Film Gak Ada Matinya: Ayah yang Sudah Meninggal Tiba-Tiba Hidup Lagi, Ada Asuransi Rp2 Miliar
Film ini disutradarai Etienne Caesar, dengan skenario yang ditulis Ridho Brado. Produksinya melibatkan Manoj Punjabi dan Muhadkly Acho sebagai produser. Official poster memperlihatkan Pak Luhut yang masih separuh berbalut kain kafan duduk di atas mobil jenazah sambil membawa kue ulang tahun.
Sejumlah anggota keluarga berada di sekelilingnya dengan ekspresi yang memperlihatkan perpaduan antara haru dan kelucuan.
Latar toko jahit bernama “Luhut Tailor” juga muncul dalam poster. Visual tersebut memperkuat gambaran bahwa persoalan keluarga menjadi bagian penting dari cerita, bukan sekadar situasi komedi yang muncul dari kejadian mati suri.
Etienne Caesar mengatakan dirinya tertarik dengan cerita yang menurutnya memiliki perpaduan antara kelucuan dan persoalan emosional keluarga.
“Ini bukan hanya lucu, tapi juga menyentuh, soal keluarga, hubungan orang tua dan anak. Menurut saya paket lengkap,” ungkap Etienne.
Film ini menghadirkan sejumlah pemeran, di antaranya Oki Rengga, Mathias Muchus, Fedi Nuril, Mikha Tambayong, Lolox, Yoshi Sudarso, Benidictus Siregar, Gita Bhebhita, Aci Resti, Arief Didu, Jared Ali, Ilham Abayy, Yono Bakrie, Arie Kriting, Dennis Adhiswara, dan Mister Aloy.
Sinopsis Film Gak Ada Matinya
Di tengah tunggakan KPR yang semakin menumpuk dan kehilangan pekerjaan, Binsar mengetahui bahwa ayahnya yang baru saja meninggal di rumah sakit memiliki asuransi jiwa dengan nilai pertanggungan Rp2 miliar. Uang tersebut dianggap bisa menjadi solusi atas persoalan keuangan yang sedang dihadapinya.
Namun, ketika jenazah Pak Luhut dibawa menuju rumah duka, terjadi sesuatu yang tidak terduga. Pak Luhut ternyata hidup kembali setelah mengalami mati suri.
Binsar kemudian menghadapi pilihan yang semakin rumit. Ia berusaha menyembunyikan kenyataan bahwa ayahnya masih hidup karena khawatir uang pertanggungan asuransi tersebut tidak dapat dicairkan. Pada saat bersamaan, Fahri, penyelidik asuransi, mulai mengusut kejanggalan dalam kasus tersebut.
Konflik antara kepentingan finansial, hubungan ayah dan anak, serta usaha mempertahankan sebuah rahasia kemudian menjadi inti cerita. Film bergenre komedi dan drama ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
Load more