2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia
- Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo
Keraguan sebagian warganet mengenai kasus ini akhirnya dijawab oleh kepolisian.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pihak kepolisian telah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi penganiayaan pada tubuh Fajar.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar bagi polisi dalam melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian.
Sementara itu, dugaan bahwa Fajar meninggal karena mengakhiri hidup masih harus ditempatkan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Polisi tetap memiliki kewenangan untuk memastikan seluruh fakta berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang tersedia.
Karena itu, berbagai informasi yang beredar di media sosial sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai fakta sebelum mendapatkan konfirmasi dari pihak berwenang.
Salah satu hal yang membuat kasus Fajar semakin menyita perhatian adalah munculnya sejumlah unggahan yang diduga merupakan pesan terakhirnya.
Fajar disebut sempat menuliskan perjalanan hidupnya, termasuk pengalaman menghadapi tekanan berat.
Ia juga dikabarkan pernah menceritakan pengalaman perundungan atau bullying yang dialaminya sejak duduk di bangku SMP.
Dalam sejumlah unggahan yang beredar, Fajar juga disebut pernah mengalami beberapa episode percobaan bunuh diri sebelumnya.
1. Meninggal 6 September, Hanya Beberapa Hari Jelang 10 September
Ada satu fakta yang membuat kasus Fajar terasa semakin pilu.
Fajar ditemukan meninggal pada 6 September 2026, sementara empat hari kemudian, tepatnya 10 September 2026, dunia memperingati World Suicide Prevention Day atau Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia diperingati setiap 10 September.
Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa bunuh diri dapat dicegah serta mendorong masyarakat untuk membangun percakapan yang lebih terbuka mengenai kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri.
Pada 2026, tema yang diusung masih berada dalam rangkaian tema 2024–2026, yakni "Changing the Narrative on Suicide", dengan seruan "Start the Conversation".
Tema tersebut mengajak masyarakat mengubah cara memandang isu bunuh diri, dari sesuatu yang dipenuhi stigma dan kesalahpahaman menjadi pembicaraan yang lebih terbuka, penuh empati, serta berorientasi pada pencegahan.
Dengan demikian, kematian Fajar pada 6 September terjadi hanya empat hari sebelum 10 September, tanggal yang secara global didedikasikan untuk meningkatkan perhatian terhadap pencegahan bunuh diri.
Load more