Ketahuan Hapus Postingan Nikita Mirzani Dibanjiri Hujatan, Najwa Shihab Beri Balasan Telak Terhadap Nyai: yang Saya Lakukan Sederhana
Nikita Mirzani dibanjiri dengan berbagai komentar akibat sindiran yang ia lontarkan beberapa waktu yang lalu terhadap Najwa Shihab dianggap menyudutkan polisi
Jakarta - Nikita Mirzani sedang dibanjiri dengan berbagai macam komentar akibat sindiran yang ia lontarkan beberapa waktu yang lalu terhadap Najwa Shihab.
Serangan yang ditujukan kepada Najwa Shihab yang dianggap telah menyudutkan polisi menuai perbincangan warganet.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun drama kedua sosok tersebut tak berakhir sampai disitu. Perempuan yang akrab disapa Nyai itu ketahuan oleh warganet telah menghapus postingan yang sebelumnya menyindir Najwa Shihab.
Perhatian warganet semakin terarah kepada Nyai, pasalnya Najwa Shihab tak menanggapi kritikannya. Bahkan Mbak Nana, sapaan akrab Najwa Shihab justru membalasnya dengan prestasi mendapatkan penghargaan bergengsi.
Nikita Mirzani yang ketahuan menghapus postingannya tentang Najwa Shihab dikaitkan dengan serangannya yang tak terbalas terhadap Nana.
Namun usai menghapus postingan terkait Nana tersebut, Nikita Mirzani pun beberkan alasannya kenapa menghapusnya. Seperti apa? Yuk, scroll sampai habis.
Aksi Nikita Mirzani yang berkali-kali menyentil Najwa Shihab usai jurnalis tersebut mengkritik polisi masih menjadi sorotan publik. Namun, baru-baru ini warganet memergoki bahwa Nikita Mirzani telah menghapus postingannya tersebut.
Nikita Mirzani. (Ist)
Padahal, sebelumnya Nikita Mirzani begitu berani melontarkan kritikan pedas dan tajam kepada Najwa Shihab pada unggahannya tertanggal 16 September 2022.
“Mbak Nana kenapa sih kok nyolot banget sama kepolisian? Emang Mbak Nana sudah pernah tersakiti seperti saya?? Saran dari saya, gimana kalau Mbak Nana komentarin pembangunan Gubernur DKI Jakarta yang sudah habis masa jabatannya, program pembangunannya udah beres apa belum!” tulis Nikita Mirzani.
Akan tetapi, kini unggahan tersebut sudah hilang dari Instagram Feeds akun Nikita Mirzani. Hal itu pun ramai ditertawakan oleh warganet. Bahkan ada yang menganggap Nikita Mirzani malu karena tak pernah ditanggapi Najwa Shihab.
“Postingan yang mba Nana kemana kok dihapus?” komentar warganet dengan emoji meledek
“Tong kosong nyaring bunyinya, dihapus juga,” timpal warganet lain.
“Wkwkwk postingan yang mojokin mbak Nana dihapus. Kasian deh ngga pernah ditanggepin siapapun karena ngga penting,” ledek warganet lain.
Alasan Hapus Postingan
Menerima banyak hujatan dan ledekan usai ketahuan hapus postingannya, Nikita Mirzani pun mengungkap alasan sebenarnya.
Tak hanya itu, ia juga meledek balik warganet yang menertawakannya itu. Rupanya, alasannya adalah karena memang dari awal ia mengaku berniat akan menghapus postingan itu suatu saat nanti.
“Elo ga liat ada hashtagnya #deletesoon. Oneng loe. Entar gue posting lagi kalo dia bikin ulah lagi buhahahah,” tulis Nikita Mirzani meledek balik.
Tak banyak bicara, Najwa Shihab justru membuktikan dirinya dengan segudang prestasi.
Dirinya baru saja menerima sebuah penghargaan, tak lupa Mbak Nana sapaan akrab Najwa Shihab mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut.
Najwa Shihab. (Ist)
Mbak Nana memberikan tanggapan dengan segala ujian yang dihadapi, serta menyinggung tentang virus dusta dan menceritakan dirinya sebagai seorang jurnalis.
“Alhamdulillah Hirobbil Alamin. Terima kasih banyak atas penghargaan ini. Teman-teman, hari-hari ini di tengah tsunami informasi dan virus dusta yang meracuni udara, saya percaya salah satu tugas jurnalisme adalah menggaungkan suara publik. Sesederhana itu sebetulnya yang saya lakukan dan dilakukan oleh begitu banyak jurnalis lain. Menyuarakan apa yang kami anggap penting,” ungkap Najwa Shihab saat menerima penghargaan.
Menurut Najwa Shihab, sebagai seorang jurnalis yang ingin membicarakan kebenaran selalu saja diuji dengan berbagai Intimidasi.
“Dalam upaya membicarakan kebenaran, selalu ada usaha untuk merobohkan nyali lewat intimidasi. Berbagai intimidasi, macam-macam bentuk intimidasi. Tapi tujuannya selalu satu, membangun rasa ngeri, menakut-nakuti supaya kita berhenti,” Lanjutnya.
Namun, putri seorang ulama Indonesia, Quraish Shihab tersebut bahkan mengajak untuk semua pihak agar pentingnya menyebarkan nilai-nilai positif terhadap sesama.
“Karenanya mari rapatkan barisan teman-teman. Mari saling menularkan nyali, memperjuangkan nilai integritas, toleransi, pentingnya partisipasi, nilai-nilai yang kita percaya sama-sama di Narasi. Supaya selalu ada orang-orang di luar sana yang juga menolak berhenti dan terus berani. Terima kasih sekali lagi,” pungkasnya dengan didukung oleh tepuk tangan.
Diketahui, Awal serangan bermula kala Nana di salah satu acara menyentil gaya hidup polisi yang hedon dan bermewahan.
Menurut Nyai hal tersebut terlalu berlebihan. Nikita Mirzani saja yang pernah tersakiti oleh polisi, tak mengkritik sekeras itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Mbak Nana kenapa sih kok nyolot banget sama kepolisian? Emang Mbak Nana sudah pernah tersakiti seperti saya??,” kata Nyai.
Najwa Shihab pun hingga kini memilih bungkam, malah ia membuktikan dirinya dengan sejumlah penghargaan yang ia raih. (rem/kmr)
Buntut polemik penutupan Tambang di Kabupaten Bogor. Sontak membuat Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memberikan klarifikasi tegas mengenai isu ketidakharmonisan
Kabar kembalinya sang Megatron, Megawati Hangestri Pertiwi ke panggung V-League Korea Selatan langsung memicu guncangan hebat di media olahraga Negeri Gingseng.
Rumah seorang debt collector di Desa Alasumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dilempar bondet oleh orang tak dikenal pada Senin dini hari.
Kebahagiaan Ipswich Town promosi ke Premier League bawa kabar kurang menyenangkan bagi Elkan Baggott. Bek Timnas Indonesia itu berada dalam situasi yang sulit.
KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Load more