Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi
- X/FajarDawnVirgo
tvOnenews.com - Platform media sosial X mendadak digemparkan oleh sebuah kabar pilu yang menyita perhatian luas netizen Indonesia.
Sebuah peristiwa memilukan menimpa seorang pria yang diduga sengaja mengakhiri hidupnya setelah merencanakan perpisahan secara sangat matang dan terperinci.
Akun media sosial X dengan display name Stewie (@FajarDawnVirgo) mengunggah sebuah postingan pada tanggal 5 September 2026 yang langsung menyedot perhatian publik.
Melalui unggahan tersebut, pemilik akun bak memberikan sebuah pemberitahuan dingin dan memilukan bahwa ketika tweet tersebut berhasil terunggah ke linimasa, artinya ia telah meninggal dunia.
Dalam tweet yang sama, ia juga menyertakan sebuah flyer duka cita lengkap dengan foto dirinya sendiri, hingga beberapa screenshot bukti transfer donasi ke sejumlah yayasan dengan nominal yang mencapai puluhan juta rupiah.
Tak hanya donasi, ia juga meninggalkan sebuah QR code agar orang lain bisa mengakses autobiografinya yang telah ia susun secara detail di sebuah situs web khusus.
Selain itu, unggahan yang mirip ternyata juga ditemukan dari akun X lain dengan display name Steve (@Steve_ADF).
Berdasarkan pernyataan dari sejumlah netizen di X, diketahui bahwa Stewie dan Steve sebenarnya adalah display name dari dua akun X yang aslinya sama-sama dipegang oleh seorang pria bernama Fajar Sahrudin.
Kabar duka ini kian memicu belasungkawa publik setelah netizen lain yang diketahui berteman dengan Fajar menuliskan pernyataan resmi dalam unggahan di akun X-nya.
Ia menyampaikan bahwa Fajar ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang membiru di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
{{ diarybyraa/status/2096371867108163989 }}
Netizen tersebut juga menceritakan bahwa di lokasi penemuan jasadnya, ditemukan satu buket bunga matahari, berbagai jenis barang yang ingin dia berikan untuk orang-orang di sekitarnya, hingga makanan kucing.
Sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia, Fajar pun sempat mengirimkan pesan bahaya (SOS message) lewat media sosial Tumblr dan mengunggah foto di lokasi tempat ia kemudian ditemukan telah meninggal dunia.
{{ diarybyraa/status/2096414153204445207 }}
Kisah kepedihan hidup yang dirasakan oleh Fajar terungkap secara rinci melalui autobiografi yang sempat ia unggah.
Dalam tulisan tersebut, Fajar menceritakan bahwa dirinya harus mengalami kehidupan yang teramat berat sejak ia masih kecil. Ia membeberkan perjalanan hidupnya yang penuh cobaan, mulai dari kedua orangtuanya yang meninggal dunia, kedua kakaknya yang tidak memberikan dukungan untuknya, kenyataan pahit saat menjadi korban aksi bullying, mengalami kesulitan finansial yang berkepanjangan, hingga harus pontang-panting mencari uang demi menyelesaikan studi S1-nya.
Tekanan hidup yang sangat berat tersebut pada akhirnya membuat ia mengambil keputusan tragis untuk melakukan aksi bunuh diri, yang diduga kuat dilakukan dengan menenggak racun jenis sianida.
Pasalnya, di dalam teks autobiografinya, Fajar secara khusus menuliskan kata NACN (rumus kimia untuk Natrium Sianida) serta menyinggung kasus hukum Jessica Wongso.
Hal tersebut diduga kuat oleh para netizen sebagai sebuah kode terselubung bahwa ia memutuskan untuk menenggak racun mematikan tersebut guna mengakhiri seluruh penderitaan hidupnya.
Meski demikian, hingga artikel ini ditulis belum diketahui dengan pasti bagaimana Fajar mengakhiri hidupnya.
Di sisi lain, jenazah Fajar juga masih menunggu untuk dijemput oleh keluarganya di Lampung, dan kini masih disemayamkan di Rumah Duka RSCM Abadi, Senen, Jakarta Pusat. (ism)
TRIGGER WARNING:
Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Load more