Soal Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Habib Bahar bin Smith Bandingkan dengan Kondisi Lapas Nusakambangan
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Habib Bahar bin Smith menyoroti temuan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor oleh Ombudsman RI. Ia sendiri pernah menjadi salah satu penghuni di lapas tersebut pada 2019.
Habib Bahar bin Smith menyebut ada perbedaan kondisi antara Lapas di Rajeg, Cibinong dan Lapas Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, serta lapas lainnya.
Menurut Habib Bahar bin Smith, kompleks Lapas Nusakambangan menggunakan pengamanan ketat tingkat tinggi sehingga dijuluki sebagai "Alcatraz Indonesia". Ia juga membandingkan fasilitas sel mewah di lapas yang terletak di Kabupaten Cilacap tersebut.
"Sudah bukan rahasia umum lagi di lapas mana-mana, kecuali Nusakambangan di sana ya," ujar Habib Bahar dalam perbincangan eksklusif di program Fakta tvOne, Senin (5/10/2026).
HBS sapaan akrabnya membandingkan kondisi Lapas Nusakambangan karena pernah mendekam di Lapas Kelas 1 Batu. Saat itu ia menjalani masa tahanan akibat kasus penganiayaan dua remaja.
Habib Bahar mendekam di Lapas Kelas 1 Batu Nusakambangan setelah dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur pada 19 Mei 2020. Ia pun tidak hanya menjadi narapidana, tetapi juga mengamati kondisi di lapas yang dijuluki Pulau Bui tersebut.
Habib Bahar melihat pembangunan fasilitas mewah di Lapas Nusakambangan tidak akan pernah terjadi. Menurut dia, hal itu tidak berlaku di sana.
"Mau di Lapas Karang Anyar, Lapas Pasir Putih, Lapas Batu yang saya tempati, terus Lapas Narkotika Kelas IIA, Lapas Besi itu tidak berlaku," terangnya.
Lapas Nusakambangan tidak memberlakukan fasilitas mewah lantaran berfungsi sebagai lembaga pemasyarakatan maksimum keamanan yang dirancang untuk isolasi ketat.
Selain itu, lapas ini juga memberlakukan pengawasan maksimal hingga memberikan efek jera bagi para narapidana dengan tingkat risiko tinggi.
Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin itu berbagi pendapatnya terkait fasilitas mewah di lapas. Bagi dia, hal ini untuk dikhususkan napi tertentu.
Namun hal ini sulit berfungsi di Lapas Nusakambangan. Ia menambahkan, orang tertentu tidak akan dibuatkan fasilitas atau klaster mewah di sana.
"Mau sebanyak apa pun, mau punya uang itu enggak berlaku di sana. Karena itu mereka benar-benar menjalankan SOP," jelasnya.
Ia berbagi pengalaman dari hasil penglihatannya terkait kondisi di Lapas Nusakambangan. Kebanyakan dinding di lapas tersebut hanya memiliki dua warna.
"Ketika saya di sana, itu cuma lihat dua warna, yakni merah sama warna abu-abu. Warna temboknya abu-abu, kalau bajunya yang dipakai merah. Itu saking ketat SOP-nya. Di luar itu, saya berani jamin semua main uang," pungkasnya.
(hap)
Load more