Dulu Jadi Pemain PSIM Yogyakarta, Kini Ayub Antoh Bintangi Film dengan Karakter Pria yang Rindu Pulang ke Papua
- PSSI
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Ayub Antoh kembali menarik perhatian publik. Ia yang sebelumnya menjadi sosok pesepak bola asal Papua pernah memperkuat PSIM Yogyakarta kini melebarkan kiprahnya ke dunia perfilmann.
Ayub Antoh tercatat sebagai salah satu pemeran film terbaru karya Sutradara Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi. Film yang mengangkat tema antihero, feminisme, teknologi dan sentuhan ekstraterestrial dengan simbol mendalam itu akan tayang pada 8 Oktober 2026.
Dalam film disutradarai Kamila Andini, Ayub Antoh berperan sebagai Garong. Ia dikenal sebagai sosok pria dan tukang ojek yang merindukan tanah kelahirannya di Sorong, Papua.
Ayub Antoh mulanya mengungkapkan kesannya berperan sebagai Garong dalam film tersebut. Bagi dia, perannya menjadi salah satu karakter flm itu merupakan pengalaman terbaik untuk dirinya.
"Pengalaman yang sangat luar biasa buat saya," ujar Ayub Antoh dalam konferensi pers di kawasan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Ayub Antoh Pernah Jadi Eks Pemain PSIM Yogyakarta
Ayub mengaku tidak menyangka telah memerankan sebagai Garong. Ia pun menceritakan bahwa background dirinya dulu sebagai pesepak bola yang pernah memperkuat klub PSIM Yogyakarta.
"Kebetulan saya tinggal di Jogja. Saya juga pernah menjadi pemain profesional PSIM Yogyakarta," katanya.
Berdasarkan dari data Transfermarkt, Ayub Antoh membela PSIM Yogyakarta selama tiga musim berturut-turut dari tahun 2016 hingga 2018. Pria kelahiran 14 Agustus 1995 ini mengisi posisi sebagai bek kanan.
Kepiawaiannya di PSIM tidak lepas bahwa dirinya telah menetap di Yogyakarta sejak kecil, tepatnya saat berusia 9 tahun. Hal ini membuat ia fasih dalam menggunakan bahasa Jawa.
Ayub bahkan pernah menjadi bagian skuad dalam musim sulit pada 2017. Pada saat itu Laskar Mataram berjuang lepas dari ancaman degradasi pada kompetisi musim 2017.
Ayub juga tetap setia dan berjuang bersama saat PSIM menghadapi ujian berat berupa sanksi saat memulai musim 2018 dengan pengurangan 9 poin.
Hingga akhirnya, kontrak Ayub berakhir pada 2018. Ia pun memutuskan untuk fokus kuliah dalam mengambil Prodi Ilmu Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) hingga lulus bergelar sarjana.
Load more