Vicky Prasetyo Ungkap Dirinya Sempat Hubungi Anak Dede Sunandar Sebelum Insiden Blackout
- YouTube POLRESTA JAMBI
Jakarta, tvOnenews.com - Vicky Prasetyo menceritakan kembali kejadian blackout yang membuatnya khawatir saat bertanding tinju menghadapi Dede Sunandar dan Bedu dalam ajang Kapolda Fighter Match 2026 di GOR Kota Jambi, Sabtu (3/10/2026) malam.
Di balik pertandingan tersebut, ternyata ada momen yang cukup membekas bagi Vicky Prasetyo. Sesaat sebelum pertandingan dimulai, ia sempat melakukan video call dengan anak-anak Dede Sunandar.
Dalam percakapan itu, anak-anak Dede bahkan meminta Vicky Prasetyo menjaga sang ayah selama pertandingan. Permintaan sederhana tersebut kemudian terus terngiang di benak aktor itu saat kondisi Dede Sunandar mendadak kritis di atas ring tinju.
"Sebelum bertanding juga sempat video call-an sama anak-anaknya Dede kan, 'Titip ayah ya Om' gitu loh," ungkap Vicky Prasetyo dilansir dari acara Pagi Pagi Ambyar pada Senin (5/10/2026).
Vicky menyadari bahwa pertandingan tinju, meskipun dikemas sebagai celebrity match, tetap mempunyai risiko. Ia pun tidak menyangka pertarungan tersebut akhirnya membuat Dede kehilangan kesadaran.
"Ya namanya kita bertanding kan enggak tahu, cuma pas udah mulai enggak sadar diri sama dia, udah enggak inilah, ngancing giginya gitu-gitu kan ngeri juga gitu loh," lanjutnya.
Dede Sunandar Blackout
Pertandingan di Jambi itu mempertemukan Vicky dengan dua lawan sekaligus, yakni Dede Sunandar dan Bedu. Format tersebut dibuat agar keduanya dapat bergantian menghadapi Vicky sehingga tenaga mereka bisa lebih terjaga.
"Biar staminanya patungan tadinya gitu loh," ujar Vicky.
Menurut Vicky, konsep pertarungan memang dapat disesuaikan karena pertandingan tersebut bukan laga profesional. Namun, ia mengakui sempat mengabaikan saran panitia untuk menggunakan head guard.
"Panitia kan udah 'Kalian pakai head guard aja', terus tanya nih satu-satu kenapa enggak pakai. Kata aku 'Enggak usah pakai head guard lah, udah tarung aja lah'," kata Vicky.
Situasi kemudian berubah serius ketika Dede terkena beberapa pukulan pada ronde pertama. Dede yang mengaku belum pernah bertanding tinju sebelumnya akhirnya mengalami blackout.
"Pas pukulan ketiga masuk, rusuk dua kali, terakhir sini sekali (belakang telinga)... Rasanya pas terakhirnya cuman kayak orang azan magrib gitu, jadi kayak gelap langsung gitu... Blackout, maksudnya gelap gitu," tutur Dede.
"Belum, belum pernah sama sekali. Ini pertama sekali," kata Dede.
Melihat Dede tidak sadarkan diri, Vicky langsung merasa panik. Kondisi tersebut mengingatkannya pada pengalaman kehilangan pelatihnya, almarhum Herotito asal Malang, yang meninggal ketika menjalani pertandingan di atas ring.
"Kita pernah kehilangan pelatih terbaik saya, almarhum Herotito yang dari Malang, dia meninggal saat pertandingan di atas ring gitu loh. Dan itu sampai ya pulangnya pun saya iringin," ungkap Vicky.
Pengalaman pahit itu membuat kejadian yang menimpa Dede terasa semakin berat bagi Vicky.
"Jadi kejadian itu terulang lagi kedua kan gitu loh, teringat jadinya," lanjutnya.
Vicky mengatakan, keselamatan Dede menjadi hal utama yang ada dalam pikirannya. Ia bahkan kembali teringat pesan anak-anak Dede sebelum pertandingan berlangsung.
"Yang paling ditakutin tuh waktu lihat Dede di situ... Ya Allah anak-anaknya masih tinggal sama dia... Bagi saya pertandingan penting, tapi kemanusiaan itu jauh lebih penting lah," kata Vicky.
Vicky Tak Ingin Anak Dede Kehilangan Ayah
Kondisi Dede yang harus mendapatkan penanganan medis membuat Vicky semakin cemas. Ia mengaku takut sesuatu yang lebih buruk terjadi hingga membuat anak-anak Dede kehilangan sosok ayah.
"Demi Allah ya itu khawatir banget saya, ngeri dia enggak ada," ujar Vicky.
Vicky juga menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan sesuatu yang sudah diatur demi menciptakan tontonan dramatis. Menurutnya, risiko dalam pertandingan tinju memang tidak bisa sepenuhnya diprediksi.
"Cuma ya tinju itu enggak bisa kita rencanain, kita setting-setting enggak bisa," tegasnya.
Peristiwa tersebut bahkan membuat Vicky mempertimbangkan untuk mengakhiri keterlibatannya dalam pertandingan tinju.
"Ini jadi titik balik banget sih buat enggak mau aku tinju lagi," ungkap Vicky.
Di sisi lain, Dede mengaku masih merasakan trauma setelah kejadian tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa Vicky memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarganya setelah pertandingan.
"Pak Vicky memang benar-benar real ngebantu keluarga Dede sampai detik ini," kata Dede.
"Kalau untuk sekarang masih khawatir banget sih, soalnya masih trauma," pungkasnya.
(hap)
Load more