Dari Preman Terminal hingga Jadi Perwira Kopassus, Kisah Inspiratif Untung Pranoto di HUT ke-81 TNI
- Ilustrasi AI/ChatGPT
tvOnenews.com - Peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 menjadi momentum untuk mengenang berbagai kisah perjuangan prajurit yang mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Salah satu kisah yang menarik perhatian datang dari sosok Untung Pranoto.Ā
Jauh sebelum dikenal sebagai prajurit dan perwira Kopassus, Untung ternyata pernah menjalani kehidupan sebagai preman terminal di Semarang.
Kehidupan masa lalunya pun cukup jauh dari gambaran seorang prajurit TNI.Ā
Saat itu, Untung dikenal dengan penampilan rambut panjang, mengenakan singlet, serta sepatu boots.
Namun, di balik kehidupan jalanan tersebut, tersimpan keinginan kuat untuk menjadi anggota TNI.Ā
Cita-cita itu bahkan membuat Untung tidak menyerah meski sempat mengalami kegagalan.
- Istimewa
Dua Kali Gagal Masuk TNI
Perjalanan Untung untuk menjadi prajurit tidak berlangsung mulus. Ia tercatat dua kali gagal ketika mendaftarkan diri sebagai calon prajurit TNI.
Salah satu kendala yang dihadapinya saat itu adalah penampilan. Namun, kegagalan tersebut justru menjadi dorongan bagi Untung untuk melakukan perubahan.
Ia kemudian mengubah penampilannya dan kembali mencoba untuk ketiga kalinya. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Untung diterima menjadi prajurit TNI dengan pangkat Prada. Sejak saat itu, kehidupan yang sebelumnya lekat dengan lingkungan terminal mulai berubah.
Keinginannya untuk menjadi tentara memang begitu kuat. Dalam sebuah wawancara, Untung bahkan pernah menggambarkan tekadnya dengan kalimat yang cukup keras.
"Kalau saya tidak menjadi TNI, saya akan menjadi bajingan," ujar Untung.
- unsplash.com/Sushanta Rokka
Karier Perlahan Menanjak hingga Kopassus
Setelah resmi menjadi prajurit, Untung menjalani proses panjang untuk membangun karier militernya.Ā
Kedisiplinan dan kerja keras menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilaluinya.
Kondisi ekonomi pada masa awal pengabdiannya juga tidak mudah. Penghasilan yang diterima sebagai prajurit ketika itu masih terbatas.
Di sisi lain, Untung juga pernah menghadapi persoalan dalam kehidupan pribadinya.Ā
Hubungan cintanya kandas setelah dirinya disebut tidak mampu memenuhi permintaan mahar yang tinggi dari keluarga calon istrinya.
Namun, persoalan tersebut tidak membuatnya berhenti melangkah.Ā
Ia memilih tetap menjalankan tugas dan melanjutkan pengabdian sebagai prajurit TNI.
Perlahan tetapi pasti, perjalanan karier Untung terus berkembang hingga membawanya bergabung dengan Kopassus, salah satu satuan elite TNI Angkatan Darat.
Perjalanan panjang tersebut juga diwarnai kenaikan pangkat berkali-kali.Ā
Untung disebut telah mengalami kenaikan pangkat sebanyak 17 kali hingga mencapai pangkat Letnan Kolonel.
Masa Lalu Bukan Penentu Masa Depan
Kisah Untung Pranoto menjadi gambaran bahwa latar belakang seseorang tidak selalu menentukan bagaimana akhir perjalanan hidupnya.
Dari kehidupan sebagai preman terminal, ia kemudian memilih jalan berbeda dengan menjadi prajurit TNI.Ā
Pilihan tersebut dijalani dengan perjuangan panjang hingga akhirnya mencapai posisi sebagai perwira Kopassus.
Kisah tersebut menjadi salah satu cerita yang relevan untuk dikenang dalam momentum HUT ke-81 TNI.Ā
Di balik seragam dan pangkat seorang prajurit, terdapat proses panjang yang diisi dengan latihan, pengorbanan, kedisiplinan, serta keteguhan menjalankan tugas.
Perjalanan Untung juga menunjukkan bahwa kesempatan untuk memperbaiki kehidupan selalu terbuka selama seseorang memiliki kemauan untuk berubah dan terus berusaha.
Di tengah peringatan HUT ke-81 TNI, kisah seperti perjalanan Untung Pranoto dapat menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa juga lahir dari proses panjang dan perjuangan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (gwn)
Load more