News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Oknum Dosen Universitas Tomakaka Diduga Lakukan Plagiarisme Jurnal, Pemilik Karya Asli Tuntut Permintaan Maaf

Viral di media sosial, oknum dosen Universitas Tomakaka diduga lakukan plagiarisme jurnal, pemilik karya Asli tuntut permintaan maaf.
Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:26 WIB
Ilustrasi plagiarisme jurnal ilmiah
Sumber :
  • Ilustrasi AI/ChatGPT

tvOnenews.com - Dugaan plagiarisme karya ilmiah yang menyeret sejumlah dosen Universitas Tomakaka menjadi sorotan setelah ramai diperbincangkan di media sosial. 

Pemilik karya asli, Moch. Marsa Taufiqurrohman, mengaku kecewa karena hingga kini belum mendapatkan permintaan maaf langsung dari para penulis yang diduga menjiplak artikelnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepada tvOnenews.com, Minggu (18/10/2026), Marsa menceritakan kronologi dugaan plagiarisme tersebut, mulai dari penemuan artikel yang dinilai memiliki kesamaan dengan karyanya hingga upaya meminta klarifikasi kepada pihak kampus dan penerbit jurnal.

Marsa menjelaskan, karya ilmiahnya berjudul "Integrasi Sistem Peradilan Pemilihan Umum melalui Pembentukan Mahkamah Pemilihan Umum" diterbitkan pada 2021 di Jurnal Konstitusi yang dikelola Mahkamah Konstitusi. 

Namun, dugaan penjiplakan baru diketahuinya sekitar Juli 2025 ketika ia sedang memperbarui profil Google Scholar. 

Saat menelusuri artikel miliknya, Marsa menemukan dua artikel dengan judul yang sama, tetapi salah satunya mencantumkan nama penulis berbeda.

"Artikel itu di-publish tahun 2021, kemudian masuk di profil Google Scholar. Kemudian 2024 diplagiasi dan aku nggak tahu ada orang yang jiplak artikelku itu," ujar Marsa.

Ia mengaku terkejut ketika menemukan artikel lain yang diduga merupakan hasil penjiplakan terhadap karyanya.

"Sekitar Juli 2025, saat membenahi profil Google Scholar, aku cari artikelku itu, kok ada dua? Satunya kucek ternyata namanya bukan namaku, tidak tahu siapa," katanya.

 

Upaya Meminta Klarifikasi kepada Pihak Jurnal dan Kampus

Setelah menemukan dugaan tersebut, Marsa berupaya menghubungi pihak jurnal untuk meminta penanganan. 

Ia juga menyoroti keberadaan artikel yang diduga bermasalah itu di Garuda, pangkalan data publikasi ilmiah yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi.

Marsa menilai, penanganan artikel tersebut semestinya tidak berhenti pada penghapusan dari laman publikasi. 

Menurut dia, penarikan resmi atau retraksi diperlukan agar pembaca dan peneliti lain mengetahui adanya persoalan terkait keaslian karya ilmiah tersebut.

"Wah nggak terima lah. Aku coba hubungi jurnalnya, mereka bilang take down, harusnya tidak di-take down, tapi diretraksi biar orang-orang tahu kalau artikel ini plagiasi," tuturnya.

Menurut penuturannya, artikel yang dipermasalahkan memang telah diturunkan atau take down. Namun, hingga ia menyampaikan keterangan tersebut, artikel itu belum mendapatkan penandaan retraksi sebagaimana yang diharapkannya.

Marsa juga mengaku telah berupaya menghubungi para penulis yang tercantum dalam artikel tersebut melalui berbagai saluran komunikasi. Namun, upaya itu disebut belum membuahkan hasil.

"Aku coba untuk hubungi, di WA tidak dibalas. Di DM juga tidak dibalas. Bersurat di email juga tidak dibalas," ungkapnya.

Karena tidak memperoleh tanggapan langsung, Marsa kemudian menghubungi pihak Universitas Tomakaka melalui media sosial. Ia mengatakan pihak kampus merespons pesannya dan menyampaikan akan melakukan evaluasi.

"Akhirnya coba ke universitasnya. Universitas aku DM, mereka balas dan bilang akan melakukan evaluasi," katanya.

Meski demikian, Marsa mengaku belum mendapatkan penyelesaian yang diharapkannya. Ia menyebut pihak kampus telah menyampaikan permintaan maaf, tetapi belum mendapatkan permintaan maaf dari para penulis yang diduga terlibat dalam persoalan tersebut.
 

Telusuri Identitas Penulis dan Angkat ke Media Sosial

Marsa mengatakan, dirinya juga berupaya menelusuri identitas ketiga penulis yang tercantum dalam artikel yang dipermasalahkan. 

Berdasarkan penelusurannya melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), ia menduga ketiganya merupakan dosen pada Program Studi Hukum Keluarga Islam di Universitas Tomakaka.

Ia menyebut penulis pertama diduga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan III dan kini menjabat sebagai ketua program studi. 

Sementara, dua penulis lainnya disebut masih aktif sebagai dosen di universitas tersebut.

Meski telah melakukan penelusuran, dugaan keterlibatan para penulis tersebut tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan dan universitas.

Marsa mengungkapkan, persoalan ini sebenarnya pernah ia sampaikan melalui media sosial pada Juli 2025. Namun, unggahan tersebut saat itu tidak mendapatkan perhatian sebesar yang diterimanya belakangan ini.

"Karena tidak ada respons berarti, tindakannya nggak tahu, penulisnya tidak minta maaf, Juli 2025 aku angkat ke Thread dan Tiktok, tapi tidak seramai sekarang," ujarnya.

Setelah menunggu cukup lama tanpa memperoleh perkembangan penyelesaian yang diharapkan, Marsa kembali mengangkat persoalan tersebut melalui Threads hingga akhirnya ramai diperbincangkan.

"Aku tunggu, tidak pernah update kasus tersebut," katanya.

Ia juga mengkhawatirkan dampak publikasi artikel yang diduga bermasalah itu terhadap penelusuran akademik. 

Menurut Marsa, metadata artikel tersebut masih dapat ditemukan dan ia mengetahui setidaknya dua orang telah mengutipnya.

"Bahkan metadeskripsi masih ada. Bahkan ada dua orang yang sudah mengutip," ungkapnya.

Selain menghubungi pihak kampus dan penerbit jurnal, Marsa mengaku telah melaporkan persoalan ini kepada pihak Kementerian Pendidikan Tinggi.


Masih Menunggu Permintaan Maaf, Somasi Jadi Langkah Berikutnya

Di tengah ramainya pembahasan kasus tersebut, Marsa menegaskan bahwa hal utama yang ia harapkan adalah pengakuan dan permintaan maaf dari para penulis yang diduga menggunakan karyanya tanpa semestinya.

Ia mengatakan, dirinya masih membuka kesempatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. 

Meski sempat mendapat tawaran untuk menempuh jalur hukum, Marsa mengaku masih menunggu itikad baik dari pihak yang dipersoalkan.

"Akhirnya saya up lagi di Thread dan rame," tuturnya.

"Sebenarnya tendensinya sampai sekarang, aku cuma menunggu si penulis ini minta maaf atau setidaknya mengakui," lanjutnya.

Marsa menegaskan, dirinya belum menutup kemungkinan menempuh langkah hukum apabila tidak ada penyelesaian. 

Salah satu langkah yang dipertimbangkannya dalam waktu dekat adalah mengirimkan somasi.

"Harapannya setidaknya penulis-penulis ini meminta maaf. Saya tetap menunggu. Kalau tidak, usaha terdekat memberikan somasi," pungkasnya.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, Marsa mengaku masih menantikan permintaan maaf langsung dari para penulis yang dipersoalkan. (gwn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ITB Ultra Marathon 2026 Diwarnai Duka, Seorang Peserta Meninggal Dunia di Cianjur

ITB Ultra Marathon 2026 Diwarnai Duka, Seorang Peserta Meninggal Dunia di Cianjur

Salah satu peserta atas nama Dody Muhamad Pasha, meninggal dunia saat berada di lintasan di wilayah Cianjur, Jawa Barat pada Sabtu (17/10/2026), sebelum finis.
Termasuk Klub Calvin Verdonk, Deretan Raksasa Sepak Bola Eropa yang Kompak Bersuara soal Karhutla

Termasuk Klub Calvin Verdonk, Deretan Raksasa Sepak Bola Eropa yang Kompak Bersuara soal Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia mendapat perhatian dari dunia sepak bola Eropa. Salah satunya klub Calvin Verdonk.
Mengapa Ruben Onsu Kembali Adopsi Anak? Begini Awal Pertemuannya dengan Thayaka

Mengapa Ruben Onsu Kembali Adopsi Anak? Begini Awal Pertemuannya dengan Thayaka

Ruben Onsu mengungkap alasan mengadopsi Thayaka Putra Onsu, mulai dari pertemuan pertama hingga perenungan saat menjalankan ibadah umrah.
Soal Kasus Pencambukan di KPPG Bogor, BGN Mengklaim Pimpinan Berada di Lokasi dan Sempat Melerai

