News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Yuk Cobain Kuliner ini, Selain Perut kenyang Bisa Bikin kulit 'Glowing' Loh

Ingin mengenyangkan perut sambil menjaga kesehatan kulit? cobalah ramen kolagen yang diklaim baik untuk kesehatan kulit dan bisa membuat kulit lebih bercahaya
Kamis, 14 Juli 2022 - 16:42 WIB
Beef Volcano di Kinsuke Ramen
Sumber :
  • (ANTARA/Nanien Yuniar)

Jakarta - Ingin mengenyangkan perut sambil menjaga kesehatan kulit? Anda bisa mencoba ramen kolagen yang diklaim baik untuk kesehatan kulit dan bisa membuat kulit lebih bercahaya.

Kolagen yang penting dalam menjaga elastisitas kulit menjadi bagian dari menu khas restoran Kinsuke Ramen di Pondok Indah Mall, Jakarta, yang menyuguhkan aneka menu dengan kolagen sebagai daya tarik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Restoran yang mengklaim sebagai pionir yang menyediakan ramen dengan kuah kolagen pertama di Jakarta ini menambahkan kolagen dalam bentuk jeli, hasil ekstraksi kaldu sapi selama 5-8 jam, dalam pot kecil yang siap dipanaskan di atas kompor mini yang dibawa ke tiap meja untuk setiap pemesanan ramen.

Setelah api dinyalakan, dalam beberapa saat jeli kolagen itu akan meleleh dan bercampur dengan kaldu, mie ramen, serta pugasan seperti telur, daging ayam, daging sapi serta sayuran seperti daun bawang hingga buncis.

Pengunjung bisa memilih varian gel kolagen yang tersedia, yakni original yang gurih, green king, red king, pepper king, black king dan prawn king. Kami mencicipi menu andalan, yakni ori king dengan tambahan keju mozzarella. Setelah pot berisi kolagen, mie serta isian lain diletakkan di atas meja, staf berpesan untuk bersabar sejenak dan tidak menyalakan kompor terlebih dahulu sampai kejunya datang.

Rupanya keju dibawa dalam ukuran balok besar, dipanaskan dengan api hingga permukaan atasnya meleleh, baru kemudian lelehannya dimasukkan ke atas kolagen. Baru setelah itu kompor dinyalakan, melelehkan kolagen dan keju, membuat rasa kuahnya jadi lebih gurih. Meski sudah ditambah dengan keju, kuahnya bisa dinikmati dalam porsi besar tanpa menimbulkan rasa enek.

Untuk pencinta pedas, ada varian jel kolagen pedas yang cukup menyengat lidah, juga kuah hitam yang mengandung tinta cumi dengan rasa sedikit lebih tajam dari kuah original.
 

Berbeda dengan ramen kolagen yang disajikan dalam konsep hotpot di atas kompor, menu ramen lainnya bisa disantap tanpa kompor. Disuguhkan dalam mangkuk besar warna emas, kami mencicipi Signature Paitan dengan pugasan komplit berisi mie, daging sampai telur. Rasa kuah ramen signature paitan ini lebih gurih dibandingkan ramen kolagen original. Menu ini akan lebih cocok untuk Anda yang menyukai rasa-rasa lebih tajam.

Tak cuma ramen, masih banyak menu lainnya yang bisa dicoba di sini. Menu lain yang direkomendasikan adalah snow white oyster set, tiga tiram segar mentah disajikan dengan rumput laut dan bayi gurita berbumbu. Cukup kucurkan sedikit lemon ke atas tiram mentah untuk menikmatinya. Buat Anda yang sudah terbiasa menyantap boga bahari, rasa tiram mentah yang teksturnya kenyal dengan kucuran lemon terasa segar. Menu ini jadi andalan karena tiram juga merupakan sumber kolagen. Semua tiramnya didatangkan dari pulau Bali. Tak perlu khawatir bila Anda tak suka hidangan mentah, masih ada pilihan lain seperti tiram panggang.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Korban Pengancaman Senapan Angin di Gowa Curhat, Penanganan Polsek Biringbulu Dinilai Lamban

Korban Pengancaman Senapan Angin di Gowa Curhat, Penanganan Polsek Biringbulu Dinilai Lamban

Seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Biringbulu hidup dalam rasa takut selama berbulan-bulan usai diancam menggunakan senapan angin namun terduga pelaku masih bebas berkeliaran.
Dari Manufaktur Lokal ke Dampak Nasional, VKTR Day Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

Dari Manufaktur Lokal ke Dampak Nasional, VKTR Day Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk menggelar VKTR Day, sebuah kegiatan stakeholder gathering yang mempertemukan mitra strategis, pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
PSO Transportasi Udara Dinilai Mendesak, Pemerintah Diminta Pangkas Beban Biaya Penerbangan

PSO Transportasi Udara Dinilai Mendesak, Pemerintah Diminta Pangkas Beban Biaya Penerbangan

Skema Public Service Obligation (PSO) untuk transportasi udara dinilai semakin mendesak diterapkan guna menjamin keterjangkauan harga tiket dan menjaga konektivitas nasional, khususnya bagi wilayah kepulauan, terpencil, terluar, dan perbatasan.
Apakah Benar Kebiasaan Menjahit dan Menyapu di Malam Hari buat Rezeki Seret? Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya Menjawab

Apakah Benar Kebiasaan Menjahit dan Menyapu di Malam Hari buat Rezeki Seret? Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya Menjawab

Beredar cerita di tengah masyarakat, jika menjahit dan menyapu bisa membuat rezeki seret. Ternyata dalam Islam begini.
Gagal Dapat Tiket Lebaran 2026, Masih Adakah Tiket Kereta Api Tambahan? Begini Informasi KAI Selengkapnya

Gagal Dapat Tiket Lebaran 2026, Masih Adakah Tiket Kereta Api Tambahan? Begini Informasi KAI Selengkapnya

Tingginya permintaan masyarakat akan tiket kereta pada periode lebaran membuat calon pemudik harus berlomba-lomba membeli tiket mudik lebaran di setiap tahun
Bak Bumi dan Langit, Segini Perbandingan Gaji Maarten Paes di FC Dallas dan Ajax Amsterdam

Bak Bumi dan Langit, Segini Perbandingan Gaji Maarten Paes di FC Dallas dan Ajax Amsterdam

Bak bumi dan langit, intip perbandingan gaji Maarten Paes saat membela FC Dallas dan setelah resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT