News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Sekadar Anabul, Mengapa Generasi Muda Makin Selektif Memilih Makanan untuk Kucing?

Generasi muda melihat kucing sebagai bagian dari lifestyle. Perubahan ini ikut mengubah cara cat parent memilih makanan, merawat, dan mengenali
Senin, 7 September 2026 - 23:18 WIB
Ilustrasi Bukan Sekadar Anabul, Mengapa Generasi Muda Makin Selektif Memilih Makanan untuk Kucing?
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Memelihara kucing kini bukan sekadar soal menyediakan makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bagi sebagian generasi muda, kehadiran hewan peliharaan telah berkembang menjadi bagian dari keseharian, bahkan identitas dan lifestyle. 

Kucing bukan hanya hewan yang tinggal di rumah, tetapi juga teman, sumber hiburan, sekaligus bagian dari rutinitas pemiliknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan tersebut ikut memengaruhi cara konsumen memilih produk untuk hewan. Faktor seperti kandungan nutrisi dan kebutuhan kesehatan tetap penting, tetapi keputusan pembelian dapat bersinggungan dengan pengalaman menggunakan produk, kemudahan memperoleh informasi, hingga bagaimana sebuah brand berkomunikasi dengan pemilik hewan. 

Dengan kata lain, hubungan antara manusia dan hewan peliharaan turut mengubah ekspektasi terhadap industri pet care.

Fenomena itu terlihat dalam survei JakPat pada Maret 2026. Dari 647 responden yang memiliki hewan peliharaan, 75 persen memilih kucing sebagai hewan yang dipelihara. 

Alasan terbesar memiliki hewan peliharaan adalah untuk mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati, dipilih oleh 63 persen responden. Sebanyak 62 persen lainnya menyebut keinginan memiliki teman di rumah. Responden survei terdiri dari 51 persen milenial, 37 persen Gen Z, dan 12 persen Gen X.

Ketika Kucing Menjadi Bagian dari Lifestyle

Meningkatnya kedekatan emosional dengan hewan membuat konsep pet ownership perlahan bergeser. Pemilik tidak lagi hanya melihat hewan sebagai sesuatu yang perlu diberi makan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Laporan TGM Research mengenai tren pet ownership di Indonesia 2026 menunjukkan bahwa sebagian pemilik semakin melihat hewan peliharaan sebagai anggota keluarga dan pendamping emosional. Laporan tersebut juga mencatat kecenderungan pemilik meningkatkan pengeluaran untuk berbagai produk dan layanan yang berkaitan dengan hewan peliharaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan ini penting karena memengaruhi cara konsumen memandang kebutuhan hewan. Makanan, misalnya, tidak semata-mata dipilih berdasarkan harga. Kandungan nutrisi, manfaat fungsional, kebutuhan berdasarkan usia atau kondisi hewan, serta kepercayaan terhadap merek dapat menjadi pertimbangan.

Di sisi lain, generasi muda juga hidup dalam lingkungan yang sangat visual. Produk yang mereka temui di toko maupun platform digital tidak berdiri sendiri. Kemasan, logo, warna, komunikasi media sosial, hingga cara brand membangun komunitas ikut membentuk persepsi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pasien Stroke Usia 30an Meningkat, Dokter Ungkap Pemicu dan Gejalanya

Pasien Stroke Usia 30an Meningkat, Dokter Ungkap Pemicu dan Gejalanya

Stroke yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan kelompok lanjut usia kini juga semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Dari Fungsi ke Estetika, Mengapa Kompor Gas Kaca Makin Diminati dan Mulai Jadi Pilihan Dapur Modern?

Dari Fungsi ke Estetika, Mengapa Kompor Gas Kaca Makin Diminati dan Mulai Jadi Pilihan Dapur Modern?

Kompor gas kaca semakin menarik perhatian konsumen. Selain desain, faktor fungsi, keamanan, ketahanan, brand trust, dan layanan purna jual ikut menentukan
JETE RUN Festival 2026 Surabaya Digelar Berbeda hingga Torehkan Rekor MURI

JETE RUN Festival 2026 Surabaya Digelar Berbeda hingga Torehkan Rekor MURI

Berbeda dari tahun sebelumnya, JETE RUN  tidak hanya memindahkan lintasan ke pusat Kota Surabaya, tetapi juga memperluas konsep acara menjadi sebuah festival.
Habiburokhman Tegaskan RUU Perampasan Aset Tidak Boleh Jadi Alat Kekuasaan

Habiburokhman Tegaskan RUU Perampasan Aset Tidak Boleh Jadi Alat Kekuasaan

Komisi III DPR berkomitmen menyusun RUU tersebut dengan saksama dan hati-hati agar pelaksanaannya dalam jangka panjang tak justru mengkriminalisasi rakyat lemah
5 Pemain FC Seoul yang Bisa Jadi Mimpi Buruk Persib di ACL Two, Ada Pilar Timnas Korea hingga Bek Piala Dunia

5 Pemain FC Seoul yang Bisa Jadi Mimpi Buruk Persib di ACL Two, Ada Pilar Timnas Korea hingga Bek Piala Dunia

Persib bakal menghadapi tantangan besar ketika menjalani pertandingan pertama fase grup AFC Champions League Two. Berikut pemain FC Seoul yang wajib diwaspadai.
Jangan Abaikan! 7 Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau bagi Kesehatan, Warga di Wilayah Terdampak Harus Waspada

Jangan Abaikan! 7 Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau bagi Kesehatan, Warga di Wilayah Terdampak Harus Waspada

Berikut 7 dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi kesehatan, warga di wilayah terdampak harus lebih waspada dan jangan abaikan.

Trending

Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate ternyata sempat ragu merekrut Megawati Hangestri. Orang dalam mengungkap banyak kekhawatiran soal kondisi sang pevoli Indonesia.
Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Megawati Hangestri dipuji skuad Hyundai Hillstate setelah memamerkan hasil make up-nya sendiri saat momen photo shoot di Suwon Gymnasium beberapa waktu lalu.
Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Sebuah akun media sosial X dengan display name Stewie mengunggah sebuah postingan tentang dirinya yang mungkin telah meninggal dunia saat tweet tersebut muncul.
Kumpulan Fakta Kematian Fajar Sahrudin yang Viral di X, Jenazahnya Ditemukan Sudah Membiru di GBK

Kumpulan Fakta Kematian Fajar Sahrudin yang Viral di X, Jenazahnya Ditemukan Sudah Membiru di GBK

Fajar Sahrudin diduga mengambil keputusan tragis tersebut di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, setelah mengunggah pesan perpisahan serta autobiografi.
LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

Peranan Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam penanganan dugaan kasus TPPU eks Jampidsus, Febrie Adriansyah turut disorot berbagai pihak.
Harapan Terakhir Fajar Sahrudin di Autobiografinya sebelum Ditemukan Meninggal Dunia di GBK

Harapan Terakhir Fajar Sahrudin di Autobiografinya sebelum Ditemukan Meninggal Dunia di GBK

Fajar Sahrudin menyelipkan pesan menyentuh tentang harapan terakhirnya bagi siapa pun yang membaca lembar perjalanan kisah yang ia tuliskan di autobiografinya.
Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu menanggapi santai terkait tidak harmonisnya hubungannya dengan DPRD Tapteng pascabencana.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT