai memantapkan hati untuk berhijab. Namun, sebelum mengambil keputusan tersebut, ia terlebih dahulu mempertimbangkan respons orang-orang terdekat, termasuk manajemen, anggota Kotak, dan suaminya.
"Manajemen oke gak kalau gua pake hijab, anak-anak Kotak oke gak? laki gua oke nggak? laki gua nggak ngijinin."
Menurut Tantri, suaminya awalnya belum memberikan izin karena khawatir dengan konsistensinya dalam mengenakan hijab.
"Karena dia takut, takut jilbabnya lepas pasang."
Tantri kemudian berusaha meyakinkan suaminya hingga akhirnya mantap mengenakan hijab. Sejak akhir 2018, Tantri pun konsisten tampil dengan hijab hingga sekarang.
Keputusan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya. Bagi Tantri, keinginannya untuk berhijab tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang ia jalani setelah melewati berbagai persoalan dalam kehidupan dan kariernya.
Load more