News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Nabi Syuaib, Saat Azab Menimpa Kaum Madyan

Salah satu kisah nabi yang disebutkan dalam Al-Qur'an adalah kisah Nabi Syuaib. Kisah ini tak dijelaskan rinci jika dibandingkan Nabi Sulaiman atau Nabi Nuh.
Sabtu, 25 Februari 2023 - 05:00 WIB
Ilustrasi
Sumber :
  • pixabay

Jakarta, tvOnenews.com - Salah satu kisah nabi yang disebutkan dalam Al-Qu'ran adalah kisah Nabi Syuaib. Kisah Nabi Syuaib ini tak dijelaskan secara rinci jika dibandingkan dengan Nabi Sulaiman atau Nabi Nuh. Namun ada baiknya di Bulan Syakban yang baik ini kita coba mempelajari kisah orang - orang mulia terdahulu.

Nabi Syuaib adalah salah satu nabi yang lahir di tengah-tengah komunitas Arab selain Nabi Saleh, Nabi Hud, dan Nabi Muhammad. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kisah Nabi Syuaib ini juga lekat dengan Nabi Musa AS karena disebutkan bahwa Nabi Musa menikah dengan salah seorang anak Nabi Syuaib.

Kelahiran Nabi Syuaib A.S diperkirakan terjadi pada tahun 1600 SM. Secara harfiah, Syuaib memiliki arti memberikan petunjuk pada jalan kebenaran. Oleh sebab itu, ketika masih kecil, Nabi Syuaib selalu berusaha untuk menjaga hatinya dan menahan dirinya agar tidak melakukan perbuatan buruk dan sia-sia.

Nabi Syuaib juga selalu menyapa terlebih dahulu kepada setiap orang yang lewat di hadapannya. Selain itu jika ada seseorang yang meminta bantuan beliau tanpa berpikir panjang dan tanpa rasa malas langsung memberikan bantuan. Sifat dan perilaku terpuji itu beliau lakukan untuk membuat orang lain bahagia.

Sebagai Nabi Allah, Nabi Syuaib juga diberikan anugerah mukjizat yang dapat membantunya menyebarkan kebenaran. Salah satu mukjizat itu ialah kemampuannya dalam berkomunikasi lisan. Allah memudahkan beliau untuk menjelaskan maksud perkataannya kepada orang lain dengan mudah.


Ilustrasi (NU Online)

Kisah Nabi Syuaib dalam Berdakwah

Dengan izin Allah, Nabi Syuaib kecil dilahirkan di tengah - tengah kaum Madyan yang bermukin di jazirah Arab, tepatnya di antara Hijaz dan Syam. Ia diberikan perintah oleh Allah untuk mengajarkan kaum Madyan untuk hidup dengan ketetapan - ketetapan Allah, salah satunya dengan melakukan perdagangan yang jujur. Saat itu kaum Madyan ini memang terkenal curang dalam aktivitas jual beli.

Sifat masyarakat Madyan ini juga dituliskan dalam Al - Quran Surah Al - A'raf ayat 85 - 87.

وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًاۗ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ فَاَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيْزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَاۤءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ

Dan kepada penduduk Madyan, Kami (utus) Syuaib, saudara mereka sendiri. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman.” (Q.S Al - A'raf ayat 85)

Dari ayat - ayat ini kita dapat mengenali bahwa kaum Madyan memang dikenal khusus dengan sifat curangnya ini. Nabi Syuaib lalu menasihati mereka untuk menyempurnakan takaran dan timbangan agar tidak merugikan orang lain sedikit pun dalam berbisnis.

Beliau juga mengajak kaum Madyan untuk kembali menyembah Allah serta bertobat dari perbuatan - perbuatan jahat jika ingin menghindarkan diri dari azab Allah. Perbuatan jahat ini disebut dalam tafsir Ibnu Katsir sebagai kegiatan perampokan di tengah jalan atau yang kini sering disebut begal. Hal ini tercantum dalam Quran Surah Al - A'raf ayat 86.

وَلَا تَقْعُدُوْا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوْعِدُوْنَ وَتَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِهٖ وَتَبْغُوْنَهَا عِوَجًاۚ وَاذْكُرُوْٓا اِذْ كُنْتُمْ قَلِيْلًا فَكَثَّرَكُمْۖ وَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِيْنَ

Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kamu dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S Al - A'raf ayat 86).


Ilustrasi (unsplash)

Kaum Madyan atau Midian ini sebenarnya sebuah komunitas yang telah diberkahi dengan kekayaan dan kesenangan karena berada di tanah yang subur.

Namun alih - alih bersyukur, kaum Madyan malah tamak sehingga tega menjadi bandit dan penipu. Pelan - pelan mereka akhirnya menjauh dari ajaran Allah, sebagian memilih untuk tak bertuhan dan sebagian lainnya menyembah berhala yang mereka ciptakan sendiri.

Mufassir seperti Ibnu Katsir menyebutkan bahwa kaum Madyan adalah orang - orang yang pertama kali menerapkan biaya atau pajak bagi musafir yang kebetulan melewati wilayah mereka. Sikap tamak dan licik inilah yang kemudian ditegur oleh Nabi Syuaib. Mendengarkan nasihat itu mereka lalu mencemooh Nabi Syuaib dan mengatakan bahwa mereka berhak mengatur 'properti' mereka semaunya.

Selain itu kelicikan yang dilakukan oleh kaum Madyan biasanya dilakukan oleh para pedagang yang dibutakan mata hatinya oleh harta sehingga para pedagang licik ini sering menimbang barang dengan berat yang tak sesuai.

Mereka yang melakukan kecurangan ketika menimbang suatu barang, maka timbangannya akan diganjal dengan batu, sehingga pembeli merasa bahwa berat barang yang dibeli sudah sesuai. Keuntungan pedagang pasar akan bertambah menjadi dua kali lipat setelah melakukan perbuatan tidak terpuji itu.

Lebih parahnya lagi, penduduk Madyan yang sering melakukan kecurangan beranggapan bahwa mengurangi berat timbangan merupakan bentuk dari kepandaian atau keahlian dalam transaksi jual beli.

Tak pelak, aksi dagang seperti ini sangat merugikan para petani dan pedagang-pedagang kecil yang ada di wilayah tersebut. Di satu sisi pedagang besar semakin kaya dengan perbuatan buruk itu sedangkan di sisi lainnya penduduk yang miskin juga bertambah miskin.

Azab Bagi Kaum Madyan

Menyadari hal-hal yang buruk yang terjadi di sekitarnya, Nabi Syuaib berusaha mengajak penduduk Madyan untuk meninggalkan perbuatan tersebut.

Namun sayangnya kaum Madyan tetap keras kepala dan berpegang teguh terhadap kepercayaan nenek moyangnya dan tidak ingin meninggalkan praktik - praktik yang telah mereka lakukan sejak lama. Bahkan setiap nasihat yang disampaikan ke mereka hanya mendapat ejekan sinis.

قَالُوْا يٰشُعَيْبُ اَصَلٰوتُكَ تَأْمُرُكَ اَنْ نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ اٰبَاۤؤُنَآ اَوْ اَنْ نَّفْعَلَ فِيْٓ اَمْوَالِنَا مَا نَشٰۤؤُا ۗاِنَّكَ لَاَنْتَ الْحَلِيْمُ الرَّشِيْدُ

Mereka berkata, “Wahai Syuaib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai.” (Q.S Hud ayat 87)


Ilustrasi (unsplash)

Meski diejek, Nabi Syuaib tetap tenang dan tak emosi. Beliau menyampaikan bahwa ia tak bermaksud menimbulkan masalah dan justru ingin menciptakan kebaikan sesuai perintah Allah SWT. Ia juga memperingatkan bahwa sesungguhnya Allah akan menimpakan azab yang pedih bagi mereka yang tidak taat. Beliau meminta kaum Madyan segera bertobat sebelum azab itu diturunkan.

Namun hidayah memang milik Allah. Allah hanya memberikannya kepada orang - orang yang berusaha. Meskipun telah diberi nasihat dan peringatan, mayoritas penduduk Madyan tetap membangkang dan malah mengancam Nabi Syuaib.

Nabi Syuaib pun berdoa kepada Allah agar berkenan menimpakan azab kepada orang - orang sesat itu agar kebusukannya tak menyebar lebih jauh dan meracuni orang - orang yang telah beriman.

Allah SWT mendengar dan mengabulkan doa tersebut serta memerintahkan Nabi Syuaib bersama segelintir orang - orang beriman itu agar keluar dari kota untuk menyelamatkan diri.

Setelah jauh meninggalkan kota, Allah lalu menurunkan cuaca yang sangat panas dan kering yang membuat tumbuh - tumbuhan mati. Tanaman pangan dan komoditas dagang andalan kaum Madyan pun musnah.

Tak lama berselang Allah juga menurunkan bencana gempa bumi serta halilintar yang membuat penduduk Madyan yang masih kafir itu mati.

فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۗاِنَّهٗ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ

Kemudian mereka mendustakannya (Syuaib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat. (Q.S Asy - Syu'ara' ayat 189)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demikianlah akhir kisah Nabi Syuaib. Dari cerita ini kita dapat belajar bahwa jujur dalam berdagang serta menerima apa yang memang sudah menjadi haknya merupakan perintah Allah. Janganlah meniru perbuatan - perbuatan yang licik dan merugikan orang lain seperti yang dilakukan kaum Madyan yang akhirnya dibinasakan Allah dalam keadaan kafir.

Semoga kisah Nabi Syuaib ini dapat dipetik hikmah dan pelajarannya agar kita semua dijauhkan dari sifat - sifat yang tercela. (afr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mikel Arteta Sampaikan Kabar Buruk usai Arsenal Kandaskan Liverpool 1-0: Satu Pemain Cedera

Mikel Arteta Sampaikan Kabar Buruk usai Arsenal Kandaskan Liverpool 1-0: Satu Pemain Cedera

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, harus menyampaikan kabar kurang menyenangkan setelah kemenangan atas Liverpool. Padahal, kemenangan itu membawa The Gunners ke puncak klasemen Liga Inggris 2026-2027.
AKBP Netty Rosdiana Mundur dari Polri Sejak 1 September, Sebut Berkarya Bukan Cuma di Polri

AKBP Netty Rosdiana Mundur dari Polri Sejak 1 September, Sebut Berkarya Bukan Cuma di Polri

AKBP Netty Rosdiana Siagian buka suara soal mundurnya dari jabatan Polri, yang informasinya diunggah dalam akun media sosial Instagram pribadinya. (11/2).
Ribuan Siswa SD-SMP di Kota Madiun Terima Bantuan Seragam Gratis dan Ongkos Jahit

Ribuan Siswa SD-SMP di Kota Madiun Terima Bantuan Seragam Gratis dan Ongkos Jahit

Pemerintah Kota Madiun menyalurkan bantuan kain seragam sekolah dan ongkos jahit bagi ribuan siswa baru jenjang SD dan SMP.
Pegawai Bank Plecit di Probolinggo Ditemukan Tewas di Jalan Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pegawai Bank Plecit di Probolinggo Ditemukan Tewas di Jalan Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan

Warga Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda yang meninggal dunia dengan sejumlah luka di tubuhnya, Minggu malam (1/11/2026).
Cristiano Ronaldo Kejar Rekor 1000 Gol Bersama Al-Nassr, Erik ten Hag: Dia Memang Tak Bisa Lagi di Liga Inggris

Cristiano Ronaldo Kejar Rekor 1000 Gol Bersama Al-Nassr, Erik ten Hag: Dia Memang Tak Bisa Lagi di Liga Inggris

Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, mengomentari kualitas Cristiano Ronaldo pada saat ini. Meski berpeluang memecahkan rekor 1000 gol dalam kariernya, kualitasnya memang tidak lagi cukup untuk Liga Inggris.
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Juara di Moto3 Malaysia 2026, Ungkap Rahasia di Balik Podium Sepang

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Juara di Moto3 Malaysia 2026, Ungkap Rahasia di Balik Podium Sepang

Veda Ega Pratama, berhasil mencatatkan sejarah setelah finis sebagai runner-up Moto3 GP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026). Ia pun mengungkapkan kunci kemenangannya.

Trending

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Bursa Transfer Liverpool: Percepat Pencarian Pengganti Van Dijk, The Reds Incar Nico Schlotterbeck dan Murillo

Bursa Transfer Liverpool: Percepat Pencarian Pengganti Van Dijk, The Reds Incar Nico Schlotterbeck dan Murillo

Klub Liga Inggris, Liverpool mulai menyusun rencana besar untuk menghadapi kemungkinan kehilangan Virgil van Dijk. Dua bek top Eropa kini masuk radar The Reds.
Eks Pelatih Vietnam Park Hang-seo Jadi Korban Rasisme di Liga Thailand, Diejek 'Kimchi Man'

Eks Pelatih Vietnam Park Hang-seo Jadi Korban Rasisme di Liga Thailand, Diejek 'Kimchi Man'

Pelatih Kanchanaburi FC, Park Hang-seo, menjadi korban rasisme usai diejek sebutan "Kimchi Man" oleh suporter Pattaya United dalam laga lanjutan Liga 2 Thailand
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Mengenal Yuriska Patricia, Aktris yang Resmi Dipersunting Asnawi Mangkualam

Mengenal Yuriska Patricia, Aktris yang Resmi Dipersunting Asnawi Mangkualam

Berikut profil hingga rekam jejak perjalanan karier Yuriska Patricia, aktris yang resmi menikah dengan sosok mantan kapten Timnas Indonesiia, Asnawi Mangkualam.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT