News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Rabu, 9 September 2026 - 07:27 WIB
Potret Fajar Sahrudin
Sumber :
  • Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo

tvOnenews.com - Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin, pria berusia 31 tahun yang dikenal di media sosial X dengan nama Stewie atau Steve, menyisakan duka sekaligus tanda tanya bagi publik.

Fajar ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 6 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

TRIGGER WARNING: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Kasus tersebut menjadi perhatian luas setelah sejumlah unggahan yang diduga dibuat Fajar sebelum meninggal beredar di media sosial. Salah satunya berupa pesan perpisahan yang kemudian ramai disebut sebagai death note.

Di tengah perbincangan publik, sempat muncul keraguan mengenai kebenaran kabar tersebut. 

Sebagian warganet mempertanyakan minimnya dokumentasi di lokasi penemuan hingga tidak terlihatnya garis polisi dalam sejumlah unggahan yang beredar.

Namun, kepolisian kemudian memastikan bahwa mereka memang telah melakukan pengecekan terhadap lokasi penemuan Fajar.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyampaikan bahwa polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan pemeriksaan medis luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Penyelidikan pun masih dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Fajar.

Fajar Sahrudin, 31 tahun, ditemukan meninggal dunia di area Pintu 10 Gelora Bung Karno pada Minggu, 6 September 2026.

Informasi mengenai kematiannya kemudian menyebar luas di media sosial, terutama X. 

Sebelum ditemukan meninggal, Fajar disebut sempat meninggalkan sejumlah unggahan yang menggambarkan kondisi emosional dan perjalanan hidupnya.

Ia juga dikabarkan menuliskan pesan perpisahan, autobiografi, serta sejumlah bukti transfer donasi kepada beberapa organisasi. Di antaranya terdapat donasi yang ditujukan kepada komunitas yang bergerak di bidang kesehatan mental dan rumah singgah hewan.

Unggahan tersebut membuat kasus kematian Fajar semakin menjadi perhatian karena muncul dugaan bahwa sejumlah pesan itu telah dipersiapkan sebelum dirinya meninggal.

Meski demikian, publik tetap perlu membedakan antara informasi yang telah dikonfirmasi aparat dan berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial.

Keraguan sebagian warganet mengenai kasus ini akhirnya dijawab oleh kepolisian.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pihak kepolisian telah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi penganiayaan pada tubuh Fajar.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar bagi polisi dalam melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian.

Sementara itu, dugaan bahwa Fajar meninggal karena mengakhiri hidup masih harus ditempatkan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Polisi tetap memiliki kewenangan untuk memastikan seluruh fakta berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang tersedia.

Karena itu, berbagai informasi yang beredar di media sosial sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai fakta sebelum mendapatkan konfirmasi dari pihak berwenang.

Salah satu hal yang membuat kasus Fajar semakin menyita perhatian adalah munculnya sejumlah unggahan yang diduga merupakan pesan terakhirnya.

Fajar disebut sempat menuliskan perjalanan hidupnya, termasuk pengalaman menghadapi tekanan berat.

Ia juga dikabarkan pernah menceritakan pengalaman perundungan atau bullying yang dialaminya sejak duduk di bangku SMP.

Dalam sejumlah unggahan yang beredar, Fajar juga disebut pernah mengalami beberapa episode percobaan bunuh diri sebelumnya.

1. Meninggal 6 September, Hanya Beberapa Hari Jelang 10 September

Ada satu fakta yang membuat kasus Fajar terasa semakin pilu.

Fajar ditemukan meninggal pada 6 September 2026, sementara empat hari kemudian, tepatnya 10 September 2026, dunia memperingati World Suicide Prevention Day atau Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia diperingati setiap 10 September.

Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa bunuh diri dapat dicegah serta mendorong masyarakat untuk membangun percakapan yang lebih terbuka mengenai kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri.

Pada 2026, tema yang diusung masih berada dalam rangkaian tema 2024–2026, yakni "Changing the Narrative on Suicide", dengan seruan "Start the Conversation".

Tema tersebut mengajak masyarakat mengubah cara memandang isu bunuh diri, dari sesuatu yang dipenuhi stigma dan kesalahpahaman menjadi pembicaraan yang lebih terbuka, penuh empati, serta berorientasi pada pencegahan.

Dengan demikian, kematian Fajar pada 6 September terjadi hanya empat hari sebelum 10 September, tanggal yang secara global didedikasikan untuk meningkatkan perhatian terhadap pencegahan bunuh diri.

2. Disebut Lahir pada 10 September

Fakta lain yang turut menjadi sorotan adalah informasi mengenai tanggal kelahiran Fajar.

Dalam informasi yang beredar di media sosial, Fajar disebut lahir pada 10 September. Artinya, tanggal yang bertepatan dengan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia tersebut juga disebut sebagai hari ulang tahunnya.

Namun, penting untuk tidak mengartikan kedekatan tanggal tersebut sebagai hubungan sebab-akibat.

Tidak ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa tanggal 10 September memiliki kaitan langsung dengan keputusan Fajar.

Informasi mengenai tanggal kelahiran hanya dapat ditempatkan sebagai fakta biografis apabila telah terverifikasi, sementara alasan seseorang melakukan bunuh diri tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan tanggal atau momentum tertentu.

Kasus kematian Fajar Sahrudin masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang jawabannya berada dalam proses penyelidikan kepolisian.

Publik juga perlu berhati-hati terhadap berbagai unggahan yang beredar.

Informasi mengenai pesan terakhir, riwayat kehidupan, maupun dugaan penyebab kematian sebaiknya tidak disebarluaskan secara berlebihan atau tanpa konteks.

(tsy)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Korem 051 Wijayakarta Bagikan Masker ke Warga

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Korem 051 Wijayakarta Bagikan Masker ke Warga

Korem 051 Wijayakarta membagikan masker bagi warga sekitar dan pengendara agar terhindar dari ragam penyakit Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) akibat abu debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Detik-detik Menegangkan Pencarian 5 Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Drone Thermal Dikerahkan

Detik-detik Menegangkan Pencarian 5 Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Drone Thermal Dikerahkan

Pencarian lima wartawan yang hilang kontak saat menuju Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua, Rabu, 9 September 2026.
PBSI Kembali Bongkar Pasang Ganda Campuran: 3 Pasangan Baru Disiapkan, Ada Bagas/Apri

PBSI Kembali Bongkar Pasang Ganda Campuran: 3 Pasangan Baru Disiapkan, Ada Bagas/Apri

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali melakukan perombakan di sektor ganda campuran. Keputusan ini menjadi bagian dari persiapan jangka panjang Indonesia menuju Olimpiade 2028.
Rupiah Menguat ke Rp17.590 per Dolar AS Usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.590 per Dolar AS Usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026

Pada Rabu, 9 September 2026 pagi, rupiah menguat ke Rp17.590 per dolar AS usai rilisnya cadangan devisa Agustus 2026.
Harga Beras dan Telur Ayam hingga Cabai Kembali Melonjak, Cek Daftar Lengkap Komoditasnya

Harga Beras dan Telur Ayam hingga Cabai Kembali Melonjak, Cek Daftar Lengkap Komoditasnya

PIHPS Nasional BI melaporkan, harga beras kualitas bawah I naik Rp 50 di Rp 14.900 per kg, dan harga beras kualitas bawah II juga naik Rp 50 di Rp 14.700 per kg.
30 Nominasi Ballon d'Or 2026 Terungkap, Cristiano Ronaldo Kembali Tak Masuk

30 Nominasi Ballon d'Or 2026 Terungkap, Cristiano Ronaldo Kembali Tak Masuk

Daftar 30 nominasi Ballon d'Or 2026 telah diumumkan, dengan sejumlah bintang sepak bola dunia masuk dalam persaingan. Namun, Cristiano Ronaldo kembali absen.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Viral Dua Pria Pelukan Saat Diamuk Massa di Bekasi, Warga Curiga Keduanya Begal

Viral Dua Pria Pelukan Saat Diamuk Massa di Bekasi, Warga Curiga Keduanya Begal

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Awalnya, seorang perempuan bernama Ulan tengah mengendarai sepeda motor di lokasi.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Pencarian Rombongan Jurnalis Tak Memungkinkan Pakai Helikopter, Tim SAR Gunakan Drone Termal

Pencarian Rombongan Jurnalis Tak Memungkinkan Pakai Helikopter, Tim SAR Gunakan Drone Termal

Kapal cepat rombongan jurnalis itu hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju Gunung Anak Krakatau.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT