Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup
- Instagram/Threads @fajardawnvirgo
tvOnenews.com - Gelagat Fajar Sahrudin alias Stewie untuk mengakhiri hidupnya dengan lebih cepat atau bunuh diri ternyata sudah diketahui sejak tahun lalu.
Hal ini mengemuka setelah muncul sebuah utas dari salah seorang warganet yang merasa khawatir dengan tingkah laku Fajar Sahrudin pada Juni 2025 silam.
TRIGGER WARNING:
Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Ramai di media sosial aksi bunuh diri yang diduga dilakukan seseorang bernama Fajar Sahrudin (31) di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Yang menjadi sorotan dari kematian ini adalah gara-gara pria itu mengunggah schedule post berupa death note atau pesan terakhir yang ditulis sebelum meregang nyawa.
Namun setelah ramai jadi pembahasan, tak sedikit juga dari warganet yang menganggap jika kejadian ini hanyalah fiktif semata untuk menarik perhatian.
Pasalnya, tidak ditemukan bukti dokumentasi baik foto ataupun video evakuasi Fajar Sahrudin yang kabarnya terbaring di GBK, kawasan di pusat kota Jakarta.
Gelagat Aneh Sejak Juni 2025
- Threads/diano.eko
Sebelum tewas karena bunuh diri, Fajar Sahrudin kabarnya sempat memberikan donasi kepada empat lembaga animal rescue untuk perawatan kucing dan anjing.
Tapi ternyata, timeline serupa pernah dilakukan Fajar Sahrudin pada 10 Juni 2025 silam. Hal itu diungkap oleh salah satu akun Threads @diano.eko.
“Lewat di feed IG, ada cowok bernama Fajar, sumbangin duitnya puluhan juta ke shelter2 kucing & anjing. Sm shelter dibeliin makanan2 premium (sesuai permintaan Fajar), biar anabul2nya sesekali makan yg enak, berkualitas tinggi,“ kata @diano.eko pada 10 Juni 2025.
Sang pemilik akun lantas curiga lantaran gelagat Fajar di platform media sosial lain seperti Instagram seolah menandakan kalau dia berniat mengakhiri hidupnya.
“Yg bikin khawatir, surat yg dikirim Fajar ke shelter, seolah2 kyk pesan terakhir… Pas cek IGnya, ada bbrp post yg alarming, seakan dia sudah mau menyerah dengan hidup. Mdh2an ybs baik2 saja dan dilindungi Tuhan selalu,“ jelasnya.
Beruntung, pertanda ini disadari lebih awal oleh warganet. Mereka ramai-ramai bersimpati dengan apa yang dialami Fajar dengan mengirim pesan dukungan.
Sampai kemudian Fajar Sahrudin mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Lewat akun Threads, ia pun mengucapkan terima kasih kepada warganet.
“Halo semuanya ini Fajar, Sebelumnya aku mau ngucapin banyak terimakasih buat temen-temen yang udah kasih emotional support buat aku semoga tuhan membalas kebaikan kalian semua,“ kata Fajar.
“Aku mau kasih sedikit klarifikasi soal donasi, jadi untuk donasi makanan hewan dan uang adalah dua donasi yang berbeda. Awalnya aku donasi sekotak besar royal canin makanan kucing dan anjing ke animal shelter Animal Friends Jogja, lalu kemudian di hari berikutnya aku donasi lagi dalam bentuk uang,” ungkapnya.
Dikonfirmasi Kepolisian
- X/FajarDawnVirgo
Namun setahun berselang, kejadian serupa kembali terulang. Dengan timeline yang serupa, Fajar mendonasikan hartanya untuk lembaga animal rescue.
Setelah itu, ia mengakhiri hidupnya dan kali ini niat Fajar Sahrudin benar-benar terealisasi. Sempat diisukan hoaks, namun kepolisian mengonfirmasi kejadian ini.
“Polsek Metro Tanah Abang bersama Tim Identifikasi dan Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan seorang pria meninggal dunia di area Plaza Utara Pintu 10 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu dini hari,“ bunyi isi pernyataan dari rilis yang diterima oleh tvOnenews.com.
Petugas dikabarkan menemukan pria berinisial FS (31), yang diketahui merupakan warga Kedaung, Kemiling, Lampung, dalam kondisi terbaring di area taman sekitar Plaza Utara Pintu 10 GBK.
“Petugas telah melakukan pengecekan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi serta Dokkes. Dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” beber AKBP Dhimas.
Load more