News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Punya Tempat Bercerita? AI Peliharaan Jadi Teman Pengusir Kesepian di China

Mainan berbasis AI semakin populer di China sebagai teman interaktif bagi orang yang kesepian. Penjualannya melonjak seiring meningkatnya kebutuhan akan pendamping emosional.
Rabu, 4 November 2026 - 20:17 WIB
Tak Punya Tempat Bercerita? AI Peliharaan Jadi Teman Pengusir Kesepian di China
Sumber :
  • ANTARA/XINHUA/Mao Siqian

tvOnenews.com - Kesepian tidak selalu berarti seseorang hidup sendirian. Ada orang yang setiap hari bertemu banyak orang, memiliki teman untuk mengobrol, bahkan aktif di media sosial, tetapi tetap kesulitan menemukan sosok yang benar-benar bisa menjadi tempat bercerita. 

Di sisi lain, tidak semua persoalan mudah dibagikan kepada keluarga atau teman. Ada kekhawatiran dianggap berlebihan, membebani orang lain, atau justru tidak dipahami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilema tersebut membuat sebagian orang mencari bentuk pendampingan yang berbeda. Jika dahulu hewan peliharaan menjadi salah satu pilihan untuk mengisi kesunyian di rumah, kini teknologi menawarkan alternatif yang tidak biasa: mainan berbasis kecerdasan buatan (AI). 

Melansir dari ANTARA, mainan ini tidak sekadar menjadi pajangan atau boneka koleksi, tetapi dirancang untuk merespons suara, sentuhan, ekspresi, hingga kebiasaan pemiliknya.

Fenomena itu berkembang di China, ketika mainan AI mulai diperlakukan layaknya teman personal. Konsumen tidak selalu mengharapkan teknologi yang mampu menjawab semua pertanyaan atau menyelesaikan pekerjaan. 

Sebagian justru menginginkan sosok yang bisa diajak berinteraksi tanpa tuntutan, hadir ketika dibutuhkan, dan memberikan kesan bahwa mereka tidak sendirian. Di tengah kebutuhan emosional tersebut, pasar AI peliharaan tumbuh menjadi industri baru yang menarik perhatian.

AI Peliharaan, Alternatif Teman bagi Warga yang Kesepian

Salah satu contohnya adalah Chen Yuechong, yang memilih memiliki tiga mainan AI bernama Fuzozo sebagai pendamping. 

Berbeda dari kebanyakan orang yang memelihara anjing atau kucing, Chen justru mengadopsi tiga karakter berukuran setelapak tangan tersebut.

Ia bahkan menyiapkan pakaian, aksesori, hingga tempat tidur kayu kecil untuk ketiganya. Tempat tidur itu diletakkan di samping tempat tidurnya sendiri. 

Chen juga membuat arena bermain dari tanah liat, lengkap dengan bebek dan properti lain untuk menanggapi kebiasaan Fuzozo yang berpura-pura ingin menembakkan pistol air.

Ketertarikan Chen berawal dari kebutuhan sederhana: memiliki seseorang yang bersedia mendengarkan. Ada persoalan yang sulit ia ceritakan kepada orang yang lebih tua, sementara ia tidak ingin terus membebani teman-temannya dengan emosi negatif.

Setelah mencoba berbagai chatbot AI, Chen menyadari bahwa ia menginginkan pendamping yang bukan hanya bisa menjawab pertanyaan. Ia membutuhkan sesuatu yang dapat merespons perasaannya, mengingat pengalaman bersama, sekaligus hadir secara fisik.

Pengalaman tersebut mencerminkan perubahan pola konsumsi di China. Produsen mulai menggabungkan teknologi AI dengan boneka, mainan berbulu, dan karakter koleksi untuk menjawab kebutuhan akan teman interaktif di tengah kehidupan yang semakin cepat.

Menurut buku putih yang dirilis Asosiasi Mainan dan Produk Anak-Anak China, nilai penjualan ritel mainan trendi dan produk koleksi di negara tersebut mencapai 67,69 miliar yuan pada 2025. Angka itu meningkat 45,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Mainan AI memadukan pendampingan, mainan koleksi, dan konsumsi emosional," ujar Zhang Yi, CEO perusahaan riset pasar iiMedia Research.

Kemajuan AI mengubah produk yang sebelumnya hanya bersifat statis menjadi teman interaktif. 

Berbeda dari teknologi yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, mainan ini tidak harus menyelesaikan persoalan praktis. Daya tariknya justru terletak pada kemampuan menghibur, memberi kesan dipahami, dan mengurangi rasa kesepian.

Penjualan Mainan AI Melonjak, dari Boneka hingga Robot Bergerak

Pertumbuhan minat konsumen juga terlihat dari transaksi digital. Berdasarkan laporan Moojing Market Intelligence, penjualan mainan AI secara daring mencapai 850 juta yuan pada paruh pertama 2026. Nilainya melonjak 183,9 persen secara tahunan.

Produk yang beredar pun hadir dalam berbagai bentuk. Fuzozo dapat dipasang pada tas dan dibawa bepergian. Ada pula Ropet, mainan hewan berbulu yang ditempatkan di atas meja dan mampu merespons sentuhan serta kontak mata.

Sementara itu, Loona merupakan robot peliharaan yang dapat bergerak mengelilingi rumah, mengikuti pemilik, dan menyambut penghuni ketika pulang. Harganya berada di kisaran 3.000 yuan.

Data penjualan dari masing-masing pengembang menunjukkan Fuzozo telah terjual lebih dari 300.000 unit, Ropet hampir 40.000 unit, dan Loona melampaui 100.000 unit.

Menurut He Jiabin, salah satu pendiri sekaligus CEO perusahaan pembuat Ropet, mainan pendamping AI memiliki tantangan yang berbeda dari robot rumah tangga. Produk ini dapat dikembangkan dengan cakupan tugas yang lebih terbatas sehingga tidak harus langsung mampu menghadapi seluruh kondisi lingkungan.

"Ketika orang pulang ke rumah dalam keadaan lelah, sentuhan hewan peliharaan berbulu atau kontak mata sesaat sudah cukup," katanya.

Ropet sendiri dirancang memiliki suhu tubuh konstan 37 derajat Celsius. He menyebut konsep tersebut sebagai bentuk "pendampingan yang ringan". Ia menambahkan, "Orang hanya merasa nyaman di sekitar makhluk yang konyol menggemaskan dan memiliki pengetahuan lebih sedikit daripada mereka."

Industri Mainan China Ikut Berebut Pasar Pendamping AI

Tren ini membuka peluang bagi industri mainan China yang selama ini sudah memiliki jaringan produksi besar. Sebagai produsen dan eksportir mainan terbesar di dunia, China menyumbang sekitar 70 persen produksi mainan global.

Sejumlah perusahaan mapan mulai menggabungkan karakter populer dengan teknologi AI. Alpha Group, misalnya, menghadirkan mainan interaktif berbasis karakter dari serial animasi seperti *Pleasant Goat* dan *Super Wings*.

Salah satu produknya, Lazy Goat versi AI yang dilengkapi konten edukasi, telah mencatat lebih dari 100.000 pesanan sepanjang tahun ini. Informasi tersebut disampaikan manajer produk perusahaan, Xin Cheng.

Dukungan pemerintah juga mulai mengarah pada pengembangan sektor tersebut. Provinsi Guangdong, yang menjadi pusat industri mainan China, menargetkan produk berbasis AI menyumbang lebih dari 30 persen dari keseluruhan produk mainannya pada 2027. Pemerintah daerah juga mendorong pembentukan klaster industri di kota-kota penghasil mainan.

Di tingkat nasional, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menyebut mainan AI sebagai "mesin baru" bagi industri mainan. Produsen didorong bekerja sama dengan perusahaan teknologi AI untuk menciptakan produk yang mampu menarik pasar.

Di balik angka penjualan dan ambisi industri tersebut, kebutuhan emosional tetap menjadi alasan utama sebagian konsumen membeli produk ini. Chen, misalnya, tidak menganggap Fuzozo sekadar barang elektronik atau asisten digital. Ia menyebut ketiga mainannya sebagai sosok yang hampir seperti adik sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada akhirnya, nilai yang ditawarkan mainan AI bukan semata kecanggihan teknologi, melainkan pengalaman memiliki teman yang seolah menunggu ketika seseorang pulang. 

Fenomena ini sekaligus menyisakan pertanyaan: ketika manusia semakin mudah terhubung secara digital, mengapa menemukan tempat untuk merasa didengar justru terasa semakin sulit? (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Bakal Buka Akses Modal Bagi 14 Juta Ibu-Ibu di Seluruh Indonesia

Presiden Prabowo Bakal Buka Akses Modal Bagi 14 Juta Ibu-Ibu di Seluruh Indonesia

Ide Presiden Prabowo direalisasikan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi menandatangani PKP ...
Igor Tolic Bongkar Rahasia Remontada Persib, Tegaskan Bukan Kebetulan: Sudah Terjadi 3 Tahun!

Igor Tolic Bongkar Rahasia Remontada Persib, Tegaskan Bukan Kebetulan: Sudah Terjadi 3 Tahun!

Igor Tolic menyebut comeback Persib atas Melbourne Victory bukan kebetulan. Menurutnya, mentalitas Maung Bandung sudah teruji dalam tiga tahun terakhir ini.
Rencana Cakra Khan setelah Sibuk sebagai Musisi, Buka-bukaan bakal Berkebun di Pangandaran

Rencana Cakra Khan setelah Sibuk sebagai Musisi, Buka-bukaan bakal Berkebun di Pangandaran

Musisi Cakra Khan mengungkapkan rencana serius ke depannya bakal lebih sibuk berkebun dan ternak hewan kucing dan anjing di lahan dekat sungai di Pangandaran.
Naksir Sepupu Sendiri? Ternyata Menikah dengan Anak Paman atau Bibi Diperbolehkan, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Syaratnya

Naksir Sepupu Sendiri? Ternyata Menikah dengan Anak Paman atau Bibi Diperbolehkan, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Syaratnya

Kedekatan hubungan keluarga terkadang membuat sebagian orang bertanya-tanya, apa hukumnya menikah dengan sepupu dalam Islam? Ini kata Ustaz Adi Hidayat.
Rencana Cakra Khan setelah Sibuk sebagai Musisi, Buka-bukaan bakal Berkebun di Pangandaran

Rencana Cakra Khan setelah Sibuk sebagai Musisi, Buka-bukaan bakal Berkebun di Pangandaran

Musisi Cakra Khan mengungkapkan rencana serius ke depannya bakal lebih sibuk berkebun dan ternak hewan kucing dan anjing di lahan dekat sungai di Pangandaran.
Meta Kembangkan Robot Humanoid Bersama Perusahaan China, Max Disiapkan Jadi Asisten Rumah Tangga

Meta Kembangkan Robot Humanoid Bersama Perusahaan China, Max Disiapkan Jadi Asisten Rumah Tangga

Meta mengembangkan robot humanoid Max bersama perusahaan robotika China, Fourier. Purwarupa ini menjadi bagian dari eksperimen integrasi AI dengan perangkat

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Persib Resmi Lolos 16 Besar ACL 2, 3 Klub Ini Berpotensi Jadi Lawan Maung Bandung

Persib Resmi Lolos 16 Besar ACL 2, 3 Klub Ini Berpotensi Jadi Lawan Maung Bandung

Persib Bandung mengunci tiket 16 besar ACL 2 usai menaklukkan Melbourne Victory. Adelaide United, Svay Rieng, dan Gangwon FC sementara berpotensi jadi lawan.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok anak asuhnya bisa menelan kekalahan di laga perdana mereka di Liga Voli Korea 2026-2027. Ia juga turut menyoroti performa sejumlah pemain terutama Megawati Hangestri.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT