Selain Gerbang Menuju Ramadhan, Bulan Syakban Adalah Saat Dimana Kiblat Dipindahkan dari Baitul Maqdis ke Ka'bah
- pixabay
āSungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.ā (QS. Al-Baqarah [2]: 144)Ā
![]()
Baitul Maqdis yang Kini Disebut Masjid Al Aqsa (pixabay)
Mengapa Rasulullah SAW Minta Kiblat Dipindah dari Baitul Maqdis?
Syekh Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghaib melanjutkan,Ā
Ų§ŁŲ£ŁŁ: Ų£Ł Ų§ŁŁŁŁŲÆ ŁŲ§ŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁ: Ų„ŁŁ ŁŲ®Ų§ŁŁŁŲ§ Ų«Ł Ų„ŁŁ ŁŲŖŲØŲ¹ ŁŲØŁŲŖŁŲ§ ŁŁŁŁŲ§ ŁŲŁ ŁŁ ŁŲÆŲ± Ų£ŁŁ ŁŲ³ŲŖŁŲØŁ Ų ŁŲ¹ŁŲÆ Ų°ŁŁ ŁŲ±Ł أ٠ŁŲŖŁŲ¬Ł Ų„ŁŁ ŁŲØŁŲŖŁŁ .Ā Ų§ŁŲ«Ų§ŁŁ: Ų£Ł Ų§ŁŁŲ¹ŲØŲ© ŁŲ§ŁŲŖ ŁŲØŁŲ© Ų„ŲØŲ±Ų§ŁŁŁ .Ā Ų§ŁŲ«Ų§ŁŲ«: Ų£ŁŁ Ų¹ŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŲ§Ł ŁŲ§Ł ŁŁŲÆŲ± أ٠ŁŲµŁŲ± Ų°ŁŁ Ų³ŲØŲØŲ§Ł ŁŲ§Ų³ŲŖŁ Ų§ŁŲ© Ų§ŁŲ¹Ų±ŲØ ŁŁŲÆŲ®ŁŁŁŁ ŁŁ Ų§ŁŲ„Ų³ŁŲ§Ł .Ā Ų§ŁŲ±Ų§ŲØŲ¹: Ų£ŁŁ Ų¹ŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŲ§Ł Ų£ŲŲØ أ٠ŁŲص٠ŁŲ°Ų§ Ų§ŁŲ“Ų±Ł ŁŁŁ Ų³Ų¬ŲÆ Ų§ŁŲ°Ł ŁŁ ŲØŁŲÆŲŖŁ ŁŁ ŁŲ“ئ٠ŁŲ§ ŁŁ Ł Ų³Ų¬ŲÆ Ų¢Ų®Ų±.Ā
Pertama, dulu orang-orang Yahudi berkata, āMuhammad sebelumnya berbeda (arah kiblat) dengan kita, lalu ia mengikuti kami. Andai saja tidak ada kami, pasti ia tidak tahu akan menghadap ke arah kiblat yang mana.āĀ
Alasan kedua yaitu Kaābah merupakan kiblat bagi Nabi Ibrahim. Kemudian yang ketiga, menurut Rasulullah, jika arah kiblat ke arah Kaābah, hal ini bisa menyentuh hati orang-orang Arab. Sehingga diharapkan mereka mau masuk Islam.Ā
Alasan Nabi Muhammad yang keempat, Rasulullah SAW menginginkan kemuliaan untuk masjid yang ada di kota beliau, kota kelahiran baginda. (Litah Tafsir al-Kabir, juz 4, hlm 121)Ā
Pergantian kiblat dari Baitul Maqdis ke Kaābah terjadi pada hari Selasa saat pertengahan bulan Syakban seperti dikatakan oleh Abu Hatim al-Basti.
Ā ŲµŁŁ Ų§ŁŁ Ų³ŁŁ ŁŁ Ų„ŁŁ ŲØŁŲŖ Ų§ŁŁ ŁŲÆŲ³ Ų³ŲØŲ¹Ų© Ų¹Ų“Ų± Ų“ŁŲ±Ų© ŁŲ«ŁŲ§Ų«Ų© Ų£ŁŲ§Ł Ų³ŁŲ§Ų”Ų ŁŲ°ŁŁ أ٠ŁŲÆŁŁ Ł Ų§ŁŁ ŲÆŁŁŲ© ŁŲ§Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲ§Ų«ŁŁŁ ŁŲ§Ų«ŁŲŖŁ Ų¹Ų“Ų±Ų© ŁŁŁŲ© Ų®ŁŲŖ Ł Ł Ų“ŁŲ± Ų±ŲØŁŲ¹ Ų§ŁŲ£ŁŁŲ ŁŲ£Ł Ų±Ł Ų§ŁŁŁ Ų¹Ų² ŁŲ¬Ł ŲØŲ§Ų³ŲŖŁŲØŲ§Ł Ų§ŁŁŲ¹ŲØŲ© ŁŁŁ Ų§ŁŲ«ŁŲ§Ų«Ų§Ų” ŁŁŁŲµŁ Ł Ł Ų“Ų¹ŲØŲ§ŁĀ
Load more