Bergaya Koboi dan Berkuda dalam Film Empat Musim Pertiwi di Bromo, Arya Saloka Ceritakan Awal Mulanya
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Jakarta, tvOnenews.com - Aktor Arya Saloka kembali membeberkan terkait dirinya memerankan karakter Bisma. Dalam film Empat Musim Pertiwi, ia harus berpenampilan pria bergaya "koboi".
Arya Saloka berperan sebagai karakter Bisma. Ia mempunyai gaya penampilan khas "pria koboi" dan menunggangi kuda setelah Pertiwi kembali ke kampung halamannya dalam penuh luka hingga tidak disukai warga desa.
Arya Saloka menceritakan awal mula penampilan dirinya harus dengan konsep ala koboi. Pasalnya, pria berusia dituntut agar segera membangun pesonanya saat berduet dengan Putri Marino di Gunung Bromo.
Arya Saloka mengungkapkan bahwa, penampilannya seperti pria koboi dan berkuda tak lepas dari idenya sosok perancang kostum, Hagai Pakan.
"Awalnya memang saya enggak tahu saya harus berkostum seperti apa. Sampailah waktuu pas kami ada tes look, tiba-tiba Hagai, 'Ya, lu harus kayak koboi'," ujar Arya Saloka di kawasan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Arya Saloka Teringat Karakter Jamie Foxx
Arahan mengenai konsep koboi membuat Arya Saloka mengaku dirinya langsung mengingat karakter Jamie Foxx. Jamie sendiri berperan sebagai karakter utama bernama Django Freeman dalam film Django Unchained karya Quentin Tarantino pada 2012.
"Di kepala saya sudah, sudah seperti Jamie Foxx. Itu memang tontonan kesukaan saya juga. Django Unchained salah satu tontonan kesukaan saya," terangnya.
Karakter koboi juga salah satu hal yang mewujudkan impian terbesarnya dalam berakting lewat film terbarunya bertajuk "Empat Musim Pertiwi. Arya sangat antusias untuk berpenampilan gagah, lengkap dengan sepatu bot, topi khas hingga ahli berkuda.
Ia pernah mengaku penampilan seperti koboi telah didambakan di sepanjang kariernya. Menurut dia, gaya tersebut tidak membuat dirinya ribet untuk mencukung kumis maupun jenggotnya.
Selain penampilan, Arya Saloka juga menceritakan awal mula dirinya mengetahui berperan sebagai karakter Bisma yang ahli menunggangi kuda. Ia menepis hal itu merupakan arahan dari sutradara Kamila Andini, melainkan dari sinematografer.
"Saya tahu dari DOP-nya, 'Lu nanti ada naik kuda ya?'. Saya jawab, 'Ah, serius lu, Cel?', 'Iya, ada'," tuturnya.
Ia mau tak mau harus memperkokoh persona karakternya dalam film yang menyentuh psikologis penonton. Ia pun kembali menonton film Django Unchained agar bisa maksimal.
"Memang benar-benar ingin merasuki peran itu," katanya.
Pemandangan Gunung Bromo Mudahkan Menunggangi Kuda
Selain penampilan, Arya mengaku dirinya harus mempraktikkan hasil latihan menunggangi kuda. Tantangan terberatnya karena kuda yang digunakan latihan di Jakarta berbeda dengan di Bromo.
Kuda untuk latihan di Jakarta berjenis Australia dan berbadan besar, sementara Arya dan Putri Marino harus menunggangi kuda Sumba Lokal di Gunung Bromo.
Di sisi lain, Arya harus bisa memerankan karakter untuk meyakinkan penonton agar dirinya terbiasa saat menunggangi kuda setiap harinya.
"Saya ini memang bukan ahli dalam naik kuda, tetapi bagaimana caranya agar orang percaya itu kuda adalah tunggangan saya setiap hari," ucapnya.
Menurut dia, karakter tersebut bisa terbangun berkat suasana dan latar pegunungan di kawasan Bromo. Situasi selama proses syuting membuat dirinya mudah memvisualkan sebagai pria koboi.
"Suasananya sebenarnya mendukung sih buat saya. Saya dari dulu ingin sekali punya look di film yang seperti itu dan akhirnya tervisualkanlah oleh Mbak Dini dan Mas Ifa. Terima kasih ya," pungkasnya.
(hap)
Load more