Bikin Haru! Video Call Terakhir ASN Korban Penembakan KKB Viral, Sempat Kabari Ayah usai Lolos Seleksi CPNS
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video call (VC) terakhir Wili Mbuik (24) viral di media sosial. Salah satu dari tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sempat menghubungi sang ayah.
Kurang dari dua bulan lalu, Wili Mbuik pernah membagikan momen menyentuh hati melalui unggahan akun TikTok miliknya pada 24 Juli 2026. Ia tengah melakukan video call bersama sang ayah tercinta.
Dalam video tersebut, Wili Mbuik tampak meneteskan air matanya. Suasana menggetarkan hati tersebut terjadi saat berbincang dengan sang ayah melalui saluran VC.
"Seporsi berkat," tulisnya dalam video tersebut dikutip tvOnenews.com, Jumat (11/9/2026).
Reaksi sang Ayah usai Wili Mbuik Jadi ASN
Wili masih mengenakan kemeja putih dan dasi hitam. Dalam momen itu, korban juga sempat membagikan pesan dari sang ayah ketika keduanya melakukan VC bersama.
Kata Wili, sang ayah sangat bangga terhadap dirinya. Tak ayal, Wili bisa lolos menjadi ASN di Dinas Pertanian setelah melalui proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang cukup panjang.
Sang ayah juga menyampaikan pesan yang harus dijaga oleh Wili. Sang putri diharapkan tetap rendah hati meskipun telah sukses menjadi PNS di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
"Seporsi berkat untuk bapakku sayang. Bapak bilang 'Beta suruh lu pi papua dua bulan sekarang su terima SK CPNS artinya akan mengabdi bertahun-tahun. Tetap rendah hati di tanah orang'," tutur Wili.
Wili pun menjawab, "Siap bapakku, sehat selalu."
ASN Korban Penembakan KKB Kaget Lolos Seleksi CPNS
Dalam unggahannya itu, Wili menyampaikan bahwa dirinya kaget. Saat membalas komentas warganet, ia mengaku tidak menyangka bisa lolos seleksi CPNS tanpa bantuan orang dalam dan hanya bermodalkan usahanya sendiri.
"Betul kak sempat tidak percaya bisa lolos sekali tes hanya dengan mengandalkan doa dan usaha," terang Wili.
"Walaupun formasi yang dibutuhkan satu, tapi kalau sudah takdinya ya kita tidak akan ke mana," sambungnya.
Orang Tua Wili Mbuik Dihubungi Anggota KKB
Terbaru, rekaman yang menggemparkan publik berasal dari sebuah VC diduga anggota KKB dengan orang tua Wili Mbuik viral di media sosial. Hal itu terjadi setelah HP milik korban diambil kelompok tersebut.
Dalam rekaman yang beredar, ayah mendiang Wili meluapkan kekecewaannya. Sambil dengan nada marah, ia mempertanyakan alasan putrinya ditembak oleh KKB.
"Yo, nanti akan ada orang yang mencari kau. Silakan, perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan sama Tuhan di surga. Anak saya ada masalah apa kau bunuh, kau tembak ha?," kesal ayah Wili.
Terduga pelaku yang diduga berasal dari KKB tersebut hanya memberikan respons tertawa. Situasi ini membuat emosi ayah Wili semakin menggelora.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa penembakan ini menyasar tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Mereka bernama Aprida Rafi (Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya), Alfonsius Albinus Mehan (Dokter hewan Dinkes Jayawijaya), dan Wili Mbuik (CPNS).
Awal mula peristiwa penembakan tersebut terjadi saat tiga korban terdiri dari dua wanita dan satu pria berangkat dari Wamena. Mereka sedang menuju Distrik Muliama, Jayawijaya untuk menjalani tugas peninjauan kegiatan cetak sawah.
Selain itu, tiga orang dalam 11 orang rombongan tersebut juga membagikan bantuan pangan berupa bibit dan anakan babi untuk masyarakat. Dalam perjalanan kembali menuju Wamena, mereka dipisahkan dengan delapan orang lainnya.
Pemisahan tersebut tak lepas bahwa rombongan telah dihadang oleh kelompok bersenjata. Ketiga orang itu pun menjadi sasaran peristiwa penembakan diduga oleh KKB.
Wili Mbuik mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan. Ia meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD Wamena meskipun sebelumnya sudah mendapat penanganan medis.
Korban bernama Aprida mengalami luka tembak di bagian perut. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara, korban bernama Alfnsoius mengalami luka tembak di bagian kepala belakang serta tangan kiri. Ia juga dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Polisi pun terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 sudah mengantongi identitas dan ciri-ciri pelaku usai mendapat keterangan dari saksi dan penemuan selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter.
(hap)
Load more