Habib Bahar bin Smith Tak Diam, Singgung Ormas di Jakarta yang Diduga Keroyok Warga: Mau Siapa pun Lawan Ana
- Tangkapan layar YouTube Uya Kuya TV
Jakarta, tvOnenews.com - Pendakwah Habib Bahar bin Smith ikut menyinggung kasus pengeroyokan warga Pejompongan, Jakarta Pusat. Aksi penganiayaan saat demo 27 Agustus di depan DPR/MPR RI diduga melibatkan organisasi masyarakat (ormas).
Habib Bahar bin Smith mengetahui kasus penganiayaan diduga melibatkan ormas besutan Hercules Rozario Marshal, GRIB Jaya di Jakarta membuat seorang warga sekitar, Bambang Setiyawan (59) meninggal dunia.
Habib Bahar bin Smith menambahkan, aksi pengeroyokan diduga melibatkan ormas juga menyasar ke Faturohman (18), siswa Madrasah Aliyah (MA) asal Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Habib Bahar pun memastikan dirinya tidak tinggal diam. Ia berjanji akan terus mengawal kasus dugaan penganiayaan yang disebut melibatkan ormas di Jakarta.
"Kita akan kawal kasus-kasus ini yang menjadi korban kebiadaban ormas. Bapak Bambang sampai meninggal dunia, Fatur dikeroyok, dianiaya" ujar Habib Bahar saat takziah ke rumah korban dilihat tvOnenews.com dari video yang viral di media sosial, Sabtu (29/8/2026).
Menurut HBS sapaan akrabnya, tindakan dugaan penganiayaan dilakukan oleh ormas tidak boleh dibiarkan. Aksi mengakibatkan orang meninggal dunia hingga babak belur sudah masuk dalam tindakan pidana.
"Tindakan pelakunya bagian dari kurang ajar, biadab. Pelaku-pelakunya wajib ditangkap dan diadili. Semua sudah masuk dalam tindak pidana," terangnya.
Ia menambahkan, dirinya telah melihat sejumlah video ketegangan di momen aksi demonstrasi 27 Agustus 2026. Sebagian video yang beredar di media sosial berhasil menunjukkan wajah para pelaku.
Ia mencontohkan pasal yang dapat menjerat para pelaku pengeroyokan, mulai dari Pasal 361 Ayat (3), Pasal 378. Karena mengakibatkan orang meninggal dunia, pelaku juga bisa disangkakan Pasal 340 KUHP mengatur tentang pembunuhan berencana.
"Ada pasalnya dan tidak bisa dibiarkan. Jadi, mereka wajib ditangkap itu pelaku penganiayaan," tegasnya.
Habib Bahar bin Smith Desak Ormas yang Terlibat Ditangkap
- Antara
Ia memastikan dirinya berada di sisi rakyat. Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tajul Alawiyyin, Bogor itu menjamin tidak akan membiarkan ormas maupun preman melawan rakyat.
"Saya jamin, saya di sisi rakyat, jika mereka atau preman maka saya di sisi rakyat," ucapnya.
Ia mendesak pihak kepolisian maupun aparat penegak hukum wajib menangkap para pelaku yang terlibat. Ia menyinggung ormas diduga menjadi pihak mengakibatkan warga babak belur dan meninggal dunia.
"Siapa pun ormas-ormasnya mau itu GRIB, BWI, atau siapa pun semua harus ditahan, tidak ada urusan," desak dia.
Menurut HBS, kemunculan ormas-ormas dinilai sangat aneh. Kehadiran mereka saat melawan rakyat sudah masuk kategori melampaui batas.
"Sampai mengadu domba rakyat seperti itu, benar-benar biadab. Mereka semena-mena terhadap rakyat," lanjutnya.
Habib Bahar Tidak Gentar Lawan Ormas
Lebih lanjut, Habib Bahar di tengah takziah ke rumah duka menyampaikan penegasannya. Ia mengaku tidak akan gentar menghadapi atau melawan ormas maupun premanisme lainnya yang melakukan aksi anarkis kepada rakyat.
"Heh, buat preman-preman itu semua, kumpulin mereka semua menjadi satu preman-preman, siapa pun yang berbuat kemungkaran, kumpulin semuanya. Kalian lawan ana (saya)," katanya.
"Hey biar kalian tahu, kelingking saya tidak akan gemetar menghadapi kalian semua preman biadab meski menjadi satu. Kelingking saya tidak akan gemetar, mau siapa pun, mau GRIB, mau BWI," tambahnya.
GRIB Jaya Bantah Terlibat Ketegangan di Jakarta
Sementara, ormas yang dipimpin Hercules bereaksi terkait pihaknya menuai gelombang perhatian keras dari publik. Sorotan itu tak lepas bahwa GRIB Jaya diduga terlibat dalam kerusuhan setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Bantahan itu menyusul setelah sejumlah video beredar di media sosial. Rekaman pertama menunjukkan sekelompok orang turun dari beberapa mobil hingga truk di kawasan Tol Slipi, Jakarta Barat.
Rombongan orang mengenakan ikat kepala berwarna putih sambil diduga membawa benda seperti kayu panjang. Selain itu, sebuah rekaman menunjukkan perekam video diduga menyebut Hercules turun tangan langsung.
Kuasa hukum ormas GRIB Jaya, Wilson Colling justru meluruskan kabar yang beredar di media sosial. Ia membantah pihaknya terlibat dalam kerusuhan.
Wilson juga menepis tudingan yang menyebutkan Hercules memberikan perintah kepada anggotanya. Pria kelahiran asal Timor Leste itu justru meminta para anak buahnya tidak turun ke lokasi aksi.
Hercules, kata dia, justru mengimbau agar anggotanya turut menjaga ketertiban umum guna menciptakan situasi tetap aman. Sikap tersebut menunjukkan sikap GRIB Jaya mendukung aparat menjaga keamanan di Jakarta.
Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Ormas
Polda Metro Jaya turut merespon sejumlah video yang viral di media sosial. Polisi masih melakukan pendalaman terkait aksi dugaan keterlibatan sejumlah ormas dalam kericuhan di tengah aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah ada keterlibatan dari ormas tertentu dalam aksi ketegangan itu.
"Terkait tentang ormas, kami masih melakukan pendalaman karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu," ujar Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026).
Ia mendapatkan informasi terkait adanya massa yang turun dari truk diduga merupakan anak buah Hercules dari ormas GRIB Jaya. Budi menegaskan, informasi yang beredar bisa saja bersifat disinformasi yang bisa memicu provokasi di ruang media sosial.
"Teman-teman harus memahami banyak unggahan di media sosial yang disinformasi, provokasi, dan hoaks," tukas Budi.
(hap)
Load more