News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Postingan Terakhir Edi Raharjo Alias Lord Rangga Sebelum Meninggal, Ternyata Sempat Singgung Hal ini

Meski Lord Rangga pernah dianggap sebagai orang yang 'halu', namun seiring berjalannya waktu, banyak orang yang justru senang dengan pernyataan-pernyataannya...
Rabu, 7 Desember 2022 - 16:49 WIB
Sosok dedengkor Sunda Empire Edi Raharjo atau lebih populer disebut Lord Rangga
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Dedengkot Sunda Empire, Edi Raharjo atau yang populer dengan nama Lord Rangga meninggal dunia, Rabu (7/12/2022).

Sosok Lord Rangga yang meninggal dunia karena menderita sakit itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, terutama para fans-nya.
Ya, meski Lord Rangga pernah dianggap sebagai orang yang 'halu', namun seiring berjalannya waktu, banyak orang yang justru senang dengan pernyataan-pernyataannya yang dianggap menggelitik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun para fans menganggap bahwa pernyataan-pernyataan yang dicetuskan Lord Rangga sebagai jokes yang 'berbobot'.

Edi Raharjo alias Lord Rangga meninggal dunia pada Rabu 7 Desember 2022 pada pukul 05.39 WIB, di rumah sakit Mutiara Bunda Tanjung, Brebes.

Semasa hidup, Lord Rangga kerap terlihat menggunakan seragam militer Sunda Empire.

Meskipun dalam dunia nyata sebenarnya Lord Rangga belum pernah mengenyam pendidikan di bidang kemiliteran.

Sebelum terbentuknya Sunda Empire, Lord Rangga pernah menjadi ketua Dewan Bawang Merah Republik Indonesia pada masa 2011-2016.

Adapun Lord Rangga juga sempat tampil di sebuah acara televisi dalam program Soegeng Sarjadi Forum yang tayang di acara TVRI pada tahun 2011.

Postingan Terakhir

Dalam postingan terakhir Lord Rangga yang dikelola admin, dia tampak berbicara tentang Gedung Sate di Bandung dikatakannya adalah satelit dunia.

Dalam ucapannya di sebuah tayangan videonya, Lord Rangga menyinggung bahwa sate yang dimaksud pada kata Gedung Sate bukanlah merupakan makanan seperti yang banyak dikira banyak orang.

"Salam mulya jaya, jaya, jaya. Salam perdamaian dunia 3. Wajib aman, salam cinta dan cuan. Di hari yang cerah ini kami akan membahas Gedung Sate di Bandung," kata Lord Rangga.

"Gedung sate yang dimaksud dari sejarah membuktikan bahwa sate adalah sentral satelit," 

Ya, menurut Lord Rangga, sate yang dimaksud adalah sentral satelit.

"Bahwa sejak adanya proses pembagian atas wilayah dunia, menemukan teknologi pertama kali, satelit dibangun oleh leluhur kita dengan pembiayaan. Gedung sate adalah gedung sentral satelit yang pertama kali di dunia, dibuatkan menjadi pos yang pertama kali dibuat kantor pos dan telekomunikasi, Mari kita mengkaji bersama Lord Rangga," kata dia.

Meninggal di Rumah Sakit

Menurut keterangan dari Humas RS Mutiara Bunda, Krishna mengatakan  almarhum Lord Rangga baru saja tiba di rumahnya setelah perjalanan dari Jakarta, Selasa (6/12/2022) malam. 

Karena kondisi kesehatan memburuk Rabu pagi Lord Rangga dilarikan ke RS Mutiara Bunda , baru berada di ruang Instalasi Gawat darurat (IGD) Lord Rangga sudah menghembuskan nafas terakhirnya. 

"Kami dari pihak rumah sakit Mutiara Bunda belum tahu perihal sakit yang diderita oleh almarhum Lord Rangga karena yang bersangkutan belum sempat menjalani pemeriksaan medis," kata Krishna kepada tvonenews.com. 

