Klarifikasi Oknum Guru Pelaku Pelecehan Seksual di SMAN 1 Pamanukan Bikin Siswa Meradang: Saya Cium Tangannya
- Instagram @infojalurpantura_/@subang.info
tvOnenews.com - Para siswa-siswi SMAN 1 Pamanukan, Subang sempat meradang ketika mendengar pernyataan oknum guru yang melakukan pelecehan seksual kepada muridnya.
Dalam klarifikasinya itu, oknum guru menjelaskan kalau kasus itu merupakan urusannya dengan korban, bukan para siswa-siswi SMAN 1 Pamanukan.
Dunia pendidikan tanah air dihebohkan dengan adanya aksi tidak terpuji dari seorang tenaga pendidik. Kasus ini terjadi di SMAN 1 Pamanukan, Subang.
Guru Matematika sekaligus Wakil Kepala Sekolah berinisial AT diduga melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah peserta didik dalam beberapa waktu terakhir.
Kasus ini terungkap setelah ratusan siswa-siswi SMAN 1 Pamanukan melakukan unjuk rasa selepas ucapara rutin hari Senin (7/9) di halaman sekolah.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan para siswa-siswi hampir saja berujung ricuh gegara oknum guru tersebut memberikan klarifikasi soal perbuatannya.
Klarifikasi Oknum GuruÂ
- Instagram @infojalurpantura_
Mengutip dari @info.subang, dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan peserta didik SMAN 1 Pamanukan beberapa waktu lalu, oknum guru AT ternyata sempat memberi klarifikasi.
Dalam momen tersebut oknum guru AT mengaku kalau dirinya menciumi tangan korban saat tertidur. Ketika itu, sang siswi sedang sakit.
“Jujur saya jujur, saya menciumi tangannya karena itu adalah cara saya,“ kata si oknum guru AT yang disambut teriakkan para peserta didik.
Pelaku pelecehan seksual AT bahkan menantang siswanya untuk menanyakan langsung ke kepala sekolah lantaran dia sudah minta maaf di depan kepsek.
“Udah, udah, diam dulu, kan saya mau cerita, mau jujur,“ bebernya.
“Kalo Anda mau tahu, saya sudah minta maaf ke (nama korban), saya sudah minta maaf di depan kepala sekolah, bener kan? Saya sudah minta maaf di depan kepala sekolah coba tanya kepala sekolah,“ tantang AT.
Ia pun kemudian memberi penjelasan lagi. Menurut si pelaku, dia juga menyentuh bahu korban yang saat itu mengaku sedang sakit panas di lingkungan sekolah.
“Saya pegang pundaknya, saya pegang karena kondisinya anget,“ jelas oknum guru pelaku pelecehan seksual.
“Yang lebih tahu saya sama (nama korban), bukan kalian, kalian tahu apa?,“ paparnya.
Makin lama, pernyataan oknum guru pelaku pelecehan seksual ini bikin peserta didik kian geram. Ia bilang kalau persoalan ini hanya dia, korban dan Tuhan saja yang tahu.
“Apa kesalahan saya terhadap kalian? Saya tanya sekarang bro, saya tanyakan, saya salah apa ke kamu?,“ tanyanya.
“Oke, saya hargai solidaritas kalian terhadap (nama korban), tapi sekarang gini, saya tidak pernah menuntut apa-apa sama kalian, kalo kalian mengharapkan saya minta maaf di depan kalian, saya hari ini nggak jadi cerita deh, kenapa? Percuma, kalian tidak akan percaya. Ini urusannya saya, (nama korban) dan Allah,“ ujarnya.
Ditetapkan sebagai TersangkaÂ
- Kolase tvOnenews.com/ TikTok @subang.info
Kanit PPA Satreskrim Polres Subang Aiptu Nenden Nurfatimah di Subang, Jawa Barat pada Selasa (8/9/2026) menjelaskan bahwa oknum guru berinisial AT ditetapkan sebagai tersangka.
Menurut Aiptu Nenden Nurfatimah, AT ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual di sekolah setelah menjalani pemeriksaan intensif selama 2 hari.
“Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, sore ini pelaku berinisial AT yang berprofesi sebagai guru dan juga merangkap Wakasek kesiswaan, telah kita tetapkan sebagai tersangka,“ katanya.
Bukan hanya itu, status AT sebagai guru matematika serta Wakil Kepala Sekolahnya Bidang Kesiswaan juga dinonaktifkan sambil menunggu proses pemeriksaan.
“Yang bersangkutan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah dan dinonaktifkan dari tugas mengajar. Jadi dia tidak boleh mengajar lagi,“ jelas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto di Bandung, Selasa (8/9/2026).
Load more