Review Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Bohong, Tapi Justru Kehilangan Filter
- ANTARA/Sri Dewi Larasati
Premis Bapak Paling Jujur sebelumnya pernah digunakan dalam film Brasil O Candidato Honesto pada 2014 dan film Korea Selatan Honest Candidate pada 2020. Versi Indonesia ini kemudian membawa konsep tersebut ke karakter, situasi sosial dan gaya humor yang disesuaikan dengan konteks penonton Indonesia.
Bukan Sekadar Komedi tentang Politik
Salah satu hal yang menarik dari film ini adalah penggunaan dunia politik sebagai latar tanpa menjadikan film semata-mata sebagai cerita tentang politik.
Jonas memang seorang calon gubernur. Akan tetapi, persoalan yang dihadapinya sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja. Dalam kehidupan sehari-hari, orang menggunakan “filter” ketika berbicara dengan pasangan, keluarga, teman, kolega hingga masyarakat luas.
Karena itu, ketika filter tersebut tiba-tiba hilang, sumber kelucuannya tidak hanya berasal dari situasi politik.
Melansir dari ANTARA, Fajar Nugros mengatakan film ini tidak dibuat untuk mengklaim bahwa para pembuatnya adalah orang-orang yang paling jujur.
“Kami yang membuat film ini tuh enggak serta-merta kita mau ngomong nih kita juga orang jujur nih, gitu juga enggak. Kami juga sedang belajar. Jadi memang berat ternyata jujur,” ujar Fajar.
Pernyataan tersebut membuat tema film terasa lebih membumi. Kejujuran tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang mudah dilakukan, melainkan sebagai proses yang membutuhkan keberanian sekaligus tanggung jawab.
Fajar juga menegaskan bahwa film ini tidak ditujukan untuk menyindir pihak tertentu. Ia berharap cerita tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi penonton untuk melihat kembali hubungan mereka dengan kejujuran.
“Jadi hopefully ya jadi pembelajaran, jadi enggak sekadar hiburan aja sih gitu. Mungkin sekarang orang juga sedang berhitung, apa ya yang bikin mereka bisa menggerakkan ke bioskop, ya harapan akan kejujuran itu. Harapannya setelah selesai nonton mereka bisa jujur pada diri sendiri,” tutur Fajar.
Di sinilah Bapak Paling Jujur memiliki lapisan yang lebih menarik. Film menggunakan kekacauan sebagai sumber tawa, tetapi di baliknya terdapat pertanyaan tentang kepercayaan.
Sebab, jujur dan berkata tanpa pertimbangan sebenarnya bukan hal yang sama.
Load more