News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Sudah Mengaku Salah, Herri Pras Tegaskan Tak Akan Berhenti Mengkritik Oknum Habib

Herri Pras mengaku salah dan menyampaikan permintaan maaf setelah mendapat nasihat sejumlah ustaz. Meski begitu, ia menegaskan tetap akan mengkritik.
Kamis, 5 November 2026 - 13:52 WIB
Herri Pras menyesal dan minta maaf
Sumber :
  • YouTube HERRI PRAS

tvOnenews.com - Herri Pras kembali menyampaikan pernyataan terbaru di tengah polemik yang menyeret namanya dengan sejumlah tokoh agama.

Kali ini, ia menyampaikan permintaan maaf atas ucapan-ucapannya yang dinilai menyakiti hati sejumlah pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, permintaan maaf tersebut bukan berarti ia menarik kritiknya terhadap praktik yang disebutnya sebagai khurafat.

Dalam video yang beredar, Herri menjelaskan bahwa dirinya selama ini telah mendapat banyak nasihat dari sejumlah pendakwah agar lebih berhati-hati dalam menggunakan bahasa ketika menyampaikan kritik.

Salah satu sosok yang disebutnya kerap mengingatkan agar ia menggunakan tutur kata lebih lembut adalah Ustaz Mufi Thalib.

Ia mengakui bahwa mengubah kebiasaan berbicara bukan perkara mudah.

Meski demikian, Herri mengaku berusaha memperbaiki cara penyampaiannya, walaupun terkadang masih menggunakan kata-kata yang cukup tegas.

"Namun saya tetap mengaku salah. Karena apa? Apapun yang saya ucapkan, apapun yang saya lakukan, tetap saya salah. Yang benar adalah Habib ini (Habib Bahar bin Smith)," ujar Herri dikutip dari kanal YouTube miliknya, HERRI PRAS.

Klarifikasi Herri Pras
Klarifikasi Herri Pras
Sumber :
  • YouTube HERRI PRAS

Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada sindiran.

Ia kemudian meminta agar pihak-pihak yang menyerang Ustaz Mufi Thalib tidak mengarahkan tuduhan kepada pendakwah tersebut.

"Jadi kalau teman-teman memfitnah dan menyerang Ustaz Mufi Thalib, ya itu salah besar. Harusnya kalian menyerang Herri Pras, yang di mana Herri Pras-lah yang salah. Banyak salah, banyak nipu atas nama Nabi," katanya.

Herri kembali menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan-pernyataannya yang dianggap tidak menyenangkan.

Ia menyebut ucapannya selama ini tidak sesuai dengan keinginan sejumlah habib maupun para muhibbin atau pengikut mereka.

"Jadi di sini teman-teman sekali lagi saya ucapkan saya minta maaf atas kesalahan-kesalahan yang pernah saya ucapkan yang di mana tidak sesuai keinginan Habib, tidak sesuai dengan keinginan para muhibbin Habib. Saya minta maaf, tetap yang salah Herri Pras. Karena apa? Tidak ada satuun yang bisa disalahkan kecuali Herri Pras," jelasnya.

Meski meminta maaf, Herri menegaskan bahwa dirinya tetap akan mengkritisi hal-hal yang menurutnya termasuk praktik khurafat.

Ia bahkan menyebut keberaniannya membahas persoalan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya menuai penolakan.

"Karena apa? Herri Pras terlalu berani membahas khurafat Habib. Terlalu berani Herpras membahas penipuan Habib. Terlalu berani membahas para pendukung Habib yang di mana rata-rata oknum-oknumnya banyak membodohi umat. Membawa cerita-cerita yang sejatinya halu nipu. Tapi tetap yang salah Herri Pras. Herri Pras minta maaf, Teman-teman, kalau Herri Pras banyak menyakiti hati Habib yang menceritakan doktrin-doktrin khurafat," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Herri mengungkapkan bahwa ada sejumlah nasihat dari pendakwah yang membuatnya mulai mengevaluasi cara menyampaikan kritik.

Ia secara khusus menyebut Ustaz Abdurrahman yang videonya ia simak dan dinilai memberikan pengaruh terhadap sikapnya.

"Di video ini saya menemukan suatu kebenaran dan saya juga mulai sadar teman-teman akan suatu video dari Ustaz Abdurrahman. Saya menyimak video beliau. Saya mendengarkan nasihat beliau. Masyaallah, inilah yang membuat saya semakin sadar untuk apa yang harus saya lakukan ke depannya. Namun, tidak akan mengurangi sikap saya untuk mengkritisi khurafat-khurafat yang ada di Indonesia yang disebarkan oleh oknum-oknum Habib ataupun yang ada di dalam kitab-kitab Habib yang diajarkan kepada umat," kata Heri Pras.

Dalam video nasihat yang disimaknya, Ustaz Abdurrahman menekankan pentingnya seorang pendakwah mengendalikan emosi, menjaga hati, serta tidak mudah terpancing oleh tantangan atau perdebatan yang berpotensi berujung pada konflik fisik.

Ustaz Abdurrahman juga mengingatkan bahwa seorang Muslim sebaiknya tidak menggunakan bahasa yang menantang atau merendahkan orang lain.

Menurut nasihat yang dikutip Herri, seseorang yang menerima kritik atau bahkan perlakuan tidak menyenangkan perlu belajar menahan diri dan memaafkan.

Nasihat tersebut tampaknya menjadi bahan evaluasi bagi Herri.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya juga pernah menerima teguran dari Ustaz Khalid Basalamah agar tidak menggunakan diksi tertentu, termasuk istilah "suntoloyo".

Herri mengaku telah berulang kali mendapat nasihat dari sejumlah asatiz, termasuk Ustaz Mufi Thalib dan Gus Aziz.

Namun, ia menyebut selama ini kesulitan menahan reaksi ketika melihat hal-hal yang menurutnya merupakan bentuk pembodohan terhadap umat.

Hal lain yang disoroti Herri adalah pengakuannya bahwa dirinya keliru karena ikut meladeni tantangan adu fisik dari pihak-pihak yang menentangnya.

Ia menilai persoalan yang seharusnya diselesaikan melalui pembuktian dan diskusi justru berkembang menjadi tantangan untuk berkelahi. 

Herri pun mengakui bahwa keputusannya menanggapi tantangan tersebut merupakan tindakan yang tidak tepat.

"Setelah saya mendapat dan mendengar nasihat dari Ustaz Mufi Thalib, setelah mendengar nasihat juga dari Gus Aziz, mendapatkan nasihat dari Ustaz Abdurrahman, saya semakin sadar bahwa meladeni tantangan orang bodoh di dalam perkara adu fisik adalah tindakan yang juga bodoh. Saya mengakui itu adalah bodoh."

Ia juga menyinggung bahwa dirinya bersama tim pernah meminta pembuktian atas sejumlah persoalan yang diperdebatkan. Namun, menurut Herri, pihak yang ditantang akan kesulitan menunjukkan dalil yang diminta.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa mengaitkan pembuktian tersebut dengan kesediaannya menerima tantangan berkelahi merupakan pernyataan yang keliru.

"Namun dengan bodohnya saya mengikuti tantangan dari para penentang berantem ini dengan persyaratan kalau kalian bisa membuktikan ulama kalian benar maka saya akan menerima tantangan kalian walaupun sampai mati. Ini sebenarnya pernyataan yang bodoh dari saya untuk menjawab tantangan orang bodoh. Dan akhirnya apa? Sekumpulan orang-orang bodoh datang untuk melakukan tindakan bodoh."

Nama Herri Pras sebelumnya menjadi sorotan setelah melontarkan istilah "setan bisu" ketika mengkritik Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Ia kemudian menggunakan istilah "malaikat bisu" sebagai julukan lain bagi tokoh yang menurut pandangannya memilih diam ketika menyaksikan praktik yang dianggap menyimpang.

Herri sempat menjelaskan bahwa istilah tersebut bukan dimaksudkan sebagai penghinaan personal, melainkan kritik terhadap sikap diam yang ia persoalkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, pemilihan kata tersebut menuai kontroversi dan mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

(tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tertawa saat Jokowi Pamerkan Ijazahnya di Persidangan, Roy Suryo: Penglihatan Saya Adalah Penglihatan Seorang Fotografer

Tertawa saat Jokowi Pamerkan Ijazahnya di Persidangan, Roy Suryo: Penglihatan Saya Adalah Penglihatan Seorang Fotografer

Saat jeda sidang, Roy ditanya apa alasan dirinya tertawa saat Jokowi menunjukkan dokumen itu. Roy menilai ada perbedaan ijazah yang diperlihatkan di persidangan dan ijazah tanggal 15 Desember.
Toyota Tarik 176.732 Mobil di China: SUV Listrik hingga Lexus GX Kena Recall, Ini Alasannya

Toyota Tarik 176.732 Mobil di China: SUV Listrik hingga Lexus GX Kena Recall, Ini Alasannya

