Disinggung Arya Wedakarna agar Artis Tidak Emosi di Bali, Billy Syahputra: Salah Kaprah Nih
- Kolase Instagram/@aryawedakarna/@bilsky16
Billy melihat anaknya telah kedinginan sehingga harus membersihkan anaknya dari pasir pantai. Sayangnya ia justru tiba-tiba dihadang oleh seorang penjaga toilet agar membayar Rp10 ribu.
"Dihadang untuk diminta Rp10 ribu dan agak sedikit didorong. Sebentar doang dibayar, 'bayar dulu, bayar dulu'. Nah, dari situlah kita cekcok mulut. Dia minta dipukul sama aku, ya enggak mungkin aku tahan. Dia suruh bayar Rp10 ribu, aku bayar juga," tuturnya.
Billy menyebut nada penjaga toilet itu tinggi. Puncak ketegangan terjadi setelah suster anaknya membayar Rp50 ribu namun hanya dikembalikan Rp30 ribu.
"Ngomongnya tinggi sekali, terus tiba-tiba mau ajak berantem. Jangan kayak gitulah abang harus tahu ini posisi saya bawa anak," imbuhnya.
Reaksi Arya Wedakarna
- Instagram @aryawedakarna
Arya Wedakarna tampak melihat ketegangan diunggah oleh Billy Syahputra. Anggota DPD RI itu juga menyoroti pengalaman Ria Ricis membatalkan penerbangan helikopter di Bali.
AWK sapaan akrabnya menyampaikan penegasannya bahwa tidak ada pihak yang boleh membedakan wisatawan mengenai asalnya, seperti domestik maupun mancanegara. Menurut dia, semuanya mendapatkan hak pelayanan yang sama.
"Saya memastikan tidak ada diskriminasi baik untuk orang wisatawan domestik maupun asing itu tidak boleh," kata Arya.
Senator itu mendesak wisatawan yang merasa kurang memperoleh pelayanan baik bisa mengungkapkan keluhannya dengan cara elegan. Ia merasa heran ketegangan itu berujung diunggah di media sosial.
"Kalau misalkan keberatan, ya komplain atas karakter dari karyawan dan sifat stafnya. Tegur saja langsung di tempat atau mungkin isi formulir atau kirim DM," jelasnya.
Menurutnya, keluhan dari wisatawan hal wajar. Akan tetapi, keputusan mengunggah konten di media sosial juga wajib dipertimbangkan karena mempengaruhi nasib pekerjaan karyawan.
"Jangan kita menutup rezeki orang lain. Yang kedua, karyawan itu bisa mendapatkan masalah di perusahaan," pesannya.
Ia kembali menegaskan, Bali sebagai tempat yang ramah untuk wisatawan. Pulau Dewata menjadi tempat tidak membedakan antara wisatawan domestik maupun wisata asing.
(hap)
Load more