Boyong Piala Ajang Bergengsi Musik Indonesia Lewat Lagu Chrisye, Cakra Khan Ceritakan Proses Produksinya
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Jakarta, tvOnenews.com - Penyanyi Cakra Khan menceritakan proses pembuatan kolaborasi untuk merilis ulang lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata" milik almarhum Chrisye. Hal ini menyusul dirinya dan mendiang musisi legendaris Indonesia itu memperoleh piala penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026.
Cakra Khan dan almarhum Chrisye mendapat penghargaan melalui kategori Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik berkar kolaborasi lagu bertajuk Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Bagi Cakra Khan, keberhasilan tersebut merupakan bagian dari kemenangan tim, terutama untuk Chrisye dan penciptanya, Taufiq Ismail.
Cakra menjelaskan, proses kolaborasi project yang difokuskan dua label tersebut tidak mudah. Ia membandingkan perbedaan pengalaman ketika produksi rekaman antara karya lagunya sendiri dan milik Chrisye.
"Rekamannya paling lama. Saya biasanya cuma 1-2 jam beres, tapi ini hampir sekitar 4 jam," ujar Cakra Khan dalam puncak penghargaan AMI Awards 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026).
Ia menuturkan, dirinya sempat merasa ragu untuk merilis ulang dan menyanyikan lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata versi kolaborasi dengan suara almarhum Chrisye menjelang Ramadhan 2026.
Syair karya Taufiq Ismail tersebut terinspirasi dari Al-Quran melalui Surah Yasin Ayat 65. Makna dari lirik lagu itu mengisahkan tentang Hari Pengadilan atau Hari Kiamat sehingga tangan dan kaki manusia akan bersaksi atas segala perbuatan di semasa hidupnya.
Inspirasi lirik tersebut membuatnya harus benar-benar menikmati esensi lagu yang dipopulerkan oleh Chrisye pada 1997.
"Saya dengerin dulu suaranya, saya terlalu menikmati dan saya merinding dulu, keluar-keluar lagi sampai saya pakai vocal director waktu itu karena saya bingung, jujur," terangnya.
Cakra menilai suara Chrisye tidak perlu diragukan lagi. Melalui kolaborasi dengan suara musisi legendaris tersebut, ia berusaha agar tetap menjaga esensi makna lagu tersebut.
"Suaranya Mas Chrisye itu kualitasnya sudah kemana-mana. Saya juga enggak mau ngancurin esensi lagunya karena dengan lagu 'Ketika Tangan dan Kakii Berkata' itu kayak sudah penuh makna," katanya.
Lebih lanjut, penyanyi berusia 34 tahun ini bahkan kerap kali mempertanyakan hasil produksi kolaborasi suara almarhum Chrisye dan dirinya kepada dua label rekaman lagu tersebut, yakni MyMusic Records dan PT Musica Studios.
"Itu saya sampai minta cek berapa kali, 'ini udah oke belum, udah oke belum' karena takut suara saya enggak pas sama suara Mas Chrisye. Semuanya sampai saya cek ke tim saya karena ingin benar-benar suara saya bisa menyatu dengan suara Mas Chrisye," jelasnya.
"Memang suara beliau (almarhum Chrisye) itu unik, sedangkan suara saya agak sedikit kasar," tambahnya.
Kesan Mendapat Piala AMI Awards 2026
Kemudian, Cakra Khan menyampaikan pandangannya setelah hasil produksi lagu tersebut berbuah manis melalui penghargaan di ajang bergengsi musik Indonesia. Baginya, piala bukan tujuan utamanya, melainkan karya-karyanya bisa berdampak positif untuk khalayak.
"Penghargaan mengingatkan saya untuk selalu memberikan tenga semaksimal mungkin. Apa pun yang kita jalani sebagai musisi itu yang selalu berkarya bukan untuk piala, tetapi bisa berdampak positif untuk yang mendengarkan," ucapnya.
Diketahui, dalam nominasi kategori Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik, Cakra Khan dan mendiang Chrisye sempat bersaing dengan sejumlah musisi lain, di antaranya BRO’s Studio, Haddad Alwi, Bimbo, Quinn Salman, Kamga Mo, Tuantigabelas, Ecko Show, Ajeng, Iin Parlina, dan Alvons Freedom melalui "Pengakuanku", Opick lewat "Syukur Alhamdulillah", dan Wali lewat "Romantika Badar dan Uhud".
Dari hasil malam puncak penghargaan AMI Awards, Cakra Khan dan Chrisye yang resmi terpilih layak mendapat piala dalam kategori tersebut.
(hap)
Load more