Perankan Ayah yang Korbankan Putri Marino di Film, Sutradara ini Kaitkan Maraknya Kekerasan Seksual di Indonesia
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Jakarta, tvOnenews.com - Sutradara Iswadi Pratama mengungkapkan pengalamannya selama berperan sebagai karakter ayah Pertiwi yang diperankan oleh aktor Putri Marino dalam film Empat Musim Pertiwi, karya Kamila Andini.
Dalam film yang mengangkat tema ekstraterestrial hingga ketidakadilan perempuan itu, Iswadi dipasangkan oleh Hargo Sundari, ibu Pertiwi. Perannya memposisikan sebagai sosok orang tua yang masih menolak kehadiran Putri Marino setelah bebas dari penjara.
Salah satu bagian yang menggemaskan audiens terjadi saat Iswadi memerankan sebagai sosok yang menjual Pertiwi remaja (Shofia Shireen). Ia memaksa agar Putri Marino pada malam hari pergi belajar ke Balai Desa di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
Pertiwi remaja menolaknya karena telah mengetahui tujuan sang ayah, yakni ingin menjual dirinya. Iswadi mengaku bagian scene itu menjadi hal paling berat dan mengalami perang batin saat syuting.
"Itu berat sekali karena terlihat aku seperti menjebak dia, mengumpankan anakku sendiri karena aku ada ambisi. Itu ada perang batin untuk diriku," ujar Iswadi saat ditemui tvOnenews.com di kawasan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Pria yang juga dikenal sebagai seniman dan sastrawan itu tidak bisa berkata lagi terhadap perannya dalam bagian tersebut. Ia turut membayangkan jika terjadi pada buah hatinya.
Berdasarkan pantauan tvOnenews.comm dari tayangan film itu, sang ayah menjual putrinya untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Menurut Iswadi, hal itu menunjukkan sikap sebagai orang tua yang bodoh.
"Dia tidak bisa melawan sistem yang membuat dia miskin, dia tidak bisa melawan sistem yang membuat dia bodoh. Pada akhirnya ada cara yang menyakitkan yaitu mengorbankan anaknya itu dia ambil karena tidak ada jalan keluar dari kemiskinan.
Pandangan Iswadi Pratama soal Adegan Kekerasan Seksual pada Anak
Lebih lanjut, Iswadi berbagi pandangan terkait adegan kekerasan seksual yang diperankan sejumlah tokoh. Ia menilai ada makna yang bisa diambil, terutama dikaitkan dengan maraknya peristiwa terjadi dialami oleh anak di Indonesia.
Pelajaran yang bisa diambil, menurut dia, rasa aman terutama pada anak harus dimulai dari dalam rumah. Peran orang tua dan keluarga menjadi pelindung bagi anak-anaknya.
Load more