Jujutsu Kaisen Ramai Dibicarakan, Mengapa Anime Ini Begitu Populer di Indonesia?
- Gambar ilustrasi
Temuan ini memperlihatkan perubahan perilaku penonton. Penggemar tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga membagikan pendapat, membuat konten, dan membangun hubungan dengan orang lain yang memiliki minat serupa.
Dari Layar ke Merchandise, Budaya Koleksi Anime Terus Berkembang
Ketika karakter anime memiliki daya tarik kuat, ketertarikan penggemar dapat berkembang menjadi aktivitas mengoleksi barang, membuat karya kreatif, hingga mengikuti acara bertema anime. Merchandise menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kedekatan dengan serial dan karakter favorit.
Fenomena tersebut juga dimanfaatkan oleh pelaku bisnis melalui kolaborasi dengan pemilik lisensi anime. Di Indonesia, salah satu contohnya adalah kerja sama FamilyMart dengan Jujutsu Kaisen pada 2026, setelah sebelumnya menghadirkan kolaborasi bertema Demon Slayer pada 2025 dan Crayon Shinchan pada kuartal ketiga 2026.
Kolaborasi ini mencakup tiga judul, yakni Hidden Inventory/Premature Death, Shibuya Incident dan The Culling Game Part 1. Produk koleksinya meliputi gelas, stiker, kartu foto, tas jinjing, standee, gantungan kunci, dan pin. Perusahaan juga menyebutkan bahwa 40 gerainya di berbagai kota dihias dengan tema anime tersebut.
“Kali ini kami memborong 3 titles Jujutsu Kaisen sekaligus,” ujar Head of Food Service, Marketing, dan Business Development FamilyMart Indonesia, Laurence Alifen,
Respons penggemar turut memperlihatkan bagaimana merchandise dapat menjadi bagian dari pengalaman menikmati anime. Contoh ini menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap karakter dapat meluas ke aktivitas di luar menonton.
Komunitas Menjadi Bagian Penting dari Budaya Anime
Perkembangan komunitas anime memperlihatkan bahwa pengalaman menonton kini dapat berlangsung jauh melampaui layar. Media sosial, forum diskusi, acara penggemar, dan produk koleksi menyediakan ruang untuk berbagi ketertarikan terhadap sebuah judul.
Bagi generasi muda, komunitas tersebut juga menjadi tempat bertukar rekomendasi, membicarakan perkembangan cerita, dan mengekspresikan kreativitas. Popularitas sebuah anime tidak hanya ditentukan oleh jumlah penonton, tetapi juga oleh kemampuan cerita dan karakternya untuk mempertahankan percakapan di antara penggemar.
CEO FamilyMart Indonesia, Wirry Tjandra, melihat kolaborasi bertema anime sebagai salah satu cara menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan. Ia menyebut kerja sama dengan Jujutsu Kaisen sebagai kelanjutan dari kolaborasi anime yang sebelumnya dilakukan perusahaan.
Load more