Wow, Menurut Psikolog Forensik Ferdy Sambo Punya Kecerdasan di Atas Rata-rata, Sayangnya....
- TvOne/Muhammad Bagas
Hal tersebutlah yang membuat Ferdy Sambo memiliki peluang untuk melanggar norma.
“Dalam situasi dan kondisi normal, Bapak Ferdy Sambo akan terlihat sebagai figur yang baik dalam kehidupan sosialnya dan patuh terhadap aturan norma. Dapat menutupi kekurangan-kekurangannya dan masalah-masalahnya. Jadi bukan berarti yang bersangkutan tidak mampu melanggar norma dan menggunakan kecerdasannya untuk melindungi diri di dalam situasi-situasi terdesak,” jelas saksi ahli.
Budaya Sulawesi Selatan turut pengaruhi
Selain kecerdasandi atas rata-rata, Psikolog Forensik Reni Kusumowardhani juga mengungkap bahwa kepribadian Ferdy Sambo yang banyak dipengaruhi budaya Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam mengambil keputusan.
Menurut dia, Ferdy Sambo memegang budaya Siri Na Pacce (filosofi masyarakat Sulsel yang berarti menjaga harga diri serta kokoh dalam pendirian).
"Sebagai orang Sulsel yang hidup dalam budaya Siri Na Pacce, itu memang memengaruhi bagaimana pertimbangan keputusan dan emosi serta kepribadian dari Bapak FS," kata Reni di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (21/12/2022).
Reni menjelaskan Ferdy Sambo akan sangat mudah terganggu jika ada yang menganggu harga dirinya.
Dia menegaskan hal itu yang membuat emosi bisa menguasai Ferdy Sambo dalam melakukan tindakan.
"Jadi, ada mudah self-esteem harga diri (FS) terganggu, apabila kehormatannya diganggu. Itu kemudian dapat menjadi orang yang dikuasi emosinya yang tidak terkontrol. Jadi, tidak dapat berpikir panjang terhadap tindakan yang dilakukan," jelasnya.
Selain itu, Reni mengatakan kondisi emosi bisa muncul seketika meski seseorang tersebut mengerti soal hukum.
Sebab, dia menuturkan Ferdy Sambo bisa kehilangan kesadarannya dalam kondisi emosi.
"Ya, betul dalam keadaan normal itu ada upaya rasional untuk mengendalikan diri. Namun, dalam situasi ada hal-hal yang memang mengganggu kondisi emosinya. Nah, itu yang kemudian bisa menjadi orang yang dikuasi emosi," imbuhnya. (Lsn)
Load more