5 Anime tentang Kehidupan Pedesaan yang Menenangkan, Cocok untuk Healing
- YouTube Crunchyroll
tvOnenews.com - Anime tidak selalu menghadirkan cerita penuh pertarungan, konflik besar, atau petualangan menegangkan. Ada juga anime yang menyuguhkan kehidupan sederhana di pedesaan dengan pemandangan alam asri, suasana hangat, dan cerita ringan yang cocok ditonton saat ingin bersantai.
Anime tentang kehidupan pedesaan biasanya mengangkat keseharian para karakter, mulai dari menikmati alam, membangun persahabatan, hingga menemukan makna kehidupan melalui hal-hal sederhana.
Beberapa judul bahkan memadukan unsur fantasi, keluarga, dan petualangan sehingga ceritanya terasa semakin menarik. Jika sedang mencari tontonan yang menenangkan, berikut lima anime tentang kehidupan pedesaan yang bisa masuk daftar tontonan.
1. Non Non Biyori (2013)
Non Non Biyori menjadi salah satu anime yang cocok untuk pencinta cerita slice of life dengan suasana pedesaan yang damai.
Anime ini mengisahkan kehidupan sehari-hari lima siswi dengan rentang usia berbeda di sebuah desa terpencil bernama Asahigaoka. Karena jumlah penduduknya sedikit, sekolah di desa tersebut hanya memiliki satu kelas untuk seluruh jenjang pendidikan.
Cerita berfokus pada keseharian para siswi yang menghabiskan waktu bersama, mulai dari bermain di sungai, menikmati pemandangan alam, hingga melakukan berbagai kegiatan sederhana.
Suasana desa yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan membuat anime ini terasa hangat dan menenangkan.
Informasi anime:
Tahun tayang: 2013 (Season 1), 2015 (Season 2: Repeat), dan 2021 (Season 3: Nonstop).
Karakter utama: Renge Miyauchi, Hotaru Ichijou, Natsumi Koshigaya, dan Komari Koshigaya.
Tempat menonton: Bstation/Bilibili dan Crunchyroll.
2. Barakamon (2014)
Barakamon menghadirkan cerita tentang perubahan hidup seorang pemuda yang harus beradaptasi dengan lingkungan pedesaan.
Anime ini mengikuti perjalanan Seishuu Handa, seorang kaligrafer muda berbakat yang memiliki sifat sombong dan mudah terpancing emosi.
Setelah memukul seorang kritikus senior, Handa dikirim oleh ayahnya ke Kepulauan Goto di Kyushu untuk menenangkan diri sekaligus belajar dari pengalaman.
Kehidupan Handa yang awalnya terbiasa dengan suasana kota perlahan berubah setelah bertemu warga desa yang ramah. Ia juga sering dibuat kewalahan oleh tingkah anak-anak kecil yang usil, termasuk Naru Kotoishi.
Melalui interaksi dengan masyarakat sekitar, Handa mulai belajar memahami kehidupan dari sudut pandang berbeda. Pengalaman tersebut bahkan memengaruhi perkembangan gaya kaligrafinya.
Load more