Meta Kembangkan Robot Humanoid Bersama Perusahaan China, Max Disiapkan Jadi Asisten Rumah Tangga
- ANTARA
Kolaborasi ini mempertemukan pengembangan perangkat lunak dan AI Meta dengan pengalaman Fourier dalam bidang perangkat keras robotika. Keduanya perlu memastikan sistem komputasi, sensor, dan mekanisme gerak dapat bekerja secara terintegrasi.
Dukungan Nvidia dan Ambisi Meta Mengembangkan AI Fisik
Meta memproyeksikan robot humanoid sebagai salah satu bentuk penerapan agen AI besutannya, Muse. Teknologi ini diarahkan agar kecerdasan buatan tidak hanya mampu memberikan jawaban atau rekomendasi, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi tindakan fisik.
Salah satu penerapan yang dibayangkan adalah membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Namun, kemampuan tersebut membutuhkan lebih dari sekadar sistem AI yang dapat memahami instruksi.
Robot juga harus mampu mengenali objek, memperkirakan jarak, mengendalikan gerakan tangan, serta menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan.
Sebagai contoh, mengambil benda dari meja membutuhkan koordinasi antara penglihatan mesin, pemrosesan informasi, dan pergerakan mekanis. Kesalahan dalam salah satu tahap dapat membuat robot gagal menjalankan perintah.
Karena itu, pengembangan Max menjadi bagian dari pengujian hubungan antara kecerdasan buatan dan kemampuan fisik perangkat.
Pengembangan teknologi ini juga mendapat dorongan dari kerja sama Meta dengan Nvidia. Perusahaan pembuat chip tersebut sebelumnya menyepakati investasi senilai 3 miliar dolar AS atau setara Rp54,4 triliun kepada Meta untuk memperluas kolaborasi riset pada proyek Muse.
Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan AI fisik membutuhkan ekosistem teknologi yang lebih luas. Selain model kecerdasan buatan, perusahaan juga memerlukan chip berkemampuan tinggi, sensor, sistem navigasi, serta perangkat mekanis yang mampu menerjemahkan keputusan AI menjadi gerakan.
Max 2 Disiapkan, Persaingan Robot Humanoid Makin Ketat
Pengembangan Max ternyata tidak berhenti pada purwarupa pertama. Setelah diperkenalkan secara internal pada akhir Agustus lalu, Meta dan Fourier mulai mengerjakan robot generasi berikutnya bernama Max 2 sejak September.
Versi terbaru ini diproyeksikan membawa sejumlah peningkatan, terutama pada struktur bodi dan kemampuan artikulasi tangan.
Meta juga disebut tengah menyiapkan proyektor terintegrasi serta sensor navigasi yang memungkinkan robot mengenali lingkungan dan menghadapi tantangan seperti menaiki tangga.
Peningkatan tersebut penting karena robot humanoid harus mampu bergerak di lingkungan yang tidak selalu memiliki kondisi ideal.
Load more