Soal Kasus Pencambukan di KPPG Bogor, BGN Mengklaim Pimpinan Berada di Lokasi dan Sempat Melerai

Diketahui bahwa Kepala KPPG Bogor dan Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) berada di lingkungan kantor ketika peristiwa pencambukan itu terjadi dan viral.
Mainkan Calvin Verdonk sebagai Pengganti Lagi, Pelatih Lille Blak-blakan Bilang Frustrasi Gara-Gara Hal Ini

Mainkan Calvin Verdonk sebagai Pengganti Lagi, Pelatih Lille Blak-blakan Bilang Frustrasi Gara-Gara Hal Ini

Pelatih Lille, Davide Ancelotti, blak-blakan menyampaikan rasa frustrasinya setelah laga kontra Brest. Dalam laga ini, Calvin Verdonk kembali diturunkan sebagai pengganti.
Hasil Final KOVO Cup 2026: Dramatis Kalahkan Expressway Hi-Pass, GS Caltex Raih Gelar Juara!

Hasil Final KOVO Cup 2026: Dramatis Kalahkan Expressway Hi-Pass, GS Caltex Raih Gelar Juara!

Hasil final KOVO Cup 2026, GS Caltex berhasil keluar sebagai juara usai menang dramatis lewat fullset dari Expressway Hi-Pass.

Trending

Oknum Dosen Universitas Tomakaka Diduga Lakukan Plagiarisme Jurnal, Pemilik Karya Asli Tuntut Permintaan Maaf

Oknum Dosen Universitas Tomakaka Diduga Lakukan Plagiarisme Jurnal, Pemilik Karya Asli Tuntut Permintaan Maaf

Viral di media sosial, oknum dosen Universitas Tomakaka diduga lakukan plagiarisme jurnal, pemilik karya Asli tuntut permintaan maaf.
Gegara Tegur Siswa Tidak Memakai Kaos Kaki, Kepala Sekolah di Lamongan Diduga Dihajar Oknum TNI hingga Hidung Retak

Gegara Tegur Siswa Tidak Memakai Kaos Kaki, Kepala Sekolah di Lamongan Diduga Dihajar Oknum TNI hingga Hidung Retak

Seorang kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Mluntur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, diduga dianiaya oknum TNI yang juga merupakan wali murid
70 Persen Pekerja JIIPE Berasal dari Lokal, Kawasan Industri Gresik Ini Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur

70 Persen Pekerja JIIPE Berasal dari Lokal, Kawasan Industri Gresik Ini Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur

Menperin mengapresiasi JIIPE di Gresik yang menyerap 70 persen tenaga kerja lokal. Simak perkembangan investasi, hilirisasi, dan infrastruktur kawasan industri
Reaksi Sekjen FFI dan Hector Souto usai Timnas Futsal Indonesia Kalah 3 Kali di Brasil

Reaksi Sekjen FFI dan Hector Souto usai Timnas Futsal Indonesia Kalah 3 Kali di Brasil

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Futsal Indonesia (FFI), Budi Setiawan, dan pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, berbicara setelah kekalahan ketiga di Brasil.
Paris Mencekam! Demo Biaya Hidup Berubah Kericuhan, Toko-toko Jadi Sasaran Jarah

Paris Mencekam! Demo Biaya Hidup Berubah Kericuhan, Toko-toko Jadi Sasaran Jarah

Kerusuhan hingga penjarahan terjadi di Paris dan beberapa kota lainnya di Prancis pada Sabtu (17/10/2026) dalam aksi demonstrasi protes tingginya biaya hidup.
Jadwal Tinju Dunia Hari Ini: Ada Perebutan Gelar Juara Sebastian Fundora Vs Ermal Hadribeaj di Kelas Welter Super

Jadwal Tinju Dunia Hari Ini: Ada Perebutan Gelar Juara Sebastian Fundora Vs Ermal Hadribeaj di Kelas Welter Super

Jadwal tinju dunia hari ini, di mana ada perebutan gelar juara kelas welter super antara Sebastian Fundora melawan Ermal Hadribeaj.
Hasil Tinju Dunia: Dramatis Bikin KO Ermal Hadribeaj, Sebastian Fundora Pertahankan Gelar Juara Kelas Welter Super WBC

Hasil Tinju Dunia: Dramatis Bikin KO Ermal Hadribeaj, Sebastian Fundora Pertahankan Gelar Juara Kelas Welter Super WBC

Hasil tinju dunia, di mana Sebastian Fundora berhasil mempertahankan sabuk gelar juara miliknya usai mengalahkan Ermal Hadribeaj lewat KO di ronde 12.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT