Ria Ricis Batal Naik Helikopter karena 'Dijudesin' Pegawai, Anggota DPD RI Arya Wedakarna Pastikan Tak Ada Diskriminasi Wisatawan
- Instagram/aryawedakarna - YouTube/Ricis Official
tvOnenews.com - Pariwisata Bali kembali menjadi perhatian setelah pengalaman Ria Ricis saat hendak naik helikopter menjadi perbincangan di media sosial.
Ria Ricis mengaku memilih membatalkan penerbangan karena merasa kurang nyaman dengan sikap pegawai Fly Bali Helicopter yang dinilainya kurang ramah.
Pengalaman tersebut dibagikan Ricis melalui video di kanal YouTube-nya yang diberi judul "DETIK-DETIK KECEWA SAMA PELAYANAN DI BALI…".
Ia mengaku sudah datang sesuai waktu yang disepakati dan telah menyelesaikan pembayaran.
Artis yang memiliki nama asli Ria Yunita tersebut juga menyoroti sikap petugas yang menurut pengamatannya berbeda ketika melayani wisatawan lokal dan turis asing.
- YouTube/Ricis Official
Ria Ricis Batal Naik Helikopter
Dalam video tersebut, Ria Ricis awalnya berencana mengajak putrinya, Moana, menikmati pemandangan Bali dari udara.
Namun, rencana itu berubah setelah Ricis merasa tidak nyaman dengan pelayanan yang diterimanya.
Ricis kemudian memutuskan meninggalkan area heliport. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena merasa sudah membayar layanan, tetapi mendapatkan perlakuan yang menurutnya kurang ramah.
Ricis juga menyinggung perbedaan sikap petugas ketika melayani wisatawan asing.
"Judes banget. Aku nggak suka. Kalau sama bule senyum, sama kita judes," ujar Ricis dalam video yang dibagikan di kanal YouTube-nya.
Fly Bali Sampaikan Permintaan Maaf
Manajemen Fly Bali Helicopter kemudian memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada Ricis.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa kondisi heliport saat itu sedang ramai.
Selain itu, hanya ada satu pilot yang bertugas karena pilot lainnya sedang membantu penanganan kebakaran hutan di Kalimantan.
Situasi tersebut membuat jadwal penerbangan mengalami penundaan. Ketika itu, pilot yang bertugas juga sedang menunaikan salat Zuhur.
Staf kemudian perlu menjelaskan mengenai keterlambatan penerbangan, pengarahan keselamatan, serta jadwal sesi foto.
Manajemen mengakui cara penyampaian informasi tersebut mungkin kurang baik sehingga membuat Ricis merasa tidak nyaman dan memilih meninggalkan lokasi.
Manajemen Fly Bali juga menegaskan bahwa tidak ada kebijakan yang membedakan pelayanan bagi wisatawan lokal dan wisatawan asing.
"Fly Bali tidak memiliki niat ataupun kebijakan untuk membedakan pelayanan bagi wisatawan lokal dan wisatawan asing," demikian penjelasan manajemen.
Load more