Sidak Sekolah Maung, Dedi Mulyadi Uji Kemampuan Siswa Lewat Tes Matematika Berhadiah Rp1,5 Juta
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
“Nah, siapa yang berani lagi? Rp1.400. 400 / 36 saya kasih hadiah Rp1,5 juta. Siapa yang berani tes matematika sama saya? Maju ke depan,” tantang Dedi Mulyadi.
Seorang siswa kelas 12 jurusan IPA kemudian maju untuk mengikuti tantangan tersebut. Dedi Mulyadi memberikan soal pembagian Rp1.400 dengan angka 36. Siswa itu menjawab 38,9 dan jawaban tersebut dinyatakan benar. Dedi kemudian memberikan satu soal tambahan untuk memastikan kemampuan siswa tersebut.
“Rp1.400 dibagi 36,” tanya Dedi Mulyadi.
“38,9,” jawab siswa tersebut.
“Lagi satu lagi. Satu lagi, ya kan, Rp1.450 dibagi 42?” tanya Dedi Mulyadi lagi.
“34,5 ya,” jawab siswa tersebut dan ternyata benar.
Setelah siswa tersebut berhasil menjawab dua soal dengan benar, Dedi Mulyadi langsung memberikan hadiah yang telah dijanjikan. Momen tersebut menjadi bagian dari dialog interaktifnya dengan siswa sekaligus menunjukkan pentingnya keberanian dalam menghadapi tantangan.
“Betul, ya sudah, Rp1,5 juta saya kasih,” kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi kemudian menegaskan bahwa kemampuan akademik siswa bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Menurutnya, metode pembelajaran juga memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan siswa. Karena itu, ia mendorong adanya perubahan cara mengajarkan matematika agar lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi intinya satu, bukan di kualitas akademik anak-anak, bukan metodologi pembelajarannya yang lebih mudah, ya kan? Nanti guru matematikanya ikut kursus, ya Bu. Kan nanti saya pengin anak mau ketika dites itu kayak anak Nabire semuanya melebihi kalkulator,” tutup Dedi Mulyadi.
Selain persoalan akademik, Dedi Mulyadi juga mengingatkan kembali pentingnya karakter siswa di Sekolah Maung. Ia ingin siswa tidak hanya unggul dalam pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola lingkungan, menjaga kebersihan, dan menjalankan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau sekolah dengan jumlah siswanya 1000 lebih, terus kotor. Jadi penghuninya kira-kira anak-anak akademik bukan? Penghuninya manusia unggul enggak? Karena manusia unggul itu kekuatannya bukan dibobot akademik saja. Akademik itu tujuannya untuk apa? Untuk kemajuan, untuk kemanusiaan, untuk keadilan. Itu tujuan akademik,” kata Dedi Mulyadi.
Load more