News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terlanjur Pakai WhatsApp GB, Ini Cara Pindah ke Aplikasi Resmi

WhatsApp baru-baru ini menyatakan aplikasi yang disediakan pihak ketiga, seperti WhatsApp GB adalah tidak resmi dan bisa membahayakan pengguna.
Jumat, 15 Juli 2022 - 14:24 WIB
Ilustrasi penggunaan aplikasi WhatsApp.
Sumber :
  • (ANTARA/HO/Pexels)

Jakarta - WhatsApp baru-baru ini menyatakan aplikasi yang disediakan pihak ketiga, seperti WhatsApp GB adalah tidak resmi dan bisa membahayakan pengguna.

"Jika kalian melihat teman atau keluarga menggunakan bentuk WhatsApp yang berbeda, ajak mereka hanya menggunakan WhatsApp dari toko aplikasi terpercaya atau langsung dari situs resmi," kata Kepala WhatsApp Will Cathcart melalui akun media sosial terverifikasi miliknya pada Jumat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aplikasi ketiga seperti itu dikenal sebagai WhatsApp Modification atau WA Mod. Biasanya aplikasi itu tidak ada di pasar aplikasi resmi seperti Apple App Store atau Google Play Store.

Platform aplikasi milik grup Meta ini tidak segan memblokir penggunanya yang kedapatan menggunakan aplikasi palsu atau melakukan pengumpulan data yang tidak sah. WhatsApp akan memblokir sementara pengguna jika terdeteksi melakukan aktivitas tersebut.

Jika masih saja melakukannya meski sudah diblokir sementara, platform bisa memblokir permanen pengguna tersebut dari WhatsApp.

Cara beralih ke Whatsapp resmi

WhatsApp memberikan cara untuk beralih ke aplikasi resmi jika sudah terlanjur menggunakan aplikasi seperti WhatsApp GB dan WhatsApp Plus. Pada WhatsApp GB, tunggu masa blokir sementara berakhir untuk beralih ke aplikasi resmi.

Setelah blokir dicabut, pada WhatsApp GB, ketuk menu More, kemudian pilih Chats dan Back up chats. Setelah itu, keluar dari aplikasi dan buka setelan (setting) ponsel.

Pada setelan ponsel, ketuk Storage kemudian Files. Cari berkas bertulisan WhatsApp GB, ketuk dan tahan.

Ketuk More yang ada di pojok kanan atas kemudian pilih Rename untuk menamai ulang berkas tersebut sebagai "WhatsApp". Setelah langkah ini, keluar dari setelan ponsel.

Buka Play Store, lalu, unduh aplikasi resmi WhatsApp. Aplikasi resmi juga bisa diunduh di situs remi WhatsApp.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masuk ke WhatsApp dan verifikasi nomor ponsel. Setelah itu akan muncul pemberitahuan untuk mengambil cadangan data. Pilih restore lalu ketuk next. Dengan cara ini, WhatsApp bisa mengambil histori percakapan pengguna.

Sementara pada WhatsApp Plus, biasanya aplikasi itu sudah membuat cadangan histori percakapan. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi resmi WhatsApp kemudian masuk dan menggunakan nomor ponsel yang sebelumnya. (ant/ari)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Deklarasi bersama yang dilakukan oleh 12 negara yang berkomitmen membatasi sejumlah produk dari permukiman ilegal Israel, disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Dalam Simposium Nasional, Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Dalam Simposium Nasional, Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Achmad menyampaikan materi bertajuk “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju” dengan perspektif Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 
FPTI Pasang Target Tinggi, Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik 2 Medali Emas di Asian Games 2026

FPTI Pasang Target Tinggi, Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik 2 Medali Emas di Asian Games 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memasang target tinggi untuk Asian Games 2026. Timnas Panjat Tebing Indonesia membidik sedikitnya tiga medali, termasuk dua emas.
Anggota DPRD DIY Lisman Puja Kesuma Kaget Namanya Terdata Desil 4, Akui Tak Pernah Daftar Bansos

Anggota DPRD DIY Lisman Puja Kesuma Kaget Namanya Terdata Desil 4, Akui Tak Pernah Daftar Bansos

Seorang anggota DPRD DI Yogyakarta mengaku terkejut setelah mengetahui namanya tercatat dalam desil empat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Aksi Kemenhut Ungkap dan Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging Kalteng

Aksi Kemenhut Ungkap dan Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging Kalteng

Kementerian Kehutanan berhasil mengamankan DPO pemodal illegal logging yang sudah tiga bulan menjadi buronan.

Trending

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Deklarasi bersama yang dilakukan oleh 12 negara yang berkomitmen membatasi sejumlah produk dari permukiman ilegal Israel, disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania.
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Kakak sulung Fajar Sahrudin atau Stewie (31), Deni Purwandi menyebut adik bungsunya sangat tertutup dan sulit dihubungi sejak kecil hingga sebelum tewas di GBK.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT