Kondisi Cuaca Gunung Himalaya Lagi Buruk-Longsor, Fiersa Besari Cemaskan Aqia yang Mendaki Annapurna Circuit
- Instagram/@aqianr
Salju longsor berlangsung di tengah hujan dan saljur yang kerap mengguyur wilayah pegunungan bagian barat Himalaya, Nepal. Di wilayah lain, setidaknya satu orang tewas dan dua lainnya hilang akibat tanah longsor menghantam sebuah permukiman di Distrik Palpa pada Minggu, 27 September 2026.
Pada bulan lalu, Nepal pernah dilanda banjir bandang besar. Bencana tersebut setidaknya menewaskan lebih dari 1.350 orang dan lebih dari 5.000 orang masih dilaporkan hilang.
Situasi ini membuat Fiersa Besari memperlihatkan titik lokasi istri dan timnya di tengah cuaca buruk yang melanda di wilayah Manang.
"Masalah sekarang bukan ketika naik ke titik yang lebih tinggi, tetapi ketika turun. Potensi banjir dan longsor. Kalau tidak jadi naik, berarti harus kembali ke Chame. Kalau jadi naik, saya hanya berharap Muktinath lebih aman dilalui," terang Fiersa.
Lebih lanjut, Fiersa mengungkapkan bahwa dirinya dikabarkan istri dan tim telah tiba di Yak Kharka yang berada di sekitar ketinggian 4000 mdpl. Mereka terus menuju High Camp di ketinggian 4.900 mdpl.
"Annapurna Circuit sebenarnya bukan rute yang sulit kalau situasinya normal, tetapi karena cuaca buruk yang menjadi kendala adalah salju yang tebal di beberapa titik. Sebagai gambaran, 4900-an mdpl itu sudah setara puncak tertinggi di Indonesia," ucapnya.
Fiersa Besari Tidak Menyesal Izinkan Aqia Mendaki Pegunungan Himalaya
Fiersa kembali curhat melalui media sosialnya. Ia membagikan seputar aktivitas terbarunya sebagai musisi hingga penulis naskah buku.
Ia mengaku lebih mudah membereskan pekerjaannya saat bekerja bersama Aqia. Fiersa mengungkapkan kali ini hanya dirinya sendiri untuk melakukan hal tersebut.
"Sekarang berasa sendirian banget. Ditambah, harus mengecek terus sikon di Nepal sampai Bu Siti dan tim benar-benar aman," katanya.
Di sisi lain, Fiersa memastikan dirinya tidak menyesal untuk memberikan izin kepada Aqia. Menurutnya, perjalanan pendakian ke pegunungan Himalaya sebagai waktu terbaik menghilangkan penat setelah menjadi IRT.
"Jangan salah paham. Bukan berarti saya menyesal karena mengizinkan Bu Siti liburan. Menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan sulit, Bu Siti pantas dapat waktu me time. Cuma memang enggak nyangka situasi di Nepal akan serumit ini. Akhirnya, saya korbankan waktu tidur. Setiap harinya cuma dapat empat jam, tapi enggak boleh mengeluh," tukasnya.
Load more