Harapan Terakhir Fajar Sahrudin di Autobiografinya sebelum Ditemukan Meninggal Dunia di GBK
- Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo
tvOnenews.com - Kepergian Fajar Sahrudin masih menyisakan rasa duka yang sangat mendalam sekaligus simpati luas dari warganet di media sosial X.
Pria yang diduga mengakhiri hidupnya ini sempat meninggalkan "jejak terakhir" berupa autobiografi digital yang disusun secara amat rapi dan terperinci.
Di balik rekam kisah hidupnya yang dipenuhi perjuangan keras dan kepedihan, Fajar menyelipkan sebuah pesan menyentuh mengenai harapan terakhirnya bagi siapa pun yang membaca lembar perjalanan kisahnya.
Peristiwa tragis ini terungkap setelah jasad Fajar ditemukan di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Menurut keterangan temannya, saat pertama kali ditemukan, kondisi tubuh Fajar diketahui sudah membiru dalam posisi terbaring.
Di sekitar lokasi kejadian juga terdapat buket bunga matahari, kado-kado perpisahan yang telah ia siapkan, hingga persediaan makanan untuk kucing.
Fajar diduga kuat mengambil keputusan untuk melakukan aksi bunuh diri di tempat tersebut karena sudah tak mampu menahan beban hidup yang menumpuk.
Tindakan memilukan yang diambil Fajar disinyalir akibat rentetan tekanan hidup yang teramat berat dan berkepanjangan.
Sejak usia dini, ia telah kehilangan ayahnya yang disusul oleh ibunya. Ia juga harus berjuang secara finansial sendirian demi membiayai kebutuhan hidup dan kuliah S1, serta kerap menjadi korban aksi bullying di lingkungan sekitarnya.
Beban fisik dan emosional yang berakumulasi selama bertahun-tahun tersebut akhirnya mengganggu kesehatan mentalnya, hingga Fajar secara medis didiagnosis mengidap gangguan bipolar.
- Figma/Fajar Sahrudin
Sebelum berpulang, Fajar bak telah mempersiapkan momen perpisahan ini sejak jauh hari. Salah satu peninggalan penting yang ia tinggalkan adalah tautan dokumen autobiografi di sebuah platform situs web.
Di dalam autobiografi tersebut, Fajar menguraikan secara mendalam seluruh episode kehidupannya, mulai dari masa lahir, kepahitan masa kecil, perjuangan karier, hingga detik-detik hari terakhirnya sebelum ditemukan meninggal dunia.
Menariknya, pada bagian awal autobiografi tersebut, Fajar secara khusus menuliskan pesan tulus yang berisi harapan terakhirnya bagi para pembaca.
Di tengah beratnya penderitaan yang ia alami sendiri, Fajar menyampaikan pesan agar siapa saja yang membaca kisah hidupnya bisa memetik pelajaran berharga.
Ia sangat berharap agar orang-orang yang membaca autobiografinya dapat menemukan jalan hidup yang jauh lebih terang dan lebih bahagia daripada jalan penuh lika-liku yang terpaksa harus ia tempuh.
"Aku harap siapapun yang membaca kisahku ini dapat menemukan jalan hidupnya yang lebih terang dariku dan hidup dengan penuh kebahagiaan," tulis Fajar dalam autobiografinya, dikutip Senin (7/9/2026).
- Figma/Fajar Sahrudin
Sejumlah netizen di media sosial X pun ikut mengomentari mengenai apa yang dilakukan oleh Fajar Sahrudin. Selain mengirim doa, tak sedikit netizen yang mengingatkan bahwa apa yang dilakukan oleh Fajar bukanlah suatu hal yang baik untuk ditiru.
"Ini ga indah sama sekali ya guys, meski di kemas dgn aesthetic, ini mendatangkan penderitaan tak berakhir. Ini bukan yg kalian kira jalan pintas. We need you guys, so stay! You all are strong!," ujar salah satu netizen X.
"Please normalisasi ke RSJ & saranin org ke RSJ. Jangan biasakan becandain RSJ. Stop bully org ke RSJ."
"Donasi ke komunitas kesehatan mental inklusif itu warisan yang berarti. Semoga memoir-nya dibaca dengan hati-hati, bukan sebagai undangan untuk mengikuti langkah yang sama," kata netizen X lain.
(ism)
TRIGGER WARNING:
Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. (ism)
Load more