Tinggal Kenangan, Nostalgia 10 Lagu Terbaik Ciptaan Guruh Soekarnoputra yang Wafat di Usia 73 Tahun
- Instagram/guruh_sukarno_putra
tvOnenews.com -Â Mengenang maestro musik Indonesia, Guruh Soekarnoputra, yang wafat pada 26 September 2026, karya-karyanya tetap abadi mewarnai belantika musik tanah air.
Meninggal di usia 73 tahun, Guruh dikenal sebagai sosok seniman legendaris yang karya-karyanya selalu bisa dinikmati lintas generasi.
Lagu-lagu populer ciptaannya pun masih kini menjadi kenangan yang tak terlupakan. Berikut sepuluh lagu populer karya Guruh Soekarnoputra yang legendaris dan bisa membawa Anda bernostalgia.
- YouTube Sounds From The Corner
1. Kala Cinta Menggoda (1997)
Dipopulerkan oleh Chrisye, lagu ini menggambarkan gejolak batin seseorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama meski situasi kurang tepat.
Musik dalam lagu "Kala Cinta Menggoda" memadukan pop dan unsur etnik dengan sangat apik. Lagu ini pernah di-remake oleh grup band Noah pada tahun 2020 dengan aransemen yang lebih melankolis.
Â
2. Zamrud Khatulistiwa (1987)
Lagu yang membangkitkan rasa nasionalisme ini juga dipopulerkan oleh Chrisye. Maknanya mengagumi keindahan keanekaragaman alam dan budaya Indonesia yang terbentang di garis khatulistiwa.
Pada tahun 2020, Vidi Aldiano pernah membawakan ulang lagu ini dengan nuansa pop modern yang penuh energi.
Â
3. Galih & Ratna (1979)
Dipopulerkan Chrisye untuk jalur suara film Gita Cinta dari SMA, lagu ini bercerita tentang kisah cinta remaja yang polos, manis, dan penuh dinamika.
Trio vokal GAC (Gamaliel Audrey Cantika)Â merilis versi remake bernuansa R&B energik pada tahun 2017.
Versi remake tersebut juga menjadi salah satu OST untuk film Galih & Ratna yang dibintangi oleh Refal Hady dan Sheryl Shenafia.
- Antara
4. Lenggang Puspita (1986)
Pertama kali dibawakan oleh Achmad Albar, lagu ini mengisahkan kekaguman terhadap keanggunan dan pesona seorang wanita Indonesia.
Pada tahun 2020, penyanyi populer Afgan merilis ulang lagu ini dengan gaya city pop yang sangat groovy dan dinamis.
Â
5. Candu Asmara (1998)
Awalnya dipopulerkan oleh Cici Paramida dalam balutan pop-dangdut, lagu ini bermakna tentang perasaan kasmaran yang begitu kuat hingga terasa seperti candu.
Marcell Siahaan membawakan ulang lagu ini dengan nuansa pop-soul pada tahun 2008 dan masuk dalam album miliknya yang bertajuk Hidup.
Â
6. Kala Sang Surya Tenggelam (1978)
Dipopulerkan Chrisye dalam album Sabda Alam, lagu ini menyajikan perenungan mendalam tentang kesendirian dan perpisahan saat malam tiba.
Lagu ini di-remake secara syahdu oleh Nadin Amizah pada tahun 2023 lalu, serta menjadi OST untuk serial populer Gadis Kretek.
Â
7. Keranjingan Disco (1980)
Dirilis oleh kelompok Swara Maharddhika bersama Chrisye, lagu ini menggambarkan demam musik disco serta gaya hidup anak muda era 80-an yang gemar menari. Grup band Geisha mengaransemen ulang lagu ini pada tahun 2019.
- Instagram/guruh_sukarno_putra
8. Anak Jalanan (1978)
Dipopulerkan oleh Chrisye, lagu ini membawa pesan sosial tentang potret kehidupan keras dan perjuangan anak-anak di jalanan kota besar.
Penyanyi Sandhy Sandoro memberikan sentuhan vokal bluesy saat merilis remakenya pada tahun 2011.
Â
9. Marlina (1980)
Menjadi musik tema film Puspa Indah Taman Hati yang dinyanyikan Chrisye, lagu ini menceritakan kekaguman pada sesosok gadis bernama Marlina.
Pedangdut Thomas Djorghi merilis versi remake dengan mengusung genre pop-dangdut ceria pada tahun 2023 lalu.
Â
10. Melati Suci (1974)
Lagu bernuansa puitis yang dipopulerkan oleh Tika Bisono dan Chrisye ini bermakna penghormatan yang tulus serta rasa cinta kasih mendalam kepada sosok ibu dan tanah air. Vina Panduwinata sempat menyanyikan ulang lagu anggun ini pada tahun 2006.
(ism)
Load more