Rekam Jejak Perjalanan Dolly Parton Legenda Musik Country yang Meninggal, Pernah Jadi Gadis Miskin dari Pegunungan
- Instagram/@dollyparton
Ia bahkan mulai bermain gitar di gereja milik kakeknya. Hal ini mendorong dirinya mulai menulis lagu pada setahun kemudian.
Parton bahkan mulai bermain gitar dan tampil di acara televisi lokal saat menginjak usia 10 tahun. Bakat ini membawa dirinya meninggalkan kampung halamannya setelah lulus SMA dan memulai perjalanan di Nashville pada 1964.
Ia bahkan menginjak panggung Grand Ole Opry di Nashville. Pada saat itu ia diperkenalkan sebagai "seorang gadis kecil dari wilayah Tennessee Timur" oleh Johnny Cash.
Parton pun mulai mengejar karier musiknya. Perjalanannya mulai berkembang pesat setelah direkrut oleh penyanyi country, Porter Wagoner.
Wagoner dan Parton menjalani duet pertamanya bertajuk "The Last Thing On My Mind" yang dirilis pada 1967. Mereka pun tampil dalam The Porter Wagoner Show.
Ia mulanya lebih dikenal sebagai sosok yang berduet bersama Wagoner. Di tahun yang sama, Parton justru menunjukkan dirinya mampu mendirikan perusahaan penerbitan musik sendiri sebagai penyanyi solo.
Melalui lagu "Joshua", Parton justru mendapatkan country nomor 1 pertamanya pada 1971. Pada 1973 tepatnya dua tahun kemudian, ia merilis "Jolene", sebuah lagu menceritakan tentang seorang perempuan memohon kepada perempuan lain agar tidak mengambil kekasihnya.
Sejumlah lagu yang menjadi klasik musik country terutama Jolene semakin memperkuat posisinya sukses memuncaki tangga lagu country. Bahkan lagu Jolene berhasil menembus pasar internasional.
Pada 1975, Parton bahkan pernah menegaskan, "Saya akan selalu menjadi musisi country karena saya adalah perempuan dari dunia country. Gaya saya adalah jiwa dan perasaan saya. Saya akan menceritakan kepada dunia melalui lagu-lagu saya apa yang tidak akan saya ceritakan kepada ibu saya."
Ungkapan tersebut menunjukkan Parton tidak meninggalkan akar musiknya sebagai musisi country. Walaupun dirinya semakin menjajaki kariernya ke sejumlah bidang lainnya, seperti aktris, penulis, dan sebagainya.
Pada 1974, ia menulis sebuah lagu sebagai salah satu warisan terbesar saat mengungkapkan perpisahan sekaligus menandakan hubungan profesional dengan Wagoner berakhir. Ia membuat lagu bertajuk "I Will Always Love You".
Alih-alih sekadar ungkapan perpisahan, lagu yang ditulis Parton justru kembali mendunia setelah berselang puluhan tahun. Karyanya semakin dikenal setelah dibawakan Whitney Houston untuk film The Bodyguard pada 1992.
Load more