Konsultan hukum Lord Rangga dari Bento Law Office , advokat Slamet Riyadi  saat dihubungi mengatakan dia terakhir berkomunikasi dengan almarhum Lord Rangga dua hari lalu melalui video call, Lord Rangga sempat mengeluhkan kesehatannya dan sempat berobat di Jakarta.   


Sosok Lord Rangga. (ist)

"Dia mengeluh sakit pada bagian paru parunya dan batuk batuk " ujar Slamet Riyadi , Menurut Slamet Riyadi pekan ini sebenarnya sudah diagendakan melakukan pertemuan dengan pihaknya terkait kontrak iklan dengan salah satu produsen obat anti nyamuk. 

Lord Rangga atau Murwat Hadi Wijaya meninggal di usia 55 tahun yang lahir di desa Grinting kecamatan Bulakamba Brebes pada 12 September 1967.

Adapun Lord Rangga populer setelah terseret kasus Sunda Empire beberapa tahun lalu.

Sempat Mau Bangun Pabrik Gula

Dedengkot Sunda Empire, Ranggasasana atau Lord Rangga di Brebes beberapa hari terakhir membuat kejutan.

Ya, Lord Rangga pernah mengaku membawa investor ke Brebes untuk membangun pabrik gula swasta pertama di Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung nilai investasi untuk proyek pabrik gula swasta di bawah naungan PT Brebes Manis Jaya ini sebesar Rp4,6 triliun atau dua kali lipat dari angka APBD Brebes yang hanya Rp2 triliun per tahun.


Potret Lord Rangga. (ist)

Pabrik gula PT Brebes Manis jaya yang diklaim akan mulai dibangun pada tahun 2023 ini direncanakan akan memproduksi sedikitnya 10 ribu ton gula setiap harinya.

Adapun Lord Rangga mengungkapkan bahwa pendirian pabrik gula swasta ini dalam rangka memenuhi kebutuhan gula nasional saat ini, dan Brebes akan menjadi pilot project karena setelah ini akan dibangun pula pabrik gula yang lain di sejumlah daerah di Indonesia.

Lahan di Desa Kubangpari Kecamatan Ketanggungan Brebes adalah lahan yang akan digunakan sebagai pabriknya, sedangkan lahan penanaman tebu akan dilakukan di delapan kecamatan di kabupaten Brebes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami membutuhkan 15 ribu hektar lahan untuk penaman tebu, di mana 5 ribu hektar adalah inti dan 10 ribu hektar adalah plasma." jelas Lord Rangga, dalam konferensi pers, Kamis (16/6/2022).

Untuk mendukung berjalannya rencana proyek ini Lord Rangga bahkan sudah mengumpulkan warga dari sejumlah kecamatan di Desa Cikandang Kecamatan Kersana pada Rabu (15/6/2022) kemarin. Mereka bakal menjadi anggota koperasi yang nantinya akan berperan sebagai plasma. (rka/ind/abs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang di jalan nasional depan Universitas Padjadjaran (Unpad), Kecamatan Jatinangor.
Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran, Damkar Jakarta Terjunkan 100 Personel

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran, Damkar Jakarta Terjunkan 100 Personel

Kebakaran hebat melanda kawasan pada penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat pada Senin (1/6/2026) malam.
Kebakaran Lahan di Nagan Raya Aceh Meluas Hingga 17 Hektare

Kebakaran Lahan di Nagan Raya Aceh Meluas Hingga 17 Hektare

Tim gabungan hingga saat ini terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur.
BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, karena tidak mengantongi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute mengajak kembali masyarakat Indonesia secara umum untuk menelusuri keteladanan luhur Sang Guru Bangsa, Ahmad Syafii Maarif, melalui rangkaian penyelenggaraan Bulan Buya yang digelar lintas wilayah di Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Jakarta.
KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno

KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno

KBRI Roma menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.

Trending

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penting agar warganya bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai kritik masukan Dino Patti Djalal agar presiden melakukan diplomasi melalui telepon maupun Zoom meeting dengan negara lain tidak tepat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT