Bukan Lagi Sekadar Hiburan, Ini Alasan Web Series Jadi Senjata Baru Merebut Audiens Digital
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Perubahan cara orang menonton hiburan membuat industri entertainment tidak lagi bergantung pada televisi dan layanan streaming berbayar. Video di media sosial, YouTube, konten kreator hingga serial yang dirancang khusus untuk platform digital kini ikut memperebutkan waktu penonton.
Perubahan tersebut bukan sekadar soal perpindahan layar. Audiens juga semakin terbiasa menentukan sendiri apa yang ingin ditonton, kapan menontonnya, dan melalui platform apa. Akibatnya, batas antara televisi, media sosial, layanan streaming dan konten kreator semakin tipis.
Di tengah perubahan itu, web series muncul sebagai salah satu format yang menarik. Serial digital memungkinkan cerita dikemas dalam beberapa episode, didistribusikan melalui platform yang sudah digunakan sehari-hari, sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih besar dengan penonton.
Bagi industri entertainment maupun brand, format ini menawarkan cara untuk hadir di tengah kebiasaan konsumsi media yang sudah berubah.
Penonton Digital Tak Lagi Hanya Mencari Tayangan Televisi
Data dari Amerika Serikat menunjukkan perubahan tersebut cukup signifikan. Laporan Nielsen mencatat streaming mengambil 44,8 persen dari total penggunaan televisi di AS pada Mei 2025. Angka tersebut untuk pertama kalinya melampaui gabungan televisi broadcast dan cable yang berada di 44,2 persen.
Namun, perubahan yang lebih menarik justru terjadi pada platform video sosial. Studi Deloitte 2025 menunjukkan platform social video semakin menjadi pesaing serius bagi perusahaan media tradisional dalam memperebutkan waktu hiburan konsumen.
Rata-rata konsumen Amerika menghabiskan sekitar enam jam sehari untuk berbagai aktivitas media dan entertainment, mulai dari streaming, video buatan pengguna, media sosial, musik hingga podcast.
Pada pembaruan riset Deloitte 2026, sekitar 55 persen Gen Z yang disurvei menyebut konten media sosial lebih relevan bagi mereka dibandingkan konten tradisional, sementara 52 persen merasa memiliki hubungan personal yang lebih kuat dengan kreator media sosial dibandingkan aktor atau figur yang mereka lihat di televisi.
Artinya, tantangan industri saat ini bukan sekadar membuat program yang bagus. Persoalannya adalah bagaimana membawa program tersebut ke tempat audiens memang menghabiskan waktunya.
Load more