GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tren Tanaman Hias Kaktus dan Sukulen yang Digandrungi ABG

Kaktus dan sukulen diminati pasar dikarenakan, selain harga terjangkau, perawatannya tidak terlalu menyita waktu. Peminat dua jenis tanaman ini adalah anak muda
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 30 Agustus 2022 - 08:24 WIB
Petugas merawat benih kaktus dan sukulen yang tengah digandrungi anak muda
Sumber :
  • Alfani Syukri

Badung, Bali - Tanaman hias berjenis kaktus dan sukulen diminati kalangan anak muda serta pelaku usaha di daerah Badung dan sekitarnya.

Kaktus dan sukulen diminati pasar dikarenakan, selain harga terjangkau, perawatannya tidak terlalu menyita waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jenis tanaman masih diminati berjenis Kaktus dan Sukulen. Jenis Kaktus ini diminati untuk perorangan seperti anak-anak muda. Kemudian, dari pelaku bisnis mulai dari pihak hotel, vila, dan restauran khususnya di daerah Canggu dan Kuta, Badung terkadang membeli untuk keperluan hiasan," jelas salah satu pelaku usaha tanaman hias di daerah Jalan Raya Sempidi, Badung, Putu Robin Hermawan, Selasa (30/8/2022).

Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa anak muda senang dengan dua jenis tanaman hias tersebut. Yakni, sangat mudah merawat serta bentuknya simpel.

"Jenis tanaman ini sangat bagus digunakan sebagai hiasan. Sedangkan untuk perawatanya juga tidak terlalu banyak, hampir sama dengan merawat tanaman berdaun lainnya. Apalagi termasuk jenis tanaman kering jadi penyiramannya, cukup hanya satu minggu sekali saja," katanya.

Putu Robin menyebutkan, dalam sehari 5 sampai 6 pot dari dua jenis tanaman ini mampu terjual. Peminatnya rata-rata anak muda.

"Biasanya per hari laku, 5 sampai 6 pot jenis kaktus dan sukulen ini. Anak-anak muda terlihat masih menyukai jenisnya yang sedikit ada warna-warnanya untuk sukulen maupun kaktus," paparnya.

Menurut Robin, harga diminati mulai dari Rp20 ribu sampai Rp50 ribu.

"Harga mulai dari Rp25 ribu sampai Rp30 ribu untuk yang lebih berwarna, sedangkan untuk bentuk lebih unik diharga Rp50 ribu ke atas. Dengan permintaan paling ramai di hari-hari libur," sebutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirinya menambahkan, prospek tanaman hias jenis kaktus dan sukulen ke depan masih bagus, jika di bandingkan  prospek jenis tanaman hias berdaun. Hal tersebut disebabkan karena kondisi serta peminatnya cenderung naik turun. 

Sebagai pelaku usaha kecil, Hermawan sangat berharap pemerintah terkait agar mampu memperhatikan para pelaku usaha kecil khususnya dalam bidang usaha tanaman hias. (asi/act) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.
Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Jay Idzes masih masuk daftar evaluasi Sassuolo jelang laga kontra Lecce. Timnas Indonesia ikut menanti kondisinya sebelum tampil di FIFA Matchday Juni 2026.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT