News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pilu, Keluarga Ungkap Alasan Maulana Korban KM Virgo Bawa KTP Neneknya yang Sudah Meninggal

Keluarga ungkap alasan pilu Maulana Purwo Wibowo, korban meninggal dunia tenggelamnya KM Virgo membawa KTP sang nenek yang sudah tiada.
Rabu, 30 September 2026 - 12:38 WIB
Maulana PurwoWibowo, korban KM Virgo
Sumber :
  • Threads @rena_reefinaqiana - TikTok @aycantik96

tvOnenews.com - Kisah Maulana Purwo Wibowo, pemuda 19 tahun asal Cilacap, Jawa Tengah, menjadi salah satu cerita pilu di balik tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8.

Maulana sebelumnya meninggalkan kampung halamannya dengan niat merantau ke Kalimantan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia ingin mencari pekerjaan dengan harapan bisa mendapatkan penghasilan lebih baik dan mewujudkan keinginannya memiliki sepeda motor.

Namun, perjalanan yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru itu justru berakhir tragis. Maulana menjadi salah satu korban KM Virgo Transport 8 yang jenazahnya berhasil ditemukan dan kemudian diidentifikasi.

Namanya tercatat dalam daftar 16 korban yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan pada Senin, 28 September 2026.

Kisah Pilu Maulan Pemuda 19 Tahun yang Jadi Korban KM Virgo
Kisah Pilu Maulan Pemuda 19 Tahun yang Jadi Korban KM Virgo
Sumber :
  • ANTARA - Threads @rena_reefinaqiana

Dengan tambahan tersebut, total 41 jenazah dari 70 jenazah yang telah diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin berhasil diketahui identitasnya.

Di tengah kabar duka tersebut, satu detail tentang barang bawaan Maulana ikut menyita perhatian. Saat jenazahnya ditemukan, Maulana diketahui membawa dua KTP, salah satunya merupakan KTP milik sang nenek yang telah meninggal dunia.

Kabar mengenai barang bawaan Maulana beredar di media sosial setelah foto isi dompetnya menjadi perhatian warganet.

Dalam dompet tersebut ditemukan uang tunai sekitar Rp13.500. Selain itu, terdapat dua KTP, yakni KTP milik Maulana sendiri dan KTP milik neneknya yang sudah meninggal.

Hal tersebut kemudian dikonfirmasi oleh kerabat Maulana yang mengaku sebagai bibinya.

"Iya betul Kak uang 13 ribu milik Maulana. Dia bawa KTP dua Kak, satu milik dia, satunya milik Alm neneknya Kak yang sudah meninggal," ujar sang bibi dilansir dari akun TikTok @aycantik96.

Keberadaan KTP tersebut membuat keluarga terkejut. Sebab, Maulana ternyata membawa identitas neneknya ketika pergi jauh dari Cilacap untuk mencari pekerjaan.

Namun, sang bibi memiliki dugaan tersendiri mengenai alasan Maulana membawa KTP tersebut.

"Aku juga kaget banget Kak dia sampai bawa KTP neneknya merantau jauh, mungkin lewat KTP itu dia bisa lihat foto neneknya Kak," katanya.

Jika dugaan tersebut benar, KTP itu kemungkinan bukan sekadar dokumen identitas bagi Maulana. Foto yang terdapat pada KTP tersebut bisa menjadi pengingat terhadap sosok nenek yang pernah dekat dengannya.

Keluarga mengungkap Maulana memiliki hubungan yang cukup dekat dengan sang nenek.

Menurut keterangan kerabatnya, nenek Maulana telah meninggal dunia. Sementara itu, orang tua Maulana telah berpisah dan masing-masing telah memiliki keluarga.

Kondisi tersebut membuat Maulana kemudian tinggal bersama kakek dan adiknya.

"Neneknya udah meninggal, ortunya sudah pisah dan punya keluarga masing-masing," ungkap sang bibi.

Karena itu, keputusan Maulana membawa KTP neneknya saat merantau ke Kalimantan menjadi bagian yang semakin menyentuh dari kisah perjalanan hidupnya.

Sebelum tragedi terjadi, Maulana berangkat ke Kalimantan bersama rombongan yang disebut dipimpin oleh seseorang bernama Pak Ramlan.

Tujuannya sederhana, yakni mencari pekerjaan.

Menurut sang bibi, Maulana berencana bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.

Ia berharap pekerjaan tersebut bisa memberikan penghasilan lebih besar dibandingkan pekerjaannya di kampung halaman.

"Maulana niat mau merantau ke Kalimantan, Kak. Dia korban broken home tinggal sama kakek dan adiknya," katanya.

Selama berada di kampung, Maulana disebut bekerja membuat sapu. Pekerjaan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi belum mampu memberikan penghasilan yang diharapkannya.

"Kalau di kampung kan kerjanya bikin sapu, Kak. Cukup untuk makan sehari-hari," ujarnya.

Karena itulah, Maulana yang masih berusia 19 tahun memilih mencoba peruntungan di tanah rantau.

Namun, keinginan tersebut tidak pernah terwujud.

Maulana justru menjadi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 sebelum sempat menikmati hasil kerja kerasnya di tanah rantau.

Sebelum identitas Maulana dipastikan, keluarga sempat berada dalam ketidakpastian.

Sebuah video yang diunggah akun TikTok @siagapeduli memperlihatkan sang kakek masih berharap cucunya dapat ditemukan dan kembali ke rumah.

"Cucu saya, bisa pulang nggak ya mbak?" ungkap sang kakek kepada petugas Siaga Peduli.

Ia juga terus menanyakan kondisi Maulana. Sang kakek berharap cucunya masih dalam keadaan sehat dan suatu saat bisa kembali ke rumah.

Penantian tersebut akhirnya mendapatkan jawaban setelah Tim DVI memastikan identitas Maulana.

Namun, jawaban yang datang bukan seperti yang diharapkan keluarga.

Maulana memang akhirnya pulang, tetapi dalam keadaan telah meninggal dunia.

(tsy)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasrul Benny Harahap Soroti Pemanggilan Advokat dalam Proses Penyidikan Perkara Pidana

Hasrul Benny Harahap Soroti Pemanggilan Advokat dalam Proses Penyidikan Perkara Pidana

Hal itu disampaikan Hasrul Benny dalam Diskusi Advokat Sumatera Utara yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Medan dengan tema “Pemanggilan Advokat Terkait Penyelidikan dan Penyidikan Perkara Pidana” di Medan, Selasa(29/9/2026).
Tidur Dibayar Rp253 Juta? Lomba Unik di Jepang yang Kategori Pemenangnya dari Paling Nyenyak

Tidur Dibayar Rp253 Juta? Lomba Unik di Jepang yang Kategori Pemenangnya dari Paling Nyenyak

Perusahaan furnitur dan kasur di Jepang bakal menggelar lomba tidur dengan hadiah Rp253 juta untuk pemenang yang nyenyak di Tokyo, Jepang pada 5 Oktober 2026.
Hitung-hitungan Timnas Indonesia jika Menang atas Bangladesh: Ranking FIFA Naik, Tiket Final Bisa Batal

Hitung-hitungan Timnas Indonesia jika Menang atas Bangladesh: Ranking FIFA Naik, Tiket Final Bisa Batal

Timnas Indonesia wajib menang atas Bangladesh untuk menjaga peluang ke final FIFA ASEAN Cup 2026 dan menaikan ranking FIFA. Namun, hasil Malaysia vs Singapura juga sangat menentukan.
Reaktivasi 248,5 Km Jalur Kereta Api Sumbar Ditargetkan Mulai Oktober 2026

Reaktivasi 248,5 Km Jalur Kereta Api Sumbar Ditargetkan Mulai Oktober 2026

Praktisi GIS sekaligus Pengamat Kebencanaan dan Tata Ruang Sumatera Barat, Timtim Deby Purnasebta, mengatakan rencana reaktivasi tersebut tidak semestinya hanya dilihat sebagai pembangunan kembali infrastruktur perkeretaapian. Menurutnya, reaktivasi rel perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi membangun konektivitas dan mengurangi ketergantungan terhadap satu koridor transportasi.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 1 Oktober 2026: Sambut Bulan Baru, Libra Full Senyum Romantis, Scorpio Stop Cemburu Buta

Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 1 Oktober 2026: Sambut Bulan Baru, Libra Full Senyum Romantis, Scorpio Stop Cemburu Buta

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Kamis, 1 Oktober 2026, membawa energi pembuka bulan yang segar dan menekankan pentingnya niat baru, keter-
Lionel Scaloni Konfirmasi Bakal Bertahan di Timnas Argentina, Kontrak Baru Sedang Disiapkan

Lionel Scaloni Konfirmasi Bakal Bertahan di Timnas Argentina, Kontrak Baru Sedang Disiapkan

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, memutuskan untuk tetap menangani La Albiceleste. Ada kontrak baru yang telah disiapkan oleh Federasi Sepak Bola Argentina (AFA).

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Siapa sangka Jamianpurev Ehnsoyol atau Inkushi yang merupakan penerus Megawati Hangestri sebagai pemain kuota Asia di Red Sparks mendapatkan arahan langsung dari legenda voli Korea Selatan yakni Kim Yeon-koung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT