Mengenal Zarima Mirafsur yang Dijuluki Ratu Ekstasi, Kini Berubah Jadi Penyuluh Antinarkoba
- dok.kolase tvOnenews.com/ viva.co.id / @zarima_mirafsur
Jakarta, tvOnenews.com- Masih ingat dengan Zarima Mirafsur, artis yang populer pada era 1990-an dan mendapat julukan unik, yaitu Ratu Ekstasi?
Julukan Ratu Ekstasi tersebut berasal dari kasus yang pernah menjerat Zarima. Artis lawas itu memiliki nama lengkap Zarima Mirafsur dan lahir pada 3 Desember 1974.
Zarima pernah tersandung kasus narkoba. Dia terseret kasus kepemilikan sekitar 30 ribu butir pil ekstasi pada 1999.
Kasus tersebut membuatnya dijuluki Ratu Ekstasi. Julukan itu hingga kini masih melekat di benak masyarakat dan kerap muncul di media sosial.
Akibat kasus kepemilikan pil ekstasi tersebut, Zarima harus menjalani hukuman penjara. Peristiwa itu menjadi salah satu kasus narkotika yang menyita perhatian publik pada masanya.
Dalam proses hukum yang dijalaninya, Zarima dikabarkan sempat melarikan diri ke Amerika Serikat sebelum akhirnya dideportasi kembali ke Indonesia.
Kabar terkini tentang dirinya memang tidak banyak diketahui karena dia tidak aktif di media sosial.
Setelah ditelusuri oleh tvOnenews.com, hanya ditemukan satu akun yang diduga miliknya. Unggahan terakhir di akun tersebut tercatat pada September 2020.
Akun Instagram tersebut memiliki lebih dari 400 pengikut. Akun itu memuat dua foto dirinya yang mendapat pujian dari warganet. Zarima pun membalas komentar tersebut.
"Selamat Pagi," bunyi keterangan foto yang diunggah di akun Instagram @zarima_mirafsur, Kamis (15/10/2026). Dalam unggahan lainnya, dia menampilkan foto dengan rambut panjang yang juga mendapat pujian dari warganet.
"Masyaallah cantiknya," tulis seorang warganet di kolom komentar.
"Makasih, Mbak," jawab artis lawas tersebut.
Zarima diketahui sempat melarikan diri ke Amerika Serikat sebelum akhirnya dideportasi kembali ke Indonesia.
Selain kasus tersebut, dia juga pernah terlibat konflik berkepanjangan terkait perebutan hak asuh anak dengan pengacara Ferry Juan.
Dalam perjalanan kariernya, Zarima pernah membintangi beberapa film, seperti Cinta Anak Muda (1990), Macho 2 (1995), dan Toilet 105 (2010).
Jadi Penyuluh Antinarkoba
Dalam sebuah lokakarya antinarkoba, Zarima menjelaskan bahwa pengalaman masa lalunya memberikan pelajaran tentang keuntungan besar yang bisa diperoleh dari bisnis narkoba, tetapi disertai risiko yang tidak disadarinya saat itu.
Hal tersebut disampaikan Zarima dalam lokakarya antinarkoba yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Provinsi (BNP) Maluku pada 2010.
"Saat itu yang mendorong saya menjual narkoba karena keutungannya sangat tinggi dan sebagai orang bisnis saya ikut-ikutan," kata Zarima, dikutip dari Antara, Kamis (15/10/2026).
Setelah menyampaikan hal tersebut, Zarima menegaskan bahwa saat itu dia belum mengetahui risiko dari tindakannya. Dia juga menekankan bahwa narkoba merupakan racun dan berbahaya.
"Tetapi yang ingin saya sampaikan di sini bahwa narkoba itu racun, berbahaya. Kalau kita tahu itu racun apakah perlu dikonsumsi?," tegas artis lawas tersebut.
Karena itu, Zarima mendorong generasi muda dan masyarakat agar membentengi diri dengan iman dan agama supaya tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. (klw)
Load more