Toyota dikabarkan melakukan penarikan kembali atau recall terhadap 176.732 mobbilk di China akibat sejumlah masalah teknis yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Harga Tepung Tapioka Tembus Rp1,53 Juta per Kuintal, Produsen Kerupuk di Jombang Terpaksa Perkecil Ukuran

Harga Tepung Tapioka Tembus Rp1,53 Juta per Kuintal, Produsen Kerupuk di Jombang Terpaksa Perkecil Ukuran

Lonjakan harga tepung tapioka mulai memukul usaha produksi kerupuk. Harga yang sebelumnya sekitar Rp600 ribu per kuintal kini melonjak menjadi Rp1,53 juta.
Media Prancis dan Netizen Heran Calvin Verdonk Jadi Man of The Match di Liga Champions

Media Prancis dan Netizen Heran Calvin Verdonk Jadi Man of The Match di Liga Champions

Media Prancis dan sejumlah netizen mempertanyakan keputusan UEFA untuk menjadikan Calvin Verdonk sebagai Man of The Match. Sang pemain Timnas Indonesia meraihnya dalam laga Liga Champions ketika Lille menghadapi Bodo/Glimt.
Tak Kalah Pilu, Kiper FC Andorra Ungkap Hari-hari Gelap Setelah Jesus De Miguel Meninggal

Tak Kalah Pilu, Kiper FC Andorra Ungkap Hari-hari Gelap Setelah Jesus De Miguel Meninggal

Jesus de Miguel meninggal dunia setelah mengalami kolaps di pertandingan antara FC Andorra melawan Tenefire Senin (2/11/2026).
Pemprov Jatim Kenalkan Program Belanova Serap Hilirisasi Riset Kampus, UPN Gelar Pameran Inovasi Peneliti

Pemprov Jatim Kenalkan Program Belanova Serap Hilirisasi Riset Kampus, UPN Gelar Pameran Inovasi Peneliti

Pemprov Jatim mulai serius memetakan potensi manfaat ekonomi dari hilirisasi riset kampus-kampus di Jawa Timur, salah satunya melalui program unggulan Belanova.

Trending

Persib yang Pertama, Ini Daftar Peserta Babak 16 Besar ACL Two

Persib yang Pertama, Ini Daftar Peserta Babak 16 Besar ACL Two

Persib Bandung menjadi tim pertama yang memastikan satu kaki di fase knock out ACL Two. Hasil ini diraih Persib setelah kembali mempertahankan tren positif di babak penyisihan grup. 
Timnas Indonesia Wajib Waspada, Jepang Turunkan 24 Pemain yang Berkarier di Eropa

Timnas Indonesia Wajib Waspada, Jepang Turunkan 24 Pemain yang Berkarier di Eropa

Timnas Jepang mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda internasional dengan memanggil 28 pemain. Samurai Biru satu grup Timnas Indonesia di Piala Asia 2027.
Terjebak di Grup Neraka ACL Two Persib Malah Jadi Nerakanya

Terjebak di Grup Neraka ACL Two Persib Malah Jadi Nerakanya

Kepastian lolos diraih Persib setelah menaklukkan Melbourne Victory dengan skor 2-1 di Stadion Rectangular Melbourne, Rabu (4/11/2026).
Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).
Kabar Duka dari Dunia Musik Tanah Air, Bassist Harry Toledo Meninggal Dunia

Kabar Duka dari Dunia Musik Tanah Air, Bassist Harry Toledo Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia musik Tanah Air. Bassist Harry Toledo meninggal dunia. Kabar duka ini salah satunya disampaikan oleh Sandy Pas Band lewat Instagram pribadinya.
Timnas Indonesia Cemaskan Kondisi Keamanan, Yordania Segera Laksanakan Konferensi Pers Tanggal Segini

Timnas Indonesia Cemaskan Kondisi Keamanan, Yordania Segera Laksanakan Konferensi Pers Tanggal Segini

Pihak Yordania direncanakan untuk melaksanakan konferensi pers pada Sabtu (7/11/2026) mendatang. Duel melawan Timnas Indonesia menjadi pertanyaan karena kondisi keamanan.
Como Menang Telak 9-1 atas Lens, Cesc Fabregas Sudah Pikirkan Duel Kontra Barcelona dan PSG

Como Menang Telak 9-1 atas Lens, Cesc Fabregas Sudah Pikirkan Duel Kontra Barcelona dan PSG

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, sudah memikirkan pertandingan melawan Barcelona dan Paris Saint-Germain. Mereka baru saja meraih kemenangan telak dengan skor 9-1 atas Lens